Desa Adat Bayan Lombok Barat NTB

Desa Adat Bayan

Desa Adat Bayan terletak di Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), di sekitar hutan yang berada di sisi barat daya Pulau Lombok, yang terletak di kaki Gunung Rinjani. Desa ini dikenal sebagai pemukiman asli suku Sasak yang masih setia kepada adat tradisi leluhur hingga saat ini. Hal ini dapat dilihat dari arsitektur bangun mereka yang masih sangat sederhana.

Desa Bayan memiliki luas sekitar 2.600ha dan merupakan salah satu dari 6 desa yang ada di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Barat. Wilayah desa ini membentang dari kaki Gunung Rinjani hingga ke pantai utara. Lokasinya merupakan salah satu rute untuk mendaki Gunung Rinjani.

Desa Adat Bayan (https://www.triptrus.com)

Mata pencaharian penduduk desa Bayan umumnya berprofesi sebagai petani yang menghasilkan beras, sayuran, kelapa, buah-buahan, bawang merah dan bawang putih yang menjadi andalan.

Kebiasaan hidup masayarakat Desa Bayan sangat erat kaitannya dengan prinsip-prinsip yang ditetapkan dalam adat istiadat dan masih digenggam erat hingga saat ini. Desa ini memiliki pemukiman dengan beberapa rumah adat yang berbeda antara penduduk umum dan pemangku adat. Di Kampu (area peruntukan bagi para pemangku kepentingan adat) ada beberapa rumah tradisional yang yang dibagi dan diberi nama sesuai dengan fungsi, sifat atau profesi. Wilayah Kampu merupakan wilayah yang disucikan, tidak sembarangan orang bisa masuk ke wilayah ini.

Masjid Kuno

Masjid Kuno Bayan (https://kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Di Desa Bayan ini juga terdapat Masjib Bayan, masjid tertua di Pulau Lombok yang menjadi daya tarik paling dicari baik oleh wisatawan lokal maupun asing. Para pengunjung datang kesini bukan pengikut Islam wetu telu saja, tetapi juga mereka yang ingin mengetahui sejarah Islam di Pulau Lombok.

Masjid ini dibangun oleh Syeh Gaus Abdul Razak pada abad ke-16. Masjid ini memiliki bentuk persegi dengan tinggi dinding sekitar 125 cm. dinding terbuat dari anyaman bambu yang berdiri di atas batu fondasi setinggi pinggang orang dewasa. Atap berbentuk seperti meru dan di atasnya terdapat hiasan kayu yang berbentuk seperti mahkota. Bentuk bangunan atap menggambarkan pengaruh Hindu-Jawa yang datang sebelum Islam.

Di depan masjid, tepatnya di sisi utara pintu masjid, ada gentong yang didudukan dan diikat di pohon Kamboja. Fungsi gentong ini untuk menampung air wudhu

Saat memasuki masjid, Anda harus sedikit membungkuk. Di dalam masjid, Anda akan melihat lantai dari tanah, dan bedug besar berumur tua yang masih terjaga dengan baik. Empat pilar masjid melambangkan kesatuan empat desa yang memberikan kontribusi dalam membangun masjid.

Anda juga bisa melihat dua dekorasi dalam bentuk ikan dan burung di atas pilar-pilar. Setiap dekorasi memiliki arti tersendiri. Ikan merupakan makhluk yang hidup di air dan memiliki arti sebagai kehidupan yang lebih rendah/duniawi. Sementara burung digambarkan sebagai kehidupan setelah kematian. Artinya adalah bahwa setiap manusia beriman harus dapat menyeimbangkan duniawi dan kehidupan surgawi. Selain itu, Anda juga bisa melihat dekorasi dalam bentuk pohon od, telur, ayam dan naga di atas altar. Di dalam tubuh naga ada tiga burung yang mewakili Islam wetu telu.

Kerajinan Tenun

Tenun Bayan

Tenun khas bayan memang diajarkan secara turun temurun dan dilakukan oleh kaum perempuan. Motif tenun ini berupa kotak-kotak dan garis-garis. Tenun bermotif kotak-kotak biasanya dipakai oleh kaum laki-laki. Sarung tenun khas Bayan, sehari-hari juga masih dikenakan oleh masyarakatnya. Apalagi ketika ada acara adat dan agama, mereka beramai-ramai mengenakan kain tenun sebagai sarung.

Aktivitas

Mata air Bangket Bayan (https://bayan-lombokutara.desa.id)

Mengikuti Cultural Walking Tour yaitu melihat aktivitas warga desa, mengunjungi rumah adat, berkebun, bertani, mendirikan rumah, juga kunjungan ke sumber mata air (mendala), hutan adat (Bangket Bayan) dan Masjid Kuno Bayan.

Follow me!

One thought on “Desa Adat Bayan Lombok Barat NTB

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.