Prosesi Pernikahan Adat Sukapura Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat

Busana Pengantin Adat Sukapura (http://haniikrtka.blogspot.com)

Sukapura adalah nama daerah di kabupaten Tasikmalaya pada pertengahan abad 17. Sampai kini pakaian pengantin daerah ini disebut busana pengantin Sukapura, terdiri dari berbagai model yang menunjukkan tingkat-tingkat sosial. Salah satu diantaranya dari kalangan masyarakat bukan bangsawan yang kini dipamerkan.

Tata Cara Pernikahan Sukapura

Tata cara upacara adat Sunda mempunyai tiga tahapan acara, yaitu :

a. Upacara Penyambutan

Dalam upacara penyambutan biasanya terdiri dari penyambutan kedatangan rombongan mempelai pria serta sambutan dari kedua helah pihak.

b. Walimahan

Yang dimaksud dengan acara walimahan adalah upacara Ijab antara wali mempelai wanita dengan mempelai pria.Dalam acara walimahan selalu mengikuti Syariat Islam, karena sebagian besarpenduduk Sukapura beragama Islam.

c. Resepsi

Merupakan upacara pernikahan yang dilakukan sebagai cerminan dari rasa syukur setelah melaksanakan walimahan. Dalam acara resepsi ini sebelummelibatkan para undangan ada upacara tersendiri dari keluarga kedua mempelai, seperti sawer, nincak endog, buka pintu, dan huap lingkung, setelah acara – acara tersebut selesai baru acara untuk undangan, seperti parasmanan, dan acarahiburan.

Singer modifikasi Pengantin wanita Sukapura (https://gramho.com)

Dalam acara pernikahan Sukapura pada dasarnya mempunyai tata cara yang sama dengan upacara pernikahan adat Sunda yang lainnya. Perbedaan yang nampak kelihatan jelas adalah acara walimahan, walimahan selalu dilakukan di dalam Masjid, juga dalam pemakaian payung digunakan payung cawiri. Payung cawiri tersebut mempunyai bentuk yang khas, diantaranya mempunyai tangkai payung yang panjang serta pada bagian pinggiran payung menggunakan rumbai-rumbai.

Kelengkapan Tata Rias dan Busana

Pengantin Wanita

Pengantin wanita mengenakan baju beupa kebaya lame (sejenis satin) putih dengan hiasan pasmen yaitu bisban warna kuning emas pada leher, belahan depan dan bawah. Seluruh permukaan baju diberi hiasan panten yaitu bros kupu-kupu dari bahan logam disepuh warna emas. Kebaya tersebut dipadukan dengan kain panjang motif rereng barong, salah satu ujungnya diwiron sebanyak tujuh helai.

Sanggul Sukapura dari belakang (https://tirasennawedding.blogspot.com)

Rambut pengantin wanita dibentuk sanggul model putri, di atasnya dihiasi melati pasung ukuran kecul sebanyak 3 buah dan sisir melati. Pada ujung-ujung sisir dipasang mangle yaitu untaian melati yang disisipkan antara sanggul dan melati pasung, sehingga mangle menjuntai sampai ke dada. Duo buah melati pasung lainnya dengan ukuran lebih besar disematkan pada bagian tengah sanggul.

Perhiasan telinga adalah giwang atau suweng berbentuk bunga, terbuat dari bahan barlen disepuh emas. Siger melingkari dahi dan kembang goyang tertancap di atas sanggul sebanyak tujuh buah dikenakan sebagai hiasan tambahan terutama pada saat mempelai bersanding. Selain itu dikenakan perhiasan lainnya seperti : benten atau ikat pinggang, kalung, gelang dan cincin dari bahan barlen yang disepuh emas.

Pengantin Pria

Pengantin pria mengenakan baju kutung, semacam rompi tetapi berkrah tegak terbuat dari satin putih. Baju takwa yaitu jas pendek dengan bagian depan terbuka. Bahan yang digunakan beludru hitam, pinggirannya bersulam benang emas atau mute dibentuk motif suluran. Kedua baju tersebut dipadukan dengan kain panjang baik motif rereng barong diwiron berjumlah 5 helai. Dlbagian pinggang dililitkan sabuk opnesel dari bahan satin dan ikat pinggang beludru untuk menggantungkan boro. Pada boro diselipkan keris yang berhiaskan omyok yaitu untaian melati.

Kepala ditutup bendo memakai bahan bermotif sama dengan kain panjang yang dikenakannya. Bagian depan bendo diberi hiasan bros berbentuk bunga dari bahan barlen disepuh emas. Perhiasan yang dipakai adalah kalung karset (kalung rantai panjang) dan kalung melati.

Sumber:

  • e-Book, Sulaman pada Kebaya Pengantin Adat Sunda Tasikmalaya, Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Telkom (STISI Telkom) 
  • E-book, Gelar Busana dan Perlengkapan Upacara Pengantin se-Jawa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Permuseuman, 1997

Follow me!

One thought on “Prosesi Pernikahan Adat Sukapura Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.