Pesanggrahan Ngeksiganda Sleman DI Yogyakarta

Pesanggarahan Ngeksiganda (https://kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Pesanggarahan Ngeksiganda terletak di Jl. Astorenggo, Kaliurang, Kelurahan Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Fungsi bangunan ini adalah sebagai tempat peristirahatan raja dan keluarganya. Pesanggrahan tersebut masih difungsikan pada zaman Hamengku Buwana IX. Pada masa awal kemerdekaan atas perkenan Hamengku Buwana IX dipinjamkan untuk digunakan sebagai tempat perundingan Komisi Tiga Negara (KTN) pada 1948.

Pesanggarahan Ngeksiganda (https://kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Bersama dengan Wisma Kaliurang juga digunakan untuk perundingan persiapan-persiapan dan pada masa perundingan KTN digunakan untuk tempat menginap para anggota delegasi dan tempat makan. Bangunan ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya dengan keputusan menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia Nomor PM.89/PM.007/MKP/2011.

Sejarah

Pesanggarahan Ngeksiganda (https://kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Pada abad XX zaman kolonial Belanda, bangunan Pesanggrahan Ngeksiganda ini awalnya milik seorang Belanda yang dibangun untuk tempat beristirahat. Kemudian pada sekitar tahun 1927 bangunan ini kemudian dibeli oleh Sri Sultan Hamengku Buwana VIII untuk dimodifikasi menjadi tempat pesanggrahan Keraton Yogyakarta. Modifikasi berupa penambahan ruangan untuk ruang gamelan, pagar seketheng, pendapa, dan pemandian atau pasiraman. Pesanggrahan biasanya digunakan oleh sultan untuk tempat beristirahat bagi Raja beserta keluarganya.

Denah

Pesanggarahan Ngeksiganda (https://kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Pesanggarahan Ngeksiganda dengan bangunan berasitektur lokal dengan luas bangunan 1.104 m2 dan luas lahan sebesar 17.888 m2

Bangunan yang menghadap barat daya ini terdiri dari 4 bangunan utama yaitu Gedung Induk, Gedung Gamelan atau Gongso, Gedung Diesel, dan Gedung Telepon.

Gedung Induk

Gedung induk sendiri terdiri dari 3 bagian yaitu gedung utama, gedung tambahan, dan paviliun.

Gedung Utama

Gedung utama merupakan gedung inti yang berukuran paling besar dibandingkan gedung induk lainnya. Gedung yang memliki cerobong asap dengan luas 1,5 m² ini terdiri dari dapur, kamar tidur, ruang keluarga, ruang makan, ruang tamu atau duduk, dan teras dengan dinding yang terbuat dari triplek dan bata. Bagian atap gedung ini masih beratapkan seng dengan kuda-kuda kayu jati.

Lantai gedung ini juga masih kuno dengan tegel berwarna merah tua, abu-abu berdimesi panjang 20 cm dan lebar 20 cm serta tebal sekitar 1 cm. Untuk bagian ventilasi, gedung utama ini memiliki jendela lapisan luar dan jendela lapisan dalam yang terbuat dari kaca setebal kurang lebih 2 mm ditopang dengan panil kayu. Berikut kusen lainnya seperti pintu juga terbuat dari kayu yang sama.

Bangunan Tambahan

Gedung tambahan ini terdiri dari ruang istirahat atau tetirah, ruang servis, dapur, selasar, garasi, dan kamar mandi. Gedung ini terletak di sebelah timur dari gedung utama. Bagian atap gedung ini masih beratapkan seng dengan kuda-kuda kayu jati. Demikian halnya dengan kusen lainnya juga terbuat dari kayu jati yang sama. Bagian sekat juga terbuat dari triplek dan bata dengan ketebalan setengahnya. Bagian lantainya berupa tegel berwarna abu-abu setebal 1 cm.

Paviliun

Gedung berbentuk limasan ini terdiri dari 2 kamar tidur, sebuah teras dengan tambahan atap miring, dan koridor. Semua konstruksi gedung ini masih sama persis seperti gedung utama. Bagian atap gedung ini masih beratapkan seng dengan kuda-kuda kayu jati dialasi plafon berupa plat logam tipis. Bagian lantai gedung ini juga masih berupa tegel berwarna abu-abu dengan dimensi panjang 20 cm dan lebarnya 20 cm setebal 1 cm. Untuk kusennya seperti pintu dan jendela juga terbuat dari bahan kayu jati.

Gedung Gamelan atau Gedung Gongso

Bangunan Gongso inilah yang dijadikan sebagai tempat konferensi yang terbatas bagi para delegasi Komisi Tiga Negara (KTN). Sesuai nama gedung ini, gedung berbentuk limasan ini dulunya diadakan pementasan musik gamelan diiringi tarian Jawa dalam agenda konferensi tersebut sebagai sambutan dari pihak Yogyakarta. Gedung yang masih beratapkan seng dengan kuda-kuda kayu jati ini terdiri dari teras di halaman belakang, kamar mandi, serta ruang utama sebagai ruang pertemuan. Untuk kusennya juga sebagian besar terbuat dari panil kayu jati.

Gedung Diesel

Gedung yang memiliki dimensi panjang 4 meter dan lebar 4,5 meter ini masih digunakan sebagai tempat instalasi diesel untuk keperluan listrik cadangan untuk gedung utama dan gedung lainnya.

Gedung Telepon

Dahulu gedung ini adalah tempat penerima pesan telepon dari operator pusat mengingat masih terbatasnya akses telepon dikala itu. Gedung berbentuk limasan ini digunakan sebagai tempat untuk menelepon dikarenakan akses telepon jaman dahulu masih terpusat menggunakan operator. Bangunan berbentuk limasan  ini masih beratapkan seng dengan kuda-kuda kayu jati ditopang plafon plat logam tipis bergaris. Di sebelah utara gedung, juga terdapat garasi. Untuk kusennya juga semuanya terbuat dari panil kayu jati dengan kaca setebal 2 mm. Untuk lantainya juga masih berupa tegel bermotif dengan dimensi panjang 20 cm dan lebar 20 cm.

Sumber: wikipedia

Follow me!

One thought on “Pesanggrahan Ngeksiganda Sleman DI Yogyakarta

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.