Desa Adat Sade Pujut Lombok Tengah NTB (Video)

Papan nama Desa Adat Sade di tepi Jalan Praya

Sade adalah salah satu Dusun di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Desa Adat Sade berada kurang lebih 8 km dari Bandara Internasional Lombok. Dan jika anda melakukan perjalanan kemungkinan hanya membutuhkan waktu 20 menit saja. Tepatnya, Desa ini berada di pinggir jalan raya Praya, jalan menuju Pantai Kuta Lombok.

Dusun ini dikenal sebagai dusun yang mempertahankan adat suku Sasak. Ini karena keunikan Desa Sade dan suku Sasak yang jadi penghuninya. Desa Adat Sade merupakan desa induknya atau desa pusat. Di luar sana ada 9 desa lagi namun sudah modern dan berkembang. Contohnya rumah mereka sudah menggunakan rumah bata. Tidak seperti di sini yang masih tradisional.

Gapura Desa Adat Sade (https://blog.lekatour.com)

Ada kurang lebih 150 Kepala Keluarga (KK) di Sade. Di desa ini terdapat 150 rumah dengan 150 kepala keluarga dengan jumlah kepala 700 orang. Desa ini telah dihuni 15 generasi.

Bangunan Rumah

Desa Adat Sade (https://www.reqnews.com)

Hal itu bisa dilihat dari bangunan rumah yang terkesan sangat tradisional. Atapnya dari ijuk, kuda-kuda atapnya memakai bambu tanpa paku, tembok dari anyaman bambu, dan langsung beralaskan tanah berdiri kokoh dan berjejer.

Dan yang unik lagi dari rumah Desa Sade adalah warga menggunakan kotoran sapi untuk mempercantik alias menguatkan lantai. Jadi fungsi kotoran sapi sebagai perekat supaya lantai tidak keropos.

Orang Sasak Sade menamakan bangunan itu ‘bale’. Ada delapan bale yaitu Bale Tani, Jajar Sekenam, Bonter, Beleq, Berugag, Tajuk dan Bencingah. Bale-bale itu dibedakan berdasarkan fungsinya.

Desa Adat Sade (https://www.tripadvisor.co.id)

Bale Bonter berfungsi sebagai tempat rumah para pejabat desa. Selain itu Bale Bonter memiliki fungsi untuk persidangan adat.

Bale Kodong yang berfungsi sebagai tempat tinggal bagi orang-orang yang sudah jempo ataupun bagi orang-orang yang baru saja menikah namun belum memiliki tempat tinggal.

Bale Tani, merupakan rumah yang digunakan untuk tempat tinggal masyarakat yang kebanyakan berprofesi sebagai petani.

Baca juga: Rumah Adat Nusa Tenggara Barat (NTB)

Pernikahan

Masyarakatnya masih sangat kental dalam mempertahankan adat istiadat suku sasak. Salah satu adat istiadat tersebut adalah proses pernikahan.

Di masyarakat suku sasak terkenal istilah merariq atau kawin lari. Prosesi pernikahan diawali dengan proses penculikan si wanita oleh si pria, dimana wanita dibawa ke rumah si pria tanpa sepengetahuan orang tua si wanita dan prosesnya harus dilakukan pada malam hari. Jika hal tersebut dilakukan pada siang hari maka akan terkena sangsi adat yang berlaku.

Keesokan harinya, barulah pihak keluarga laki-laki mengabarkan kepada orangtua perempuan bahwa anak perempuannya baik-baik saja dan meminta orangtua perempuan sebagai wali untuk menikahkan anaknya. Pengantin perempaun tidak boleh datang ke rumah orangtua si wanita hingga acara nyongkolan.

Acara nyongkolan ini biasanya cukup menyedot perhatian para wisatawan yang berkunjung ke Lombok karena penganti diarak dengan menggunakan pakaian adat serta diiringi gendang beleq.

Penenun

Beragam kain tenun yang menghiasi setiap sudut desa menarik hati sejak awal. Menenun menjadi pekerjaan sampingan bagi para wanita di desa ini, sedangkan para lelaki akan membuat cinderamata. Menariknya, para wanita sudah harus belajar menenun sejak usia 9 tahun.

Follow me!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.