7 Resiko Besar yang Mesti Diketahui Terlebih Dulu Sebelum Susur Gua

Caving atau kegiatan petualangan yang menyusuri perut bumi, tentu mempunyai resiko tersendiri sebagai salah satu kegiatan ekstrem. Nah, sebelum kamu masuk jauh ke dalam sana, setidaknya mesti membekali diri kira-kira tantangan apa saja yang akan ditemui.

Setidaknya ada tujuh tantangan yang sekaligus merupakan resiko-resiko besar dan berbahaya yang akan ditemui dan hadapi saat akan caving.

Terpeleset

Salah satu tantangan sekaligus resiko besar yang bisa menimpa saat sedang caving adalah terpeleset. Gua yang dalam tentu akan mempunyai medan setapak yang bermacam-macam. Umumnya, medan setapak yang dimaksud licin karena lumut serta air.

Untuk menghindari resiko terjatuh karena terpeleset sebaiknya menggunakan alas kaki yang mumpuni. Sepatu trekking, sepatu naik gunung, atau minimal sepatu untuk trail run adalah rekomendasinya.

Jangan pakai sendal ya bro. Hal ini tentu untuk mengantisipasi diri terpeleset yang bisa membahayakan diri nanti.

Kebanjiran

Seperti yang sudah disebutkan di atas, medan setapak bisa jadi sangat licin dikarenakan lumut serta air yang ada di gua. Bahkan sebagian gua yang ada di Indonesia, mempunyai anak sungai di dalamnya. Nah, menghindari kebanjiran, sebaiknya jangan datang saat musim penghujan ya.

Antisipasi yang bisa dilakukan jika harus menghadapi banjir di dalam gua adalah menyiapkan baju pelampung serta mental yang kuat. Bro, biasanya mental akan sangat terpengaruh karena keadaan terdesak. Jadi yang jelas jangan mudah untuk panik.

Tertimpa Batu

Gua yang mempunyai stalaktit dan stalakmit adalah gua-gua idaman para caver. Hal ini terkait dengan kontur bebatuan tersebut yang indah menggantung di langit-langit gua. Namun, keindahan tersebut bisa jadi mimpi buruk lo kalau lo tertimpa batuan tersebut.

Gempa bumi adalah salah satu penyebab mengapa ada caver yang terjebak di gua karena tertimpa batu. Langkah antisipasi untuk tantangan serta resiko ini adalah sigap merasakan goncangan serta tahu tempat di mana mesti berlindung.

Tidak semua langit-langit gua digantungi oleh stalakmit atau stalaktit. Jadi, lo bisa ke area yang langit-langitnya tidak ada bebatuan tersebut.

Tersesat

Kalau yang satu ini tentu terkait dengan keberanian lo untuk menyusuri gua-gua eksotis tersebut. Tersesat adalah tantangan yang akan hadapi ketika menyusuri gua terkait. Jika memang tidak ingin tersesat, sila gunakan pemandu ya.

Atau jika memang tidak ingin menggunakan pemandu, sebaiknya memberi tanda setiap masuk ke lorong gua sehingga jika mesti balik arah, bisa dengan tepat kembali ke titik awal.

Kehabisan Oksigen

Apakah mungkin bisa kehabisan oksigen saat sedang menyusuri gua-gua eksotis? Sangat bisa bro. Ada gua yang bertipe ke bawah dalam yang akhirnya membuat lo susah bernapas karena tekanan udara di sana bisa menipis.

Oleh karena itu, jika memang lo akan menyusuri gua-gua yang bertipe seperti itu, pastikan lo membawa tabung oksigen. Tidak perlu yang besar, yang kecil saja juga bisa karena mudah untuk dibawa-bawa. Jangan lupa bawa gear yang satu ini ya.

Hipotermia

Selain kehabisan oksigen, tantangan selanjutnya adalah udara dingin. Jika gua yang tengah susuri mempunyai aliran air di bawahnya, biasanya mempunyai suhu yang cukup rendah. Terlebih jika cuaca di luar tengah musim penghujan, resiko terbesarnya adalah hipotermia.

Dengan begitu, jangan lupa untuk membuat tubuh lo tetap hangat ya. Minimal bisa selalu makan sesuatu atau menggunakan jaket hangat.

Histoplasmosis

Selain bisa kekurangan oksigen atau kehabisan oksigen karena kontur gua yang dalam ke bawah, bisa juga mendapati tantangan berupa histoplasmosis. Histoplasmosis adalah sakit pernapasan karena menghidup udara kotor.

Hal ini bisa terjadi jika gua yang akan susuri adalah gua yang mempunyai gas-gas beracun, atau dekat dengan sumber gas yang berbahaya. Oleh karena itu, jika saat dalam penelusuran lo sudah mencium bau-bau tidak sedap, langsung saja kembali ke titik awal atau keluar dari kedalaman ya.

Sumber: superadventure

Follow me!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.