Pesanggrahan Ambarbinangun Bantul DI Yogyakarta

Pesanggrahan Ambarbinangun (https://kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Pesanggrahan Ambarbinangun yang terletak di Dusun Kalipakis, Kelurahan Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Nama Ambarbinangun berasal dari kata “ambar” yang berarti harum dan “binangun” dari kata dasar bangun, arti keseluruhan yaitu suatu tempat yang dibangun dengan cita rasa keharuman dan keasrian.

Sejarah

Pesanggrahan Ambarbinangun

Pesanggrahan ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono VI oleh arsitek Belanda yang bernama Wenschang. Berdasarkan tugu prasasti yang ada, pembangunan pesanggrahan Ambarbinangun selesai pada tahun Jawa 1784 atau tahun 1855 Masehi.

Pesanggrahan tersebut kemudian dibangun kembali atau disempurnakan pada masa Hamengku Buwana VII yaitu pada tahun 1850 Jw (1920 M). Pesanggrahan ini difungsikan sebagaimana peruntukannya sampai dengan awal pemerintahan Hamengku Buwana IX. Pada tahun 1940-an Hamengku Buwana IX dengan beberapa pejabat Belanda juga pernah melakukan pesiar ke Pesanggrahan Ambarbinangun.

Denah

Bangsal Panggung

Pesanggrahan Ambarbinangun memiliki luas sekitar 2 ha. Bangunan yang tersisa di kompleks ini antara lain pagar tembok sepanjang 40 meter terbuat dari batu-bata, tebal 0,56 m dan tinggi 1,42 m. Pada jarak tertentu tembok ini di hiasi dengan ceplok bunga. Sedangkan pagar yang sudah runtuh diganti menggunakan batako atau tertutup oleh bangunan penduduk.

Bangunan utama berupa Dalem Ageng berbentuk limasan dengan ukuran sekitar 20 x 13 m. Di dalam Dalem Ageng terdapat Bangsal Manis yang posisinya lebih rendah sekitar 1 meter dari permukaan tanah lainnya. Ini cukup aneh, karena biasanya bangunan utama berbentuk pendopo yang justru lebih tinggi dari lainnya.

Bangsal Manis yang posisinya lebih rendah sekitar 1 meter dari permukaan tanah

Bangunan Dalem Ageng dikelilingi oleh beberapa bangunan kecil, antara lain Gedong Pacaosan, Bangsal Dahar, Gedong Papak serta Bangsal Panggung yaitu bangunan 2 lantai di belakang Dalem Ageng. Selain itu terdapat pula bekas gedhongan (kandang kuda) dan rumah pekathik (pencari rumput).

Di bagian belakang terdapat bekas kolam. Konon, pada 1926, kraton Yogyakarta sempat membangun sebuah bendungan berketinggian 1,5 meter untuk pesiar sekaligus irigasi lahan padi dan tebu di depan pesanggrahan Ambarbinangun. Namun, bendungan tersebut lenyap akibat terendam lahar dingin Gunung Merapi pada 1973.

Penggunaan

Pesanggrahan Ambarbinangun memiliki sejarah dan fungsi yang cukup panjang. Pada masa awal Sultan Hamengkubuwono IX tahun 1940-an, Pesanggrahan Ambarbinangun masih digunakan sebagai tempat pesiar raja dan kerabatnya. Pada masa penjajahan Jepang, pesanggrahan ini berubah fungsi menjadi pusat pelatihan tentara Jepang. Pada masa agresi Belanda yang kedua, bangunan ini menjadi gudang senjata dan obat-obatan bagi tentara Republik Indonesia. Setelah Kemerdekaan, Pesanggrahan Ambarbinangun sempat dijadikan sebagai Kantor Bupati Bantul (1949-1952), Kantor Kapenewon Kasihan (1952-1964) dan asrama Latihan Kemiliteran Pegawai Sipil.

Saat ini Pesanggrahan Ambarbinangun disebut sebagai Pondok Pemuda yang dikelola oleh Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) yang merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Propinsi DIY. Selain menjadi kantor Lembaga Cabang Pendidikan Kader Pramuka, kompleks pesanggrahan Ambarbinangun juga menjadi pusat pelatihan anggota Paskibraka DIY.

Sumber: aanprihandaya

Follow me!

One thought on “Pesanggrahan Ambarbinangun Bantul DI Yogyakarta

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.