Kain Tenun Songket Pekanbaru Riau

Tenun Songket Pekanbaru (https://www.indonesiatravel.news)

Tenun Songket milik Pekanbaru ini sangat khas. Warnanya terbaik. Dengan filosofi besar yang dimiliki, para pemakai kain Tenun Songket ini akan dilimpahi energi positif. Sebab, filosofi itu menjadi doa bagi para pemakainya. Keberadaan kain ini jelas menjadi daya tarik kuat pariwisata Pekanbaru. Memiliki modal atraksi bagus, aksesibilitas dan amenintasnya luar biasa.

Baca juga: Wisata Belanja di Riau

Sejarah

Tenun Songket Pekanbaru (https://www.liputan1.com)

Kain Tenun Songket Melayu Pekanbaru pada dasarnya berasal dari (turunan) Songket Melayu Siak. Bila dilirik dari sejarah seni dan budaya Melayu di Pekanbaru, bermula pada saat Kesultanan Siak memindahkan pusat pemerintahan sekaligus ibukota kerajaan dari mempura (Siak) ke Kampung Bukit, Senapelan (Pekanbaru) dan dari kawasan yang berada di tepian sungai Siak Itulah bermula negeri yang bernama Pekanbaru.

Tenun Songket Melayu Pekanbaru merupakan kekayaan asli negeri bertuah, khasanah songket melayu Riau ini amatlah kaya dengan motif dan serat dengan makna dan falsafahnya, yang dahulu dimanfaatkan untuk mewariskan nilai-nilai asas adat dan budaya tempatan. Seorang pemakai songket tidak hanya sekedar memakai sebagai busana hiasan tetapi juga untuk memakai dengan simbol-simbol dan memudahkannya untuk mencerna dan menghayati falsafah yang terkandung di dalamnya. Kearifan itulah yang menyebabkan songket terus hidup dan berkembang, serta memberikan manfaat yang besar dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Motif

Tenun Songket Pekanbaru (http://sinarharapan.net)

Sedikitnya ada delapan motif Tenun Songket milik Kota Pekanbaru. Beberapa motif bertumpu pada motif Pucuk Rebung, motif Siku, motif Daun Tunggal Mata Panah Tabir Bintang dan motif Wajik Sempurna.

Motif Pucuk Rebung

Mengadopsi Pucuk Rebung, motif ini memiliki tiga varian turunan dengan filosofi beragam. Ada motif Pucuk Rebung Kaluk Pakis Bertingkat, bermakna kesuburan dan kemakmuran, juga bermakna menjadi sikap tahu diri masyarakat Melayu di sana.

Motif Pucuk Rebung Bertabur Bunga Ceremai, bermakna kesuburan, kasih sayang, lemah lembut, bersih hati, dan menghormati orang lain. Motif Pucuk Rebung Penuh Bertali, merupakan isyarat sikap religius masyarakat Melayu. Dengan keimanan, masyarakat Melayu di Kota Pekanbaru diharapkan menjalankan hidup secara benar.

Motif Siku

Motif Siku Keluang

Ada kelompok Motif Siku beserta tiga varian turunannya. Ada motif Siku Keluang yang menjadi simbol sifat tanggung jawab. Motif Siku Awan (Awan Berarak) ini menjadi makna karakter budi pekerti, sopan santun, dan kelembutan akhlak masyarakat Melayu. Sedangkan, motif Siku Tunggal menjadi cerminan terbuka. Memiliki wajah dan hati bersih, mereka pun bersahabat dengan para pendatang.

Motif lainnya

Selain dua motif diatas, ada juga motif Daun Tunggal Mata Panah Tabir Bintang. Motif ini mengambil inspirasi dari kekayaan flora Kota Pekanbaru. Simbol yang ditonjolkan adalah bunga, kuntum, daun, dan buah. Konsep ini menjadi penegas keluhuran dan kehalusan budi. Dan, motif ke-8 adalah motif Wajik Sempurna. Motif ini melambangkan sifat pemurah Tuhan, lalu sudah sepatutnya semua makhluk berucap syukur.

Warna

Sedang menenun Tenun Songket Pekanbaru (https://www.beritasatu.com)

Bahan pewarna menggunakan bahan-bahan alami. Untuk membuat warna merah menyenggau, dilakukan dengan merebus buah kesumba keling yang dicampur dengan  kapur. Warna jingga  dihasilkan  dari  rebusan  campuran  umbi  temu kuning  dengan  kapur,  atau  dari  campuran  kulit  manggis  dengan  kapur  yang direbus  dengan  celisan  manggar  kelapa.  Hitam  dari  pencelup  hitam  semacam wantek. Hijau dari rebusan campuran daun kayu nodo dan kapur. Warna biru merupakan   hasil   campuran dari senduduk atau kenduduk dan temulawak.

Sedangkan  warna  coklat  dari  rebusan  kayu  samak. Untuk  menghasilkan warna yang  diinginkan,  diperlukan  waktu  yang  relatif  cukup  lama.  Saat  ini, telah  tersedia  pewarna  yang  dijual  di  toko-toko  dengan  kualitas  beragam sesuai  dengan  keinginan  si  pengarajin,  sehingga  proses  pewarnaan  benang relatif lebih mudah dengan waktu yang lebih singkat.

Pemasaran

Tenun Songket Pekanbaru menjadi buruan wisatawan dunia. Untuk pasar Asia, Tenun Songket ini menjadi favorit wisatawan Malaysia, Singapura, dan Thailand. Untuk koneksi Eropa masuk pasar Perancis, Swiss, hingga Belanda. Tidak ketinggalan juga warga Australia ikut memburunya sebagai koleksi.

Pengrajin

  • Rumah Tenun (Kelompok Swadaya Masyarakat), Kampung Banda, Jalan Perdagangan, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Informasi lebih lanjut bisa telpon +62 852 6549 9475 atau +62 813 6549 4710
  • Tenun Wan Fitri ini beralamat di Jalan Kayu Manis (Soebrantas Lama) No 44, Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.
  • Tenun Hasnah Munodo, Jalan Tanjung Batu, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Follow me!

One thought on “Kain Tenun Songket Pekanbaru Riau

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.