Pesanggrahan Warungboto Yogyakarta DI Yogyakarta

Pesanggrahan Rejawinangun atau Warungboto (@gpswisata)

Pesanggarah Warungboto atau Rejawinangun terletak di Jalan Veteran No.77, Kelurahan Warungboto, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pesanggrahan atau tempat pesiar merupakan tempat peristirahatan bagi raja beserta kerabatnya. Fungsi utamanya berkaitan dengan ketenangan dan kenyamanan untuk tempat peristirahatan, maka pada umumnya pesanggrahan dilengkapi dengan taman, segaran, kolam, kebun, dan fasilitas untuk kepentingan religius.

Sejarah

Pesanggrahan Rejawinangun atau Warungboto (https://kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Pesanggrahan Rejawinangun sendiri dibangun pada tahun 1877 ketika Sri Sultan Hamengku Buwono II masih bergelar “putra mahkota”. Sri Sultan Hamengku Buwono II disebut oleh Ricklefs sebagai “raja pembangunan besar” dalam tradisi seorang raja Jawa. Selama periode sebagai putra mahkota (1765-1792), dia sudah mulai membangun beberapa pesanggrahan, yaitu Pesanggrahan Rejawinangun, Pesanggrahan Purworejo, Pesanggrahan Pelem Sewu, dan Pesanggrahan Rejokusumo.

Beberapa sumber seperti Tidjschriff voor Nederlandsch Indie yang ditulis oleh J.F. Walrofen van Nes pada tahun 1884, Serat Rerenggan, dan Babad Momana menjelaskan bahwa Pesanggrahan Rejawinangun mulai dibangun sejak tahun 1785, yang merupakan karya putra mahkota dari Gusti Raden Mas Sundara (kelak pada tahun 1792 naik tahta dan memiliki gelar Sri Sultan Hamengku Buwono II). Dalam Babad Momana sendiri disebutkan bahwa angka tahun pembuatan Pesanggrahan Rejawinangun, yaitu 1711 tahun Dal, Kanjeng Gusti awit yasa ing Rejawinangun.

Denah

Pesanggrahan Rejawinangun atau Warungboto (https://www.datawisata.com)

Berdasarkan hasil identifikasi gugusan bangunan Pesanggrahan Rejawinangun terbuat dari batu bata tanpa struktur kayu, seperti halnya bangunan Pesanggrahan Tamansari yang berdinding tebal. Kompleks pesanggrahan ini terdiri atas pagar keliling dan bangunan pesanggrahan.

Pesanggrahan Rejawinangun didirikan pada sisi barat dan sisi timur Sungai Gajah Wong dengan memanfaatkan undak-undakan sungainya. Antara kompleks bangunan sisi timur dengan sisi barat sungai memiliki sumbu imajiner yang membujur dari timur ke barat.

Pesanggrahan Rejawinangun di Sisi Barat

Tempat Pengimaman atau Mihrab (@gpswisata)

Pesanggrahan Rejawinangun di sisi barat Sungai Gajah Wong terdiri atas bangunan inti yang berada di dalam pagar keliling serta terdapat ruang utama yang merupakan pusat kesakralan. Bangunan tersebut diindikasikan sebagai bangunan pengimaman. Selain itu terdapat dua buah kolam yang berbentuk bundar dan segi empat. Kedua kolam tersebut berdinding bata dengan perekat dan lepa.

Kolam

Terdapat kolam (@gpswisata)

Kolam pertama terletak di bagian barat berbentuk bulat, dengan sumber air di bagian tengahnya. Kolam kedua berada di sebelah timur kolam pertama. Sumber airnya berasal dari kolam pertama yang dialirkan melalui sebuah saluran terbuka yang menghubungkan kolam pertama dan kedua.

Kedua kolam tersebut dikelilingi bangunan bertingkat dengan sejumlah ruangan berjendela berbentuk persegi panjang. Selain itu, juga terdapat bangunan sayap utara dan selatan yang dirancang secara simetris yang terdiri dari beberapa kamar dan juga terdapat bangunan pendapa.

Bangunan Pesanggrahan Sisi Timur

Kompleks Pesanggrahan Rejawinangun yang ada di sisi timur Sungai Gajah Wong permukaan tanahnya lebih rendah dibandingkan dengan pesanggrahan yang ada di sisi barat. Pada bagian ini terdapat kolam berbentuk U yang juga berdinding bata dengan ukuran panjang 6 m, tinggi 3 m, dan tebal 60 cm. Pada salah satu sudut kolam terdapat sisa pot bunga berukuran besar dan terbuat dari bata. Di bagian utara dan selatan bangunan masing-masing terdapat patung manuk beri.

Hingga saat ini belum diketahui dengan pasti mengenai pemanfataan kompleks bangunan di sisi timur sungai, akan tetapi hingga tahun 1936 masih terlihat jelas jika kompleks bangunan sisi timur sungai terbagi menjadi tiga kompleks yang membujur utara-selatan dengan pagar keliling serta dihubungkan oleh jalan berpagar selebar 30 meter.

Penelitian

Penelitian tentang Situs Warungboto telah dilakukan sejak zaman Belanda hingga masa pasca kemerdekaan. Pada tahun 1936, Oudheidkundige Dienst (OD) membuat peta gambar rekonstruksi serta mendokumentasikannya dalam bentuk foto. Kegiatan ini selesai tahun 1937.

Kemudian hasil pemetaan Oudheidkundige Dienst tahun 1936 tersebut ditindaklanjuti dengan kegiatan perbaikan darurat oleh Dienst der Zelbestuurweken te Jogjakarta (dinas pekerja Kotapraja) dengan petunjuk dari Oudheidkundige Dienst. Setelah dilakukan perbaikan darurat tahun 1939 oleh Oudheidkundige Dienst, maka tahun 1981 mulai diadakan peninjauan kembali terhadap kekunoan Situs Warungboto.

Hal ini dilakukan kaitannya dengan usaha pemeliharaan dan perlindungannya sebagai situs purbakala. Kegiatan yang dilakukan pada tahun 1981 oleh Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Yogyakarta (sekarang BPCB DIY) berupa pendokumentasian melalui foto. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan pendokumentasian yang dilakukan pada tahun 1981 maka pada tahun 1982 Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Yogyakarta melakukan kegiatan pemetaan dalam rangka pemeliharaan dan upaya perlindungannya. Kemudian dilanjutkan dengan Studi Teknis pada tahun 2007.

Pemugaran

Gempa tektonik yang mengguncang Yogyakarta pada 27 Mei 2006 semakin memperparah kerusakan dari sisa-sisa bangunan Pesanggarahan Rejawinangun yang masih ada. Namun sebagian sisa-sisa bangunan tersebut seperti bangunan pendapa, kolam bundar dan masjid secara parsial masih bisa dilestarikan. Oleh karena itu pada tahun 2009 dilakukan pemugaran bagian pendapanya. Pada tahun 2015 dilakukan pemugaran, bertujuan untuk menyelamatkan Pesanggrahan Warungboto dengan sasaran pada bagian depan yang terdapat bangunan pengimaman yang kondisinya sangat memprihatinkan.

Pada tahun 2016 dilakukan kegiatan lanjutan yakni melakukan rehabilitasi bangunan tengah yang terdapat kolam (umbul), bangunan sayap sisi selatan, bangunan bertingkat sisi selatan dan pagar.

Sumber: purbakalayogya

Follow me!

One thought on “Pesanggrahan Warungboto Yogyakarta DI Yogyakarta

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.