Masjid Kramat Buyut Trusmi Plered Kabupaten Cirebon Jawa Barat

Masjid Kramat Buyut Trusmi

Masjid Kramat Buyut Trusmi terletak di dalam Kompleks Makam Buyut Trusmi di Kampung Dalem, Kelurahan Trusmi Wetan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Lingkungan sekitar kompleks Buyut Trusmi berupa pemukiman penduduk pada kawasan pedataran.

Sejarah

Komplek Makam Buyut Trusmi merupakan tempat peziarahan yang dibangun pada tahun 1481 oleh Ki Buyut Trusmi. Ki Buyut Trusmi adalah Mbah Kuwu Cirebon yang merupakan paman Sunan Gunung Jati (Syarif  Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati). Mbah Kuwu adalah Pangeran Walangsungsang atau Prabu Cakrabuana, raja pertama Kesultanan Cirebon (1430-1479). Beliau adalah putra sulung Sri Baduga Prabu Siliwangi dengan Nyi Mas Subanglarang sekaligus kakak kandung Nyimas Rara Santang (ibunda Sunan Gunung Jati).

Denah

Atap

Atap masjid dari sirap berbentuk limas tumpang tiga. Pada bagian puncak dihias kemuncak atau memolo. Konstruksi atap didukung 4 soko guru. Tiang ini berbentuk persegi dihiasi dengan flora dan fauna yaitu ular dan macan.

Mustaka

Mustaka Masjid Kramat Buyut Trusmi

Mustaka pada puncak atap ruang utama Masjid Kramat Trusmi ini terbuat dari tanah liat bakar. Pada bagian dasar mustaka terdapat hiasan pilinan berbentuk pucuk daun di tiap empat sudutnya yang menjuntai ke atas, motif hias ceplok bunga di tiap empat sisi permukaan, dan motif hias daun yang terdapat di bawah motif hias ceplok bunga.

Pada bagian atas mustaka terdapat hiasan pilinan berbentuk pucuk daun di tiap empat sudutnya yang menjuntai ke atas, motif hias ceplok bunga, motif hias sulur-suluran majemuk dan motif hias tumpal. Pada bagian kuncup bunga terdapat empat buah hiasan pilinan yang berbentuk kelopak.

Bangunan

Bangunan masjid berdenah persegi panjang, terdiri dua bagian, bangunan di bagian barat merupakan bangunan lama yang berukuran 12 x 7 m. Lantai dari bahan keramik dan dinding berlapis batu pualam. Pada dinding utara terdapat dua jendela, masing-masing berukuran 95 x 48 cm yang dua jendela ini mengapit pintu berukuran lebar 7,5 m dan tinggi 1,25 m. Pintu-pintu ini berukuran kecil, dengan maksud agar setiap jamaah yang masuk ke dalamnya sekaligus menundukkan kepala pertanda hormat.

Mihrab dan Mimbar

Mihrab dan Mimbar

Mihrab berukuran panjang 1,40 m dan lebar 0,90 m dibagi dua bagian. Bagian atas mimbar terdapat dua lengkungan dihiasi kaligrafi Arab lafal “astagfirullahalazim allahu la haula wala kuwwata illa ala azim”.

Bangunan Witana

Bangsal Witana

Di sebelah timur masjid pada sisi selatan terdapat bangunan witana. Bangunan ini adalah tempat sholat pertama yang dibangun sebelum mesjidnya. Witana berasal dari kata wiwit ana yang berarti permulaan ada. Konon bangunan ini yang mula-mula didirikan oleh Pangeran Walasungsang. Dahulu Pangeran Walasungsang mengajarkan agama Islam di tempat ini.

Bangunan ini berukuran 3 x 3 m beratap rumbia. Atap ini ditunjang 4 tiang yang ada pada sudut bangunan. Di sebelah timur bangunan ini terdapat pekulahan, yaitu bangunan tempat mandi dan bersuci. Di sebelah timur sedikit ke utara dari pekulahan merupakan pintu masuk bagian timur atau Gapura Wetan.

Sumber: Ebook, Mustaka pada Bangunan Islam Kuno di Cirebon, Oleh Yogi Abdi Nugroho, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Program Studi Arkeologi, Universitas Indonesia, 2012

Follow me!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.