6 Fase ini Dilewati lalu Kamu Bebas Berwisata, Diperkirakan Berakhir Maret 2021

Goa Gajah, Mangunan, Dlingo, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta (https://antarejatour.com)

Pandemi Covid-19 membuat sektor pariwisata terpuruk. Melambannya denyut usaha wisata mulai terasa pada pertengahan Februari 2020 hingga kini.

Perusahaan jasa layanan wisata, Pegipegi meyakini kondisi ini hanya berlangsung sementara. Setelah pandemi Covid-19 reda, semua akan kembali seperti semula. Mengutip keterangan tertulis Pegipegi, ada enam fase yang harus dilalui menuju siatuasi aman dalam dunia wisata.

Berikut enam fase menuju aman dalam dunia wisata seperti dikutip dari siaran resmi Pegipegi.

Fase 1: Mulai resah (Januari — Februari 2020)

Nama virus corona sudah terdengar pada akhir tahun 2019 di Wuhan, Cina. Namun masyarakat baru menyadari akan bahaya virus ini pada awal 2020. Virus tersebut menyebar ke beberapa negara selain Cina, seperti Italia, Aljazair, Brasil, Denmark, Belanda, Malaysia, dan lain-lain.

Fase 2: Merasa panik (Maret 2020)

Pada Senin, 2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo mengumumkan ada dua orang warga Depok, Jawa Barat, yang terinfeksi virus corona. Ini adalah pertama Covid-19 di Indonesia.

Fase 3: Menerima situasi (Maret — Mei 2020)

Masyarakat mulai waspada dengan virus corona. Beberapa episentrum virus ini sudah terdeteksi dan perhatian terhadap wabah ini kian bertambah. Pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar, mengimbau masyarakat untuk tetap #dirumahaja, dan #physical distancing.

Goa Gajah, Mangunan, Dlingo, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta (https://antarejatour.com)

Situasi ini berdampak besar bagi dunia paiwisata. Banyak masyarakat yang terpaksa membatalkan atau mengubah rencana perjalanannya. Setiap individu pada fase ini telah menjadi pribadi yang lebih peduli akan kesehatan dan kebersihan.

Fase 4: Mengatur ulang (Juni — Juli 2020)

Jika masyarakat terus melakukan berbagai upaya pencegahan dan mengikuti anjuran pemerintah secara disiplin, diperkirakan keadaan akan mulai membaik pada pertengahan 2020. Pada fase ini, setiap individu maupun organisasi akan memulai semuanya dari awal, secara perlahan. Begitu pun dari sektor travel, khususnya pesawat.

Meski mungkin masih ada sejumlah maskapai yang belum kembali beroperasi seperti semula, beberapa di antaranya akan mulai membuka rute penerbangan, meski hanya ke beberapa tujuan saja. Mereka akan lebih mengutamakan destinasi yang kerap dipilih untuk perjalanan bisnis, mengingat pada fase ini sebagian masyarakat Indonesia tampaknya sudah mulai kembali bekerja dan beraktivitas ke luar rumah.

Fase 5: Adaptasi (Agustus — September 2020)

Meski masih terus beradaptasi dengan situasi baru pasca-berakhirnya pandemi Covid-19, di fase ini, masyarakat Indonesia sudah mulai berani untuk menjalani rutinitas seperti sedia kala, mulai dari bekerja, bersosialisasi, hingga melakukan travelling, terutama di dalam negeri.

Sementara pihak penyedia jasa transportasi, khususnya maskapai penerbangan, kemungkinan besar akan membuat regulasi yang lebih ketat. Selain pemeriksaan tiket, boarding pass, KTP/paspor, dan bagasi, bisa jadi Anda juga akan diminta untuk melakukan tes suhu tubuh, tes Covid-19, hingga diwajibkan membawa surat keterangan sehat dari dokter.

Fase 6: Pemulihan (Oktober 2020 — Maret 2021)

Di bulan-bulan ini, masyarakat Indonesia tampaknya sudah memasuki fase pemulihan. Mereka sudah merasa lebih aman dan yakin dalam melakukan berbagai aktivitas secara normal. Begitu juga dari sisi pariwisata. Kendati belum pulih 100 persen, setidaknya layanan penginapan dan destinasi wisata di berbagai daerah sudah mulai menerima tamu.

Sumber: tempo

Follow me!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.