Wisata Belanja di Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah

1

Purbalingga memiliki potensi untuk menjadi kota kreatif. Hal ini didukung oleh berbagai hal, baik berupa dukungan dari SDM dan kebijakan pemerintah maupun dari potensi kreatif yang ada di masyarakat. Sebagai upaya untuk mewujudkan terbentuknya Purbalingga sebagai kota kratif, maka pemerintah sebagai stakeholder utama perlu menyusun strategi dan kebijakan yang relevan. Secara umum strategi dan kebijakan tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu kebijakan bagi stakeholder pemerintah dan bagi masyarakat, dalam hal ini komunitas kreatif dan UMKM sebagai pelaku usaha kreatif

Sentra Kerajinan Tempurung Kelapa

Irus bergagang panjang (https://www.kompasiana.com)

Terletak di Kelurahan Purbalingga Wetan, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Pada mulanya perajin di Purbalingga Wetan hanya membuat centong, irus, dan ulekan, tapi kini mereka juga membuat sodet, vas bunga, cangkir, asbak, kotak lampu, hingga sandal. Bentuk dan variasi setiap produk pun semakin beragam.

Tidak semua kerajinan limbah kelapa dibuat menggunakan tempurung dan batang kelapa sekaligus. Centong dan sodet misalnya, umumnya hanya dibuat dari kayu batang kelapa atau disebut gelugu.

Centong dari kayu kelapa buatan perajin Purbalingga Wetan (https://www.kompasiana.com)

Awalnya para perajin bekerja di rumah masing-masing. Namun, sejak 2006 sebagian besar dari mereka memanfaatkan bekas gedung SD Negeri 2 Purbalingga Wetan sebagai  ruang kerja dan tempat produksi. Pemerintah daerah memberikan gedung yang sudah tidak terpakai tersebut untuk dijadikan pusat kegiatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbahan limbah kelapa khas Purbalingga Wetan.

Sentra Kerajinan Sapu Hamada

Sapu Hamada sedang dikerjakan (https://blog.mariberkarya.com)

Terletak di Desa Kajongan, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah ini telah dijual dan diekspor hingga ke Jepang. Di Negeri Sakura tersebut, sapu hamada laris-manis dibeli warga Jepang.

Seorang pengrajin dengan produk Sapu Hamada (https://blog.mariberkarya.com)

Warga Purbalingga telah menghasilkan berbagai kerajinan sapu seperti sapu hamada, sapu ijuk, serta sapu glalah. Sapu Hamada terbuat dari batang tanaman gandum. Sapu ijuk yang terbuat dari ijuk pohon aren. Sapu glalah terbuat dari tanaman rumput. Dari ketiga jenis sapu tersebut, saat ini baru sapu hamada saja yang diekspor ke Jepang, sedangkan sapu jenis lainnya di jual di sekitar Purbalingga dan daerah sekitarnya. Setiap bulan Purbalingga mengekspor 1.000-2.000 sapu, bahkan bisa lebih sesuai pesanan.

Sentra Kerajinan Bambu

Para gadis Desa Karanggedang, Kecamatan Bukateja memamerkan hasil kerajinan bambu melalui fashion show dalam acara Festival Pekan Inovasi Desa di lapangan desa setempat (https://www.suaramerdeka.com)

Sentra kerajinan bambu di Kabupaten Purbalingga ada dua tempat yaitu:

Bambu Biasa

Terletak di Desa Karanggedang, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sebagai penghasil kerajinan bambu yang bagus dan kreatif. Sebut saja tumbu, besek, sangkar burung, tampah, piti, hiasan dinding, kap lampu, vas bunga, dan layang-layang yang mempunyai nilai seni yang tinggi.

Bambu Tutul (Wulung)

Meja kursi dari bambu wulung (https://kerajinanindonesia.id)

Terletak di Desa Bokol, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, bambu yang banyak tumbuh di desa ini khususnya bambu tutul (wulung) menjadikan sebuah potensi tersendiri. Produk itu meliputi seperangkat meja kursi, meja, almari, dan aneka kerajinan aksesoris.

Sentra Kerajinan Knalpot

Knalpot produk Purbalingga (https://rideralam.com)

Terletak di Dusun Pesayangan, Kecamatan Purbalingga Lor, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Terdapat 35 home industri yang beroperasi. Tak hanya knalpot, Pesayangan juga menghasilkan gamelan serta dandang yang dari bahan dasar drum bekas.

Sekitar 70% warga Pesayangan menggantungkan hidup dari dunia industri knalpot. Warga pun sangat terampil membuat knalpot. Biasanya untuk produksi mereka akan membaginya menjadi empat tahap. Pertama membuat pola di atas lempengan aluminium. Kedua, tahap pemotongan. Ketiga, membentuknya menjadi bulat atau hampir bulat. Keempat, menambahkan saringan di dalamnya.

Lantaran prospek usaha knalpot yang terus membaik. Industri rumahan knalpot Purbalingga ini pun menyebar di berbagai wilayah lain, antara lain Desa Galuh Kecamatan Bojongsari, Desa Gemuruh Kecamatan Padamara, Desa Babakan Kecamatan Kalimanah, dan Desa Kembaran Kulon Kecamatan Purbalingga yang hanya dibatasi sungai dari Dusun Pesayangan.

Sentra Kerajinan Rambut Palsu

Sedang mengerjakan Bulu mata palsu (https://www.goodnewsfromindonesia.id)

Terletak di Desa Karangbanjar, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Sejarah awal mula adanya rambut sambung atau rambut palsu seperti sanggul, wig dan bulu mata itu dimulai di Desa Karangbanjar, Kecamatan Bojongsari sekitar tahun 1950-1951.

Orang yang memulai adalah eyang Tarmawi yang dikumpulkan dari potongan rambut itu menjadi sanggul. Rambut sanggul atau rambut tambahan itu kebanyakan digunakan saat hajatan pengantin.

One thought on “Wisata Belanja di Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Wisata Belanja di Kabupaten Tegal Jawa Tengah

Fri Jan 17 , 2020
Dari data yang dimiliki Pemkab Tegal, ada banyak potensi usaha di Kabupaten Tegal. Jika dikelola dengan baik bisa menumbuhkan perekonomian daerah yakni industri kerajinan, industri kuliner dan industri kreatif lainnya. Terdapat empat jenis cabang industri kecil dan rumah tangga (IKRT) di Kabupaten Tegal. Keempat cabang industri tersebut yaitu : cabang […]