Tarian Tradisional Demak Jawa Tengah

Ekspresi seni rupa, beragam dan berkembang sesuai dengan kebudayaan masyarakat yang bersangkutan. Setiap kebudayaan, di mana pun, senantiasa terdapat perbedaan, termasuk berbeda dalam pemenuhan kebutuhan estetiknya.

Tari Bregadha Adilangu

Tari Bregadha Adilangu (https://myimage.id)

Merupakan sebuah tarian yang menceritakan tentang Sri Pakubuwono meminta tolong kepada Pangeran Mijil III untuk menyerahkan laporan yang berisi ramalan atau gambaran tanah Jawa dimasa yang akan datang akan menjadi seperti apa. Kejadian ini terjadi pada tahun 1700 M.

Tari Bregadha Adilangu (https://myimage.id)

Laporan ini diambil dan diubah menjadi serat babat tanah Jawa oleh Pangeran Mijil III, setelah jangkah Jayabaya itu diserahkan ke Sri Pakubuwono. Pada saat serat tersebut sudah jadi, Pangeran Mijil III mengutus Panglima Perangnya yang dalam perjalanannya banyak menghadapi rintangan, dimana rombongannya di hadang oleh pasukan Giri Kedaton.

Karena ingin mempertahankan serat babat tanah Jawa tersebut yang sudah menjadi tanggung jawabnya, Panglima Perang Pangeran Mijil III mempertahankan apa yang menjadi tanggung jawabnya walaupun nyawa taruhannya. Tapia apa dikata, pasukan Giri Kedaton terlalu tangguh dan dapat mengalahkannya sehingga serat babat tanah Jawa tersebut dapat direbut dari Panglima Perang Pangeran Mijil III.

Tari Babad Alas Glagah Wangi

Tarian ini menceritakan ketika pasukan berkuda dari kerajaan Demak Bintoro berperang melawan para siluman Singo Barong dan para jin Genderuwo, sebagai penunggu dari Alas Glagah Wangi yang tidak terima karena pasukan berkuda membabat Alas Glagah Wangi sehingga mengakibatkan pertempuran antara Pasukan Demak Bintoro Melawan Para Jin Dan Siluman Singo Barong. Pada Pertempuran Tersebut Singo Barong Dan Para Jin tunduk kepada pasukan Pasukan Berkuda Demak Bintoro.

Singo Barong biasanya di pertunjukan pada beberapa acara tertentu salah satunya Walimatul Khitan. Tapi sayang kini Barongan sudah tak lagi di pertunjukan, karena sudah tergerus oleh jaman yang serba moderen. Maka kita sebagai Generasi Muda wajib melestarikan Kebudayaan Kita.

Tari Zippin Pesisiran

Tari Zippin Pesisiran (https://budayajawa.id)

Merupakan kesenian khas Demak, Jawa Tengah, termasuk tarian khas Islami. Jumlah pemain dalam tari zippin adalah bebas, tidak ada jumlah yang baku. Namun yang pasti, dalarn satu group Tari Zippin teridiri dari 3 (tiga) komponen, yaitu pernusik, penyanyi, dan penari. Kesenian ini diiringi dengan musik rebana.

Tari Zippin Pesisiran sering dipentaskan pada acara-acara resmi maupun tidak resmi, seperti pada acara-acara hajatan, seperti mantenan, khitanan, selapanan anak lahir. Sedangkan tempat pementasan biasanya di lapangan atau di halaman.

Bentuk Tarian

Bentuk Tari Zippin Pesisran terdiri dari tiga bagian, yaitu : 1. Bagian pembukaan. Pada bagian ini penari laki-laki dan penari perempuan memasuki arena pementasan dengan posisi berjajar, setelah itu melakukan tarian pembukaan yaitu dengan melakukan gerak Salam dan gerak Gedruk. 2. Bagian inti pementasan Tari Zippin Pesisiran yaitu para penari melakukan tarian berpasangan. Pada bagian inti tari ini penari melakukan gerakan jingkatat, mbesut, takbir, tengos kiri, loncat, melalmbai, cungkil, mendayung, dan ngepyar. 3. Bagian penutup. Pada bagian ini para penari melakukan gerakan amit-amit, gerak tebas, dan gerak pamit. Kemudian para penari keluar dari arena pementasan.

Musik Pengiring

Pertunjukan Seni Tari Zippin Pesisiran diiringi oleh musik rebana dengan lagu-lagu kasidahan dan lagu-lagu yang bersifat pembangunan. Pada awal mulanya syair lagu pengiring Tari Zippin Pesisiran adalah dengan syair bahasa Arab. Kemudian pada perkembangannya lagu yang digunakan bukan hanya lagu bahasa Arab saja, tetapi juga bersyair bahasa daerah (Jawa) dan Bahasa Indonesia. Baik itu lagu lagu asli berbahasa Jawa, Bahasa Indonesia, maupun lagu terjemahan dari lagu berbahasa Arab.

Sedangkan musik pengiring terdiri dari Kendang Genjring, Kenthang Kenthing, Gendhang Gendhung, Ketiplak, Kencer. Namun dalam perkembangannya, alat alat atau instrument musik tradisional tersebut sering ditambah dengan balasik, gambus, biola, juga dipadukan atau dikolaborasikan dengan musik modem seperti drum, guitar, dan organ. Busana yang dikenakan oleh penari maupun pemain musik pada pementasan Tari Zippin Pesisiran yaitu baju lengan panjang, kain, sarung, peci, dan kerudung. Sedangkan tata rias yang digunakan adalah tata rias korektif. Fungsi seni tari Zippin Pesisiran yaitu sebagai sarana hiburan, untuk keperluan upacara peringatan, untuk mata pencaharian, sebagai propaganda keagamaan, sebagai sarana komunikasi dan juga sebagai sarana pergaulan.

Tari Bedoyo Tunggal Jiwo

Tari Bedoyo Tunggal Jiwo (http://pariwisata.demakkab.go.id)

Merupakan sebuah tari yang dipersembahkan untuk menghormati para raja-raja pada zaman Kasultanan Demak. Dan tari ini ajang tampil pada acara upacara adat perayaan Grebeg Besar setiap tahunnya.

Berbagai sumber

Follow me!

One thought on “Tarian Tradisional Demak Jawa Tengah

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.