Perhiasan Jenitri

Buah dan Biji Jenitri

Jenitri merupakan jenis tumbuhan (pohon) yang termasuk suku Elaeocarpaceae, dengan ketinggian mencapai 20-30 meter. Batangnya tegak, berkayu, bulat, dengan percabangan simpodial, dan berkulit kasar berwarna coklat dengan diameter hingga mencapai 150 cm. Daun Jenitri berjenis tunggal, berwarna hijau, berbentuk lonjong dengan tepi bergerigi, dan ujung dan pangkalnya meruncing. Daun berukuran panjang 8 – 20 cm dan lebar 3 – 6 cm. Daun tumbuh tersebar, bertangkai pendek, dengan pertulangan menyirip.

Sementara dalam bahasa India, disebut Rudraksha. Nama ini berasal dari kata Rudra (Dewa Siwa) dan kata Aksha (Mata). Sehingga, jika digabung, artinya menjadi: Mata Siwa. Sesuai namanya, orang-orang beragama Hindu meyakini, bahwa Rudraksha adalah air mata Dewa Siwa yang menitik ke bumi. Tetesan air mata itu, konon tumbuh menjadi pohon yang kemudian disebut Rudraksha atau Jenitri.

Pohon Jenitri (https://kumparan.com)

Tanaman ini dikenal oleh masyarakat Indonesia dengan berbagai nama lokal yaitu Ganitri (Sunda), Katulampa, Mata Siwa (Bogor), Sambung Susu (Jawa), Klitri (Madura), Biji Mala (Bali), BijiSima (Sulawesi Selatan).

Pohon ini dalam satu tahun dapat berbuah sebanyak dua kali, sedangkan untuk bisa berbuah pohon jenitri memerlukan waktu sekitar lima sampai tujuh tahun setelah ditanam. Perawatannya cukup mudah, kita hanya perlu menanam memberi pupuk serta menyirami dengan rutin.

Penyebaran

Indonesia adalah salah satu negara penghasil biji-bijian Jenitri terbesar di dunia. Sekitar 70% dari pohon-pohon Jenitri ditemukan di Indonesia. Sementara itu, sebanyak 25% lainnya tumbuh di Nepal dan 5% lagi di India.

Di Indonesia, pohon-pohon Jenitri antara lain tumbuh di daerah Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, dan Irian. Salah satu daerah yang saat ini sedang mengalami kemajuan pesat terkait hasil alam biji-bijian Jenitri adalah Kebumen, Jawa Tengah.

Biji Jenitri

Struktur biji Jenitri

Pada setiap biji Jenitri, terdapat garis vertikal di sepanjang permukaannya yang disebut dengan mukhi atau celah-celah atau alur-alur pada permukaan. Biji Jenitri dengan satu garis vertikal disebut dengan Jenitri mukhi satu. Jenitri dengan dua baris artinya Jenitri dua mukhi dan seterusnya.

Jenitri terdiri dari 1 hingga 21 mukhis, tapi yang banyak ditemukan adalah Jenitri yang terdiri dari 1 sampai 14 mukhis. Saat ini, Jenitri dengan jumlah mukhis 22 atau lebih juga mulai banyak ditemukan namun dalam jumlah terbatas. Di samping itu, diperlukan tahapan penelitian yang lebih jauh karena belum adanya referensi mengenai Jenitri jenis ini di dalam teks-teks kuno. Di sisi lain, Jenitri bermuka lima dapat ditemukan dengan mudah dan berlimpah. Harganya pun bervariasi tergantung pada ketersediaan dan kapasitas produksi Jenitri.

Kriteria biji Jenitri

Biji buah Jenitri ini bulat berukuran berkisar 6 – 13 mm, yang banyak diminati adalah yang ukurunnya 8 – 10 mm dan harganya ditentukan oleh motifnya.

Pemanfaat

Tasbih (@gpswisata)

Pemanfaatan bijinya yang beralur sebagai biji tasbih, mala, rosario, manik-manik, kalung, dan aneka kerajinan lainnya.

Sumber: E-book, Desain Perhiasan Jenitri, Warta Ekspor, 2017, Kementrian Perdagangan RI

Follow me!

One thought on “Perhiasan Jenitri

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.