Museum Seni Rupa dan Keramik Taman Sari Jakarta Barat

Museum Seni Rupa dan Keramik (https://id.wikipedia.org)

Museum Seni Rupa dan Keramik terletak di Jalan Pos Kota No 2, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta. Museum yang tepatnya berada di seberang Museum Sejarah Jakarta itu memajang keramik lokal dari berbagai daerah di Tanah Air, dari era Kerajaan Majapahit abad ke-14, dan dari berbagai negara di dunia.

Sejarah

Museum Seni Rupa dan Keramik (https://travelspromo.com)

Bangunan ini menghadap ke arah barat. Tampilannya yang kokoh dengan pilar-pilar tanpa alas bergaya Doric ini seakan ingin menunjukkan keagungan dan kemegahan bangunannya.

Gedung Museum Seni Rupa dan Keramik ini dibangun pada 12 Januari 1870. Sebagai Lembaga Peradilan tertinggi Belanda (Raad van Justitie), kemudian pada masa pendudukan Jepang dan perjuangan kemerdekaan Indonesia gedung ini dijadikan sebagai asrama militer. Selanjutnya pada tahun 1967 digunakan sebagai Kantor Walikota Jakarta.

Pada tahun 1968 hingga 1975 gedung ini pernah digunakan sebagai Kantor Dinas Museum dan Sejarah DKI Jakarta. Pada tanggal 20 Agustus 1976 diresmikan sebagai Gedung Balai Seni Rupa oleh Presiden Soeharto. Dan di gedung ini pula terdapat Museum Keramik yang diresmikan oleh Bapak Ali Sadikin (Gubernur DKI Jakarta) pada tanggal 10 Juni 1977, kemudian pada tahun 1990 sampai sekarang menjadi Museum Seni Rupa dan Keramik.

Koleksi

Koleksi Museum Seni Rupa dan Keramik terdiri dari:

Koleksi Seni Rupa

Koleksi Seni Lukis (https://jakarta-tourism.go.id)

Koleksi Seni Lukis Indonesia dibagi menjadi beberapa ruangan berdasarkan periodisasi yaitu:

  • Ruang Masa Raden Saleh (karya-karya periode 1880 – 1890)
  • Ruang Masa Hindia Jelita (karya-karya periode 1920-an)
  • Ruang Persagi (karya-karya periode 1930-an)
  • Ruang Masa Pendudukan Jepang (karya-karya periode 1942 – 1945)
  • Ruang Pendirian Sanggar (karya-karya periode 1945 – 1950)
  • Ruang Sekitar Kelahiran Akademis Realisme (karya-karya periode 1950-an)
  • Ruang Seni Rupa Baru Indonesia (karya-karya periode 1960 – sekarang)

Untuk Koleksi seni rupa menampilkan patung-patung sepeti Totem Asmat dan lain-lain.

Totem Asmat (https://travelspromo.com)

Koleksi Keramik

Koleksi Keramik (https://jakarta-tourism.go.id)

Koleksi Keramik di museum ini jumlahnya cukup banyak, terdiri dari keramik lokal dan keramik asing. Keramik lokal berasal dari sentra industri daerah antara lain Aceh, Medan, Palembang, Lampung, Jakarta, Bandung, Purwakarta, Yogyakarta, Malang, Bali, Lombok dan lain-lain.

Museum ini juga memiliki keramik dari Majapahit abad ke-14 yang menunjukkan ciri keistimewaan yang indah dan bernilai sejarah yang mempunyai keragaman bentuk serta fungsi. Keramik asing meliputi berbagai bentuk, ciri, karakteristik, fungsi dan gaya berasal dari China, Jepang, Thailand, Eropa. Terbanyak dari China terutama pada masa Dinasti MIng dan Ching.

Fasilitas

Perpustakaan

Museum Seni Rupa dan Keramik dilengkapi sebuah perpustakaan yang memiliki buku-buku seni rupa dan keramik yang bisa dijadikan panduan tentang seni rupa.

Studio Gerabah

Museum Seni Rupa dan Keramik juga memiliki tempat pelatihan, membuat gerabah (dibuka untuk pelajar dan umum), mulai dari teknik pinching (pijit), cetak dan roda putar. Disedikan pula oven untuk pembakaran gerabah.

Toko Cinderamata

Museum Seni Rupa dan Keramik memiliki souvenir yang spesifik untuk pengunjung. Seperti kartu pos, buku seni rupa, kerajinan, sketsa, lukisan, keramik lucu, dll.

Fasilitas Gedung

Terdiri dari ruang pertemuan/aula, ruang terbuka/plaza serta taman yang dapat dimanfaatkan untuk acara-acara pameran temporer, pernikahan, seminar, lomba, dan lain-lain.

Museum Seni Rupa dan Keramik (Taman Fatahillah)
Jl. Pos Kota no.2, Jakarta Barat

Jam Kunjungan:
Selasa-Minggu 09.00-15.00
Hari Senin dan hari besar tutup

Follow me!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.