Masjid Pejlagrahan Lemah Wungkuk Kota Cirebon Jawa Barat

Masjid Pejlagrahan tampak samping (https://docplayer.info)

Masjid Pejlagrahan merupakan masjid pertama yang didirikan di Kota Cirebon, lokasinya tak jauh dari Masjid Agung Sang Cipta Rasa, di Kampung Sitti Mulya, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemah Wungkuk, Kotamadya Cirebon. Posisi masjid berada di tengah pemukiman magersari Kraton Kasepuhan. Untuk menuju ke masjid ini, harus melalui gang kecil, sehingga tidak terlihat dari jalan raya.

Lokasi Masjid Pejlagrahan masuk gang (https://lenteratakbertepi.wordpress.com)

Sejarah

Masjid Pejlagrahan (https://dapobud.kemdikbud.go.id)

Masjid Pejlagrahan merupakan masjid paling pertama dan dibangun oleh Pangeran Cakrabuana atau Mbah Kuwu. Tidak diketahui dengan pasti kapan Masjid ini didirikan, akan tetapi berdasarkan cerita legenda, masjid ini didirikan tidak lama setelah Kraton Pakungwati dibangun pada tahun 1450 Masehi.

Pembangunan Masjid Pejlagrahan awalnya diperuntukkan bagi nelayan yang bersandar di Cirebon. Dulunya, wilayah Kasepuhan dan sekitarnya merupakan wilayah pesisir. Sehingga, Masjid Pejlagrahan dibangun untuk tempat ibadah dan singgah nelayan.

Juga masjid ini sebagai tempat pertemuan dan musyawarah para alim ulama dan tokoh Agama Islam pada saat itu, sebelum mereka membangun Masjid Sang Cipta Rasa. Letak masjid ini pada awalnya berada diatas air, sehingga disebut sebagai bangunan di atas air (jalagraha yang artinya rumah di atas laut)

Bangunan

Masjid ini berukuran 5,25 x 6,80 meter persegi, berdenah persegi panjang, telah mengalami pengembangan, terdapat empat tiang utama (saka guru) sebagai penyangga bangunan utama, serta beratap limasan dengan mustaka di puncak atapnya.

Tata ruang masjid terdiri dari ruang utama, ruang wanita (pawestren), ruang serambi (ruang pengembangan), dan tempat wudhu.

Untuk menuju ruang utama ini terdapat dua pintu masuk yaitu satu pada sisi timur (pintu utama) dan satu lagi pada sisi utara. Pintu pada sisi timur ini (pintu utama) sudah diganti dengan pintu berdaun dua dan hanya ditempelkan ke dinding.

Mustaka

Mustaka yang terdapat pada bangunan masjid ini awalnya berada pada puncak atap ruang utama masjid, namun kini berada di atas mihrab masjid. Bentuk denah dasarnya persegi, terbuat dari tanah liat bakar, dan pada bagian dasar mustaka terdapat hiasan pilinan berbentuk kelopak di tiap empat sudutnya yang menjuntai ke atas.

Ruang Utama

Ruang utama berukuran 5,25 x 6,80 meter, di dalamnya terdapat empat tiang utama sebagai penyangga bangunan dengan tiang palang di atasnya diberi ukiran. Tiang utama ini dahulu beralaskan umpak batu, namun sekarang tiang tersebut telah diganti baik dari segi bahan maupun bentuknya.

Mihrab dan Mimbar

Mihrab dan Mimbar Masjid Pejlagrahan (https://merahputih.com)

Mihrab dengan ukuran kecil yaitu lebar 0,5 meter dan tingginya 1, 70 meter. Di sisi kiri dan kanan mihrab ini terdapat dua pilar yang menempel ke dinding setinggi 1,50 meter. Mimbarnya terbuat dari kayu jati.

Ruang wanita (Pawestren)

Ruangan pawestren terletak di sebelah utara ruang utama berukuran 3,9 x 2,65 meter dan kemudian ruangan ini mengalami pengembangan dan ukurannya diperbesar yaitu 3,9 x 8,3 meter. Ruangan ini sekarang seluruhnya telah merupakan ruangan baru, baik lantai dan dinding ditempeli keramik.

Ruang Serambi

Ruangan serambi atau bagian pengembangan berukuran 5,65 x 6,8 meter. Ruangan ini merupakan ruangan lepas dengan tiga pintu masuk (tanpa daun pintu) menuju ruangan ini. Pada dinding sebelah dalam dari ruangan ini terdapat beberapa tempelan piring keramik bertuliskan huruf Arab.

Tempat wudhu

Pada sebelah selatan masjid terdapat tempat wudhu yang merupakan sebuah ruangan berukuran 2,2 x 1,6 meter. Di dalamnya terdapat sumur dan jambangan tua tempat penampungan air.

Pemugaran

Masjid Pejlagrahan sempat mengalami pemugaran pada 11 Juni 1994. Karena tembok masjid sudah lapuk. Kemudian, Masjid Pejlagrahan pun diperluas, yakni dibagian depan dan samping. Namun, ruang utama masjid tetap asli tanpa mengalami perubahan.

Masjid Pejlagrahan hanya untuk solat 5 waktu dan tarawih saja. Sholat Jum’at di Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Sumber: Ebook, Mustaka pada Bangunan Islam Kuno di Cirebon, Oleh Yogi Abdi Nugroho, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Program Studi Arkeologi, Universitas Indonesia, 2012

Follow me!

One thought on “Masjid Pejlagrahan Lemah Wungkuk Kota Cirebon Jawa Barat

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.