Tarian Tradisional Sragen Jawa Tengah

Di dalam Kabupaten Sragen terdapat Seni Pertunjukan. Seni dan budaya (Art and culture) adalah daya tarik obyek wisata buatan manusia yang indah, mengagumkan dan megah. Salah satunya tayub, tayub merupakan tarian tradisional yang akrab dengan kehidupan warga di daerah pedesaan. Kehadirannya berkaitan erat dengan lingkungan yang menyatu adat istiadat setempat, tata masyarakat, dan pandangan hidup masyarakat bersangkutan. Sebagai tari pertunjukkan rakyat, tayub juga terdapat di daerah Kabupaten Sragen. Kesenian tayub adalah suatu pertunjukan yang berupa tarian bebas atau spontan dengan peran utama penari wanita diiringi dengan gendhing jawa.

Tari Tayub Sragen

Merupakan tarian berpasangan yang diawali dengan Tari Gambir Anom, yaitu sebuah tarian klasik dengan gaya lemah lembut. Dengan diiringi irama tembang-tembang Jawa, suara gong, dipadu kendang dengan irama rancak jalin-menjalin, memacu semangat si penari untuk bergoyang tanpa lelah. Sesekali tampil sedikit atraktif untuk menarik perhatian penonton.

Yang unik dari tarian ini adalah ikut sertanya para penonton atau tamu untuk menari bersama dengan penari Tayub. Tamu yang dipandang terhormat biasanya akan didaulat ikut menari, ditandai dengan dikalungkannya sebuah sampur.

Sejarah

Tarian ini tumbuh di lingkungan kerajaan sejak zaman Kerajaan Singosari pada sekitar abad ke-12. Tari Tayub biasanya memang dibawakan berpasangan antara pria dan wanita. Tarian ini biasanya digelar di pesta-pesta hajatan rakyat, seperti sunatan dan juga pernikahan

Tari Bajul Mahambara

Tari Bajul Mahambara (http://infopublik.id)

Tari Bajul Mahambara merupakan salah satu kesenian masyarakat di Desa Kalijambe Kabupaten Sragen yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Sragen, diciptakan pada tahun 2012 oleh Wijanarko salah satu pegawai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sragen.

Tari Bajul Mahambara menggambarkan seorang prajurit yang gagah berani, dengan gerakannya dinamis. Gerak-gerak yang dinamis dilakukan oleh penari Tari Bajul Mahambara maka dibutukan stamina bagi penari Bajul Mahambara.

Kostum yang digunakan terdiri atas: irah-irahan (tutup kepala atau busana kepala) yang berbentuk buaya sebagai simbolisasi hewan buaya, manset yang bercorak sisik, stagen, rapek, kalung kace, dancelana bewarna hijau.

Alat musik yang digunakan untuk mengiringi Tari Bajul Mahambara yaitu; Kendang, jimbe bonang, kentongan, dan rebana. Gendhing yang digunakan adalah gending yang mempunyai gaya sragenan sehingga Tari Bajul Mahambara menjadi menarik disetiap sajiannya.

Tari Kridha Dwipangga

Tari Kridha Dwipangga (https://www.youtube.com)

Tari Kridha Dwipangga menceritakan kisah kehidupan fauna gajah yang hidup di Sangiran. Karakter gajah selalu menjaga keutuhan, rukun, setia kawan, penuh cinta kasih sayang, menjaga kehormatan, dan mencintai kedamaian. Gajah itu selalu setia, ramah, penuh wibawa, dan pantang menyerah.

Budi beningnya, rasa welas asih, menjadi citra dalam kridha. Para dwipangga bersatu untuk membangun keluhuran bangsa. Mereka bergerak serempak, indah, ramah, tegas, berwibawa. Dengan semangat guyub rukun, bekerja mencapai kemuliaan dan keluhuran martabat serta kewibawaan.

Tari Gerbang Sukowati

Tarian Gerbang Sukowati ini berisi pesan ajakan kepada warga Sragen untuk ikut serta dalam membangun Kabupaten Sragen. Gerbang merupakan akronim dari Gerakan Membangun.

 

Follow me!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.