TWA Danau Buyan – Danau Tamblingan Buleleng Tabanan Bali

TWA Danau Buyan – Danau Tamblingan (https://skywalkviaggi.net)

Taman Wisata Alam (TWA) Danau Buyan-Danau Tamblingan terletak di dua Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Tabanan, Bali. Dibawah unit pelaksana teknis Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Bali.

TWA Danau Buyan-Danau Tamblingan memiliki daya tarik wisata alam yang  merupakan kombinasi antara tipe ekosistem daratan, perairan dan pegunungan

Danau Buyan yang menawan (https://m-kuta.com)

TWA Danau Buyan-Danau Tamblingan memiliki panorama dua buah danau yang cukup luas dengan perairan yang tenang dikelilingi oleh hutan yang masih utuh, alami dan asri, serta tebing-tebing danau yang curam yang hijau, udara pegunungan yang sejuk dan nyaman.

Sejarah

Suasana eksotis di Danau Tamblingan (https://www.superadventure.co.id)

Kawasan  ini termasuk  dalam  kelompok  hutan  Gunung  Batukahu  (RTK. 4)  yang  telah ditetapkan sebagai hutan tutupan berdasarkan Surat Keputusan Pemerintah Hindia Belanda tanggal  29 Mei 1927 No. 28. terhadap kawasan hutan ini telah dilakukan penata~n bata~ sebagai hutan wisata dengan pal batas melalui HW-1 sampai dengan HW-376, dimana d1 dalamnyaterdapat enclaveseluas 8 hektar.

Kemudian berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 144/Kpts-11/1996 tanggal 4 April 1996, tentang Penetapan sebagian kawasan Hutan Batukahu (RTK. 4) yang terletak di Kabupaten Dati II Tabanan dan Kabupaten Dati II Buleleng, Propinsi Dati I Ball, seluas 1.336,50 Ha sebagai Taman Wisata Alam Danau Buyan-Danau Tamblingan. Surat Kepala Kantor Wilayah Departemen Kehutanan Propinsi Bali Nomor 140/Kwl-5/1997 tanggal 22 Januari 1997 tentang Penetapan sebagian kawasan hutan Batukau (RTK.4) sebagai Taman Wisata Alam. Disebutkan bahwa luas kawasan TWA Danau Buyan-Danau Tamblingan adalah 1.703 Ha termasuk Danau Buyan dan Danau Tamblingan.

Kawasan TWA Danau Buyan-Danau Tamblingan ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.2847/Menhut-VII/KUH/2014 tentang Penetapan Kawasan Hutan pada Kelompok Hutan Gunung Batukahu (RTK.4) Seluas 15.102,90 Ha di Kabupaten Buleleng, Kabupaten Badung dan Kabupaten Tabanan Provinsi Bali, yaitu seluas 1.847,38 Ha.

Flora

Adapun jenis-jenis yang mendominasi di Danau Tamblingan diantaranya: M. aquaticum, O. javanica, A. pinnata; sementara di Danau Buyan: S. adnata, Echinochloa sp., M. arvensis, dan C. Asiatica.

Fauna

Jenis fauna yang terdapat di TWA Danau Buyan-Danau Tamblingan adalah sebagai berikut:

Aves

Mandar Batu (Gallinula chloropus), Mandar Hitam (Fulica atra), Blekok (Ardeola speciosa), Elang Tikus (Elanus caeruleus), Burung Hantu (Ordo Strigiformes), Sriti (Collocalia esculenta), Kuntul (Egretta sp.), Kepodang (Oriolus chinensis), Raja Udang (Alcedo coerulescens), Tekukur (Streptopelia chinensis), Cerukcuk (Pycnonotus goiavier), Bubut (Centropus sp.), Cekakak sungai (Todirhamphus chloris), Tohtor (Megalaima armillaris), Pipit (Lonchura punctulata), Kejeling, Kutilang (Pycnonotus aurigaster), Prenjak (Prinia familiaris), Pelatuk (Fam. Picidae), Sesap Madu (Fam. Nectariniidae), Kacamata Gunung (Zoosterops montanus), Punai (Treron sp.), dll.

Reptilia

Ular, Kadal (Mabouya multifasciata), Katak, Biawak (Varanus salvator).

Mamalia

Trenggiling (Manis javanica), Jelarang (Ratufa bicolor), Landak (Hystrix sp.), Kijang (Muntiacus muntjak)

lnsekta

Kupu-kupu (Ordo Lepidoptera), Capung, Kumbang (Ordo Coleoptera), Lebah (Apis sp.), Penggerek (Scirpophaga sp.), Semut (Fam. Formicidae), dan Belalang.

Biota Danau

lkan Mujaer (Oreochromis mossambicus), Tawes (Barbonymus gonionotus),  Karper,  Nila, Keong Mas, Lele, Keong, Kijing, dan Belut.

Tempat lbadah (Pura)

Terdapat lebih dari 20-an tempat ibadah (pura dan pelinggih) yang tersebar di berbagai lokasi TWA Danau Buyan-Danau Tamblingan, antara lain: Pura Gubug, Pura Penimbangan, Pura Sanghyang Kauh, Pura Dalem Tamblingan, Pura Ulun Danu Tamblingan, Pura Embang, Pura Endek, Pura Tirta Mengening, Pura Pekemitan  Kangin,  Pura Pekemitan Kauh,  Pura  Pengukiran, Pura Gunung Raung, Pura Tajun, Pura Guna Anyar, Pura Ulun Danu Buyan, Pura Pucak Sari, Pura Telaga Aya, Pura Penguskusan, Pura Batu Madeg, Pura Telaga Dekit, Pura Yeh Ketipat, Pura Pucak Mangu, dan Pura Pucak Sangkur, dll.

Aktivitas

Kegiatan wisata alam yang cocok dikembangkan meliputi wisata alam, wisata budaya, wisata tirta, dengan kegiatan wisata yang dapat dilakukan adalah menikmati panorama alam yang indah, hutan dan perairan danau yang tenang dengan udara pegunungan yang sejuk dan nyaman, lintas alam (hiking), petualangan hutan (jungle trekking), perkemahan (camping), bersampan (canoing), mancing (fishing), bersepeda (cycling), sepeda gunung (mountain bike), outbound, zip-line (juga dikenal sebagai flying fox, slide foefie, kawat zip, landasan udara, ropeslide udara, slide kematian atau trolean persimpangan), wisata pendidikan dan penelitian flora dan fauna, berfoto (photo hunting), syuting film, wisata sejarah pura, wisata budaya dengan atraksi seni budaya, dan wisata religi tempat peribadatan umat Hindhu-Bali.

Aksesibiltas

Kawasan TWA Danau Buyan-Danau Tamblingan dapat dicapai dengan mudah melalui jalur darat, dari Denpasar dapat ditempuh dengan jarak 57 km, dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam, sedangkan dari  kota Singaraja dengan jarak tempuh 32 Km dengan waktu tempuh sekitar 40 menit perjalanan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

TWA Danau Rawa Taliwang Sumbawa Barat NTB

Tue Apr 14 , 2020
TWA Danau Rawa Taliwang Taman Wisata Alam (TWA) Danau Rawa Taliwang terletak di 2 (dua) wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Taliwang yang meliputi Desa Seloto dan Desa Sampir serta Kecamatan Seteluk yaitu Desa Meraran, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dibawah unit pelaksana teknis  Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam […]