Wisata Belanja di Kebumen Jawa Tengah

Karpet Jenitri

Kebumen menjadi salah satu Kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki beragam jenis kerajinan tangan menarik dan berciri khas. Misalnya saja produk kerajinan dari biji Jenetri yang dirakit menjadi penghias rumah hingga aksesori seperti gelang, kalung, atau dompet. Selain itu, hadir pula aksesori lain yang terbuat dari bebatuan dan anyaman.

Sentra Kerajinan Batik

Beragam motif Batik Kebumen (https://bernasnews.com)

Sentra kerajinan batik Kebumen di Desa Gemeksekti, Kecamatan Kebumen, Desa Jemur, Kecamatan Pejagoan dan Desa Seliling Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, ketiga kecamatan bergabung dalam batik Lawet Sakti.

Di Desa Gemeksekti sendiri terdapat dua dusun yang menjadi sentra para perajin yakni Dusun Tanuraksan dan Dusun Watubarut. Di dua dusun itu terdapat ratusan perajin batik tulis yang dengan tangan terampil mereka menghasilkan batik khas Kebumen yang dikenal dengan keunikan motif dan warnanya.

Showroom center dan workshop Batik Sekar Jagad
di Jl. Karangsambung RT 06 RW 02, Dusun Tanuraksan, Desa Gemeksekti, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Baca juga: Mengenal Perhiasan Jenitri

Sentra Kerajinan Jenitri

Karpet Jenitri (https://www.antarafoto.com)

Industri rumahan  Alam Rudraksha, Desa Kawedusan, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, berupa gelang, tasbih atau rosario, karpet, kalung, rompi, tas, dan lain sebagainya, dari harga Rp10.000 – Rp1,5 juta per unit tersebut tidak hanya dipasarkan di Indonesia, tetapi juga dieskpor ke India, Nepal, Cina, Singapura, Malaysia, Kanada, dan Jerman.

Di Kebumen, buah Jenitri banyak di temui di daerah pedesaan, seperti di Kecamatan Klirong, Pejagoan, Sruweng, Karang Gayam dan Alian. Di Kecamatan Pejagoan, kususnya daerah utara, banyak di temui Pohon Jenitri, seperti di Desa Watulawang, Peniron, Pengaringan dan Kebagoran.

Pohon Rudraksha atau Jenitri atau Elaeocarpus ganitrus (http://www.satuharapan.com)

Rudraksha biji yang dianggap berasal dari tetesan air mata Dewa Siwa bagi umat Hindu ternyata banyak terdapat di Indonesia. Biji tanaman yang di Indonesia disebut dengan Jenitri (Elaeocarpus ganitrus ) ini banyak ditemui di hampir semua pulau di Indonesia, seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara hingga Papua. Kabarnya, 80% kebutuhan Rudraksha di dunia dipasok dari Indonesia.

Tanaman yang memiliki siklus panen setengah tahun sekali ini biasanya akan dipanen pada bulan Juli hingga Desember. Pada bulan tersebut, pembeli dari India, Nepal, Bangladesh hingga China berdatangan untuk mendapatkan biji Rudraksha.

Produk Jenitri (https://www.inacraftnews.com)

Sentra Kerajinan Genteng

Sokka berasal dari nama sebuah pedukuhan di Desa Kedawung, Kecamatan Pejagoan. Genteng dari daerah itu telah populer seantereo nusantara, bahkan pernah ekspor ke Belanda. Sentra kerajinan genteng berbahan tanah liat tersebut tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Sruweng, Pejagoan, Klirong, dan Kebumen.

Dari berbagai sumber yang ada ternyata Genteng Sokka  memiliki sejarah panjang, hal terkait dengan periode penjajahan Belanda. Saat itu Belanda sedang mempersiapkan beberapa bangunan untuk pabrik gula, dan salah satu material berupa atapnya adalah genteng yang berasal dari Sokka. Secara kualitas genteng sokka sangat meyakinkan maka Belanda memakai Genteng Sokka untuk semua atap stasiun kereta api yang ada di Jawa. Industri genteng Sokka yang pernah berjaya pada jaman penjajahan Belanda atau sekitar tahun 1920-an.

Sentra Kerajinan Bambu Petanahan

Beragam Caping Petani di batik (https://capingpetani743391712.wordpress.com)

Kerajinan anyaman bambu Petanahan diproduksi ratusan perajin di sejumlah desa, diantaranya Kritig, Nampudadi, Kebongsari, Tanjungsari dan Grujugan, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen. Mereka rutin memproduksi caping yang dipasarkan ke berbagai desa di Kebumen.

Ajakan Disperindag Kebumen untuk peningkatan kreatifitas agar jenis produksi tak monoton ternyata di sambut baik oleh perajin. Kesungguhan perajin pun akhirnya mendapatkan perhatian khusus dari Kementerian  Perdagangan ketika survey lapangan ke sentra-sentra kerajinan di Kebumen bersama beberapa eksportir.

Sentra Kerajinan Peci

Beberapa desa di Kabupaten Kebumen seperti di Desa Bojongsari, Kecamatan Alian dan Desa Bandung, Kecamatan Kebumen merupakan sentra pembuatan peci. Meski hanya sekelas produk rumahan, pemesan peci produk dari desa-desa itu tidak hanya datang dari daerah Kebumen saja tapi sudah dari luar daerah, seperti Jakarta, Bandung, Lampung, Aceh dan daerah luar Jawa lainnya.

Sentra Kerajinan Gerabah

Gerabah produk Desa Gebangsari (https://www.inibaru.id)

Terletak di Desa Gebangsari, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Di desa ini, mendedikasikan dirinya sebagai pengrajin gerabah secara turun-temurun. Bahkan, demi melestarikan tradisi dan meningkatkan taraf hidup warga, Kampung Gerabah pun dibentuk. produksinya berupa, vas bunga, tempat pensil, hiasan dinding, dan barang-barang lain sesuai permintaan pembeli.

Gerabah bermotif batik produk Desa Pejagatan

Desa Pejagatan, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, ada sekitar 50 rumah tangga pemroduksi gerabah bermotif batik ini terlihat cukup unik dan sangat kental dengan budaya Jawa.

Follow me!

One thought on “Wisata Belanja di Kebumen Jawa Tengah

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.