Prosesi Pernikahan Adat Sumenep Jawa Timur

Busana Pernikahan Adat Sumenep

Pernikahan merupakan upacara sakral dalam perjalanan kehidupan manusia. Suatu kenyataan bahwa Indonesia terdiri atas beberapa macam suku bangsa, Agama, Adat lstiadat yang oerbeda, dengan latar belakang sosial budaya yang beraneka ragam, begitu pula dengan adat pernikahan.

A. Lamaran

Sebelum dilakukan lamaran didahului dengan adanya Upacara :

1. Ngangini (memberi angin/memberi kabar)
2. Arabar Pagar (membabat pagar/perkenalan antar orang tua).
3. Alamar Nyaba ‘jajan’
4. Ater Tolo (mengantar bedak perlengkapan kecantikan, beras pakaian adat untuk Iebaron).
5. Nyeddhek Temmo (menentukan tanggal hari H perkawinannya).

Kalau pelaksanaan pernikahan ingin dipercepat, biasanya dilengkapi dengan pisang susu yang berarti kesusu, beserta sirih dan pisang, satu perangkat bahan pakaian termasuk ikat pinggang (stagen). Setelah rombongan pihak laki-laki tiba di tempat pengantin putri, bawaannya digelar diatas meja didepan para tamu, tutupnya dibuka untuk disaksikan isinya oleh para pini sepuh.

Pada acara tersebut pihak laki-laki meminta supaya anak gadisnya diperkenalkan dan sungkem kepada colon mertua serta para pini sepuh. Pada saat itu juga amplop yang berisi uang sudah siap untuk diberikan kepada calon pengantin wanita. Ketika tamu dari pihak laki-laki pulang maka oleh-oleh dikeluarkan lagi untuk dibagi kepada pini sepuh, sanak famili serta tetangga dekat dengan tujuan pemberitahuan bahwa anak gadisnya sudah bertunangan. Pada malam harinya calon pengantin pria diantar oleh kerabat untuk berkenalan dengan kerabat pengantin wanita.

Seminggu kemudian pihak perempuan mengadakan kunjungan balasan dengan membawa nasi lengkap dengan lauk pauknya berupa anatra lain :

  • 1 piring besar hidangan nasi
  • 6 piring kerang benaci (ikan kembing yang dimasak kecap)
  • l waskom gulai kambing
  • 6 piring ikan kambing masak putih
  • 6 piring masak ikan ayam masak merah
  • 6 sisir sate yang besar-besar (1 sisir = 10 tusuk)
  • 2 sisir pisang raja

B. Acara Sebelum dan Pada Saat Pernikahan

Perawatan untuk calon mempelai wanita. Empat puluh hari sebelum melangsungkan pernikahan biasanya calon mempelai wanita sudah dipingit artinya dilarang meninggalkan rumah, dalam masa ini biasanya colon mempelai melakukan perawatan-perawatan tubuh dengan :

1. Meminum ramuan jamu-jamu Madura
2. Untuk perawatan kulit menggunakan:

  • Bedak penghalus kulit
  • Bedak dingin
  • Bedak mangir wangi
  • Bedak kamoridhan
  • Bedak bida

Yang berkhasiat :

  • Menjaga kesehatan kulit
  • Menghaluskan kulit muka
  • Menjadikan kulit langsat kuning
  • Menghilangkan bau badan dll

3. Menghindarkan makanan yang banyak mengandung air misalnya buah-buahan (nanas, mentimun, pepaya).
4. Perawatan rambut wangi-wangian menggunakan dupa.

C. Upacara Pernikahan

Busana Pernikahan Adat Sumenep (https://jawatimuran.wordpress.com)

Pada saat melangsungkan akad nikah calon Pengantin pria mengenakan Beskap, Blangkon dan Kain Panjang  dengan diiringi oleh orang tua, pini sepuh dan kerabat keluarga. Sedangkan untuk calon Pengantin wanita menggunakan kebaya dan kain panjang dengan dandanan sederhana.

Upacara Akad Nikah dilaksanakan oleh penghulu dengan 2 orang saksi (ljab Kabul) dengan disaksikan oleh para undangan. Mas kawin berupa AI Qur’an dan Sajadah. Setelah akad nikah selesai dilanjutkan dengan syukuran bersama, maka resmilah pernikahan secara formalitas.

D. Resepsi Pernikahan

Riasan lilin pengantin wanita Sumenep (https://www.idntimes.com)

Tata rias pengantin Sumenep ada 3 macam :

1. Pengantin malam pertama : Rias Lega
2. Pegantin malam kedua       : Rias Kapotren
3. Pengantin malam ketiga    : Rias Lilin

Resepsi Malam Pertama

Pada malam resepsi pernikahan kedua pengantin datang ke tempat resepsi dengan diiringi oleh para pini sepuh beserta kerabatnya biasanya diantar oleh Paman pengantin wanita memasuki ruang resepsi. Kemudian dilanjutkan dengan Upacara Muter Duleng yaitu pengantin wanita duduk bersila pada sebuah baki besar dengan membelakangi arah datangnya pengantin pria. Pengantin pria berjalan jongkok menuju pengantin wanita dan mengelilingi baki sampai posisinya berhadapan.

Pengantin pria memegang ubun-ubun pengantin wanita dengan mengucap “AKU ADALAH SUAMIMU DAN ENGKAU ADALAH ISTRIKU” kemudian pengantin wanita diajak menuju pelaminan dengan menggunakan pakaian adat (LEGA).

Resepsi Malam Kedua

Pada malam kedua busana manten adalah Kaputren.

Resepsi Malam Ketiga

Pada malam ketiga ini pengantin mengenakan rias LILIN dengan kebaya putih dengan hiasan melati menandakan lambang kesucian dan merupakan malam pertama untuk pengantin.

Pada hari yang ke empat pengantin mengadakan kunjungan keluarga kepada kedua mertua dan sanak famili, dan pengantin wanita setiap berkunjung akan selalu mendapat ONTALAN yaitu berupa pemberian uang dengan ucapan “SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU”.

Sumber: E-book, Gelar Busana dan Perlengkapan Upacara Pengantin se-Jawa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Permuseuman, 1997

 

Follow me!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.