Desa Budaya Pringgasela Lombok Timur NTB

Gapura Desa Budaya Pringgasela (https://indonesiancraft.co.id)

Desa Budaya Pringgasela terletak di Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Desa ini berlokasi sekitar 54 Kilometer dari Kota Mataram, atau sekitar satu jam perjalanan. Dengan rute Mataram – Cakranegara – Narmada – Sedau – Mantang – Kopang – Terara – Sikur – Masbagik – Pringgasela.

Sentra Tenun Lombok Timur

Kain tenun Pringgasela (http://www.akar-media.com)

Kain tenun Pringgasela melekat dengan tata adat dan peradaban setempat yang mengikat para wanitanya. Bagi seorang gadis di Desa Pringgasela, menenun adalah sebuah kewajiban yang harus dikuasai. Kemampuan menenun merupakan salah satu bagian dari kebudayaan kearifan lokal Desa Pringgasela. Filosofinya, sebelum menikah seorang gadis harus membuat sebuah tenunan untuk calon suaminya nanti. Selembar kain menjadi lambang cinta dan kepatuhan seorang istri. Dengan menenun, seorang wanita bisa membantu suaminya dalam mencukupi kebutuhan hidup.

Di Desa Pringgasela wisatawan bisa mengikuti proses penenunan yang dilakukan oleh seorang wanita. Mulai dari memintal benang, mengikat benang untuk mendapatkan motif, pewarnaan, hingga menenun.

Kain tenun yang dihasilkan oleh seorang wanita di Pringgasela merupakan implementasi dari kesetiaan kepada suami. Kecantikan kain tenun mencerminkan betapa sabarnya para wanita penenun yang setia bersama alat tenunnya.

Tradisi Boteng Tunggul

Tradisi Boteng Tunggul (https://www.ntbprov.go.id)

Boteng Tunggul adalah sebuah tradisi sakral sudah berusia 8 abad, yang biasa  digelar oleh masyarakat desa Pringgasela Kabupaten Lombok Timur NTB mengiringi upacara adat Gawe Desa.

Boteng sendiri berarti berdiri dan Tunggul adalah kain tenun  yang dibuat pertama kali oleh tokoh tenun setempat yaitu Lebai Nursini. Kini tunggul tersebut telah berumur ± 850 tahun, yang berarti sudah berada di tangan generasi pewaris ke – 17. Tradisi ini sebagai cermin sejarah perjalanan tenun Pringgasela.

Dalam Prosesi adat  Boteng Tunggul adalah kain tenun (Tunggul) yang diikatkan pada sebuah pohon bambu petung, sehingga tampak seperti umbul umbul. Kain tunggul itu dipercaya memiliki nilai kesakralan tinggi, sehingga ada syarat-syarat khusus yang harus dipenuhi ketika akan mengibarkan dalam suatu kegiatan adat gawe desa.

Demikian juga Bambu petung sebagai tiang Tunggul, selain harus diambil utuh mulai dari bagian akar sampai ujungnya, juga orang yang mengikatkan kain itu hanyalah oleh pewaris tradisi, diiringi dengan seni tradisional sasak yaitu Gendang Belek dan kesenian Rantok.

Potensi Wisata Alam

Desa Budaya Pringgasela terletak di bawah kaki gunung Rinjani maka di desa ini jmempunyai potensi tempat wisata alam yaitu

  • Kolam putri duyung namanya yang terletak di Pringgasela bagian utara.
  • Wisata air “Mancerit (muncrat)” sekaligus sumber mata air yang airnya sangat jernih, airnya di gunakan sebagai irigasi dan konsumsi masyarakat di desa dan juga beberapa daerah di kabupaten Lombok Timur.
  • Di desa ini juga terdapat wisata air terjun yang masih alami yaitu “Pancor Buling” yang terletak di Pancor Kopong Desa Pringgasela. Terdapat juga air terjun “Aik Dewa” yang terdapat di dusun Aik Dewa Desa Pringgasela. Air terjun ini biasa digunakan untuk kebutuhan mandi atau mencuci dan dikonsumsi oleh sebagian masyarakat dusun sekitar.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Desa Wisata di Nusa Tenggara Barat (NTB)

Fri Mar 6 , 2020
Desa Wisata di NTB (https://sinar5news.com) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mempunyai potensi budaya dan alam yang memungkinkan pertumbuhan dan pengembangan wilayahnya yang berbasis pada pariwisata. Tercatat dua desa wisata yang terkenal di NTB yaitu Desa Wisata Sukarara dan Desa Wisata Rambitan khususnya Dusun Sade. Kedua desa wisata ini terletak di […]