Panduan Identifikasi Jenis Satwa Liar Dilindungi

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat keanekaragaman hayati tinggi sehingga dikenal dengan istilah Mega Biodiversity Country. Sebanyak 10% dari jenis satwa di dunia, terdapat di Indonesia (LIPI 2014).

Aves  Passeriformes (Burung Kicau)

Jumlah jenis burung di Indonesia dalam kurun waktu lebih dari 10 tahun terakhir telah mendapat penambahan jenis yang cukup banyak. Penambahan jenis ini merupakan hasil dari kemajuan penelitian sistematika dan taksonomi burung, penemuan jenis dan catatan baru. Oleh karena itu, jenis burung di Indonesia mengalami peningkatan dari 1598 jenis (Sukmantoro dkk. 2007) menjadi antara 1711 sampai 1788 (BirdLife International 2019, Gill & Donsker 2019, del Hoyo et al. 2019).

Sebagai rangkaian dari seri buku panduan identifikasi satwa liar dilindungi, buku ini menjadi bagian dari pengenalan identifikasi dari jenis-jenis burung yang dilindungi oleh aturan perundang-undangan di Indonesia yang terbaharui yaitu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/ KUM.1/8/2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/ MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (selanjutnya disebut Permen LHK). Terdapat 557 jenis burung yang dilindungi dalam peraturan tersebut dan 140 jenis diantaranya merupakan burung kicau (songbird).

Untuk mengunduh Panduan Identifikasi Jenis Satwa Liar Dilindungi, Aves Passeriformes (Burung Kicau), disini.

Herpetofauna

Tingginya keanekaragaman hayati tersebut ditunjukkan oleh besarnya persentase jumlah jenis flora dan fauna yang hidup di wilayah Indonesia dibandingkan dengan jumlah keseluruhan jenis yang ada di dunia. Hal tersebut juga termasuk juga untuk jenis-jenis amfibi dan reptil yang biasa dikenal sebagai kelompok herpetofauna. Herpetofauna merupakan gabungan dari kelas amfibi dan kelas reptil. Sampai saat ini, di dunia telah dideskripsi 8.007 jenis amfibi dan 10.970 jenis reptil. Indonesia memiliki jumlah jenis amfibi sebanyak 409 jenis dan 755 jenis reptil. Hal ini membuat Indonesia menempati peringkat ke-7 dalam jumlah kekayaan jenis amfibi dunia dan peringkat ke-4 dalam jumlah kekayaan jenis reptil di dunia.

Untuk mengunduh Panduan Identifikasi Jenis Satwa Liar Dilindungi, Herpetofauna, disini.

Mamalia

Mamalia merupakan salah satu kelompok hewan yang sangat dikenal oleh semua orang, dimana didalamnya termasuk hewan-hewan domestik seperti anjing, kucing, kuda, dan ternak, tentu saja, diri kita sendiri – manusia. Namun, sedikit orang yang tahu dan paham tentang keanekaragaman jenis mamalia liar yang sangat luar biasa, khususnya di Indonesia.

Di Indonesia, sampai dengan tahun 2019, jenis mamalia yang tercatat kurang lebih 776 jenis (Maryanto et al. 2019), dan terbagi menjadi 16 bangsa atau ordo, termasuk beberapa jenis baru yang ditemukan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir (2010-2019) diantaranya Paucidentomys vermidax (2012), Margaretamys cristinae (2012), Halmaheramys bokimekot (2013), Waiomys mamasae (2014), Hyorhinomys stuempkei (2015), Crocidura umbra (2016), Gracilimus radix (2016), Tarsius spectrumgurskyae dan Tarsius supriatnai (2017). Sedangkan terkait distribusinya, komposisi sebaran mamalia terbesar terdapat di Pulau Kalimantan (268 jenis), diikuti Sumatera (257 jenis), Papua (241 jenis) dan Sulawesi (207 jenis), dan Pulau Jawa diurutan kelima dengan 193 jenis.

Perlindungan tumbuhan dan satwa liar (TSL) di Indonesia telah dimulai dari Peraturan Perlindungan Binatang Liar 1931 sampai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa (selanjutnya disebut PP). Sampai dengan PP tersebut, spesies yang dilindungi semakin banyak karena aturan-aturan ini bersifat menambah nama spesies. Selanjutnya, dengan terbitnya Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (selanjutnya disebut Permen LHK), terdapat beberapa spesies tambahan baru dimasukkan dalam perlindungan negara. Namun, ada beberapa spesies dalam PP yang tidak lagi muncul dalam Permen LHK yang baru. Karena dengan berlakunya Permen LHK tersebut PP menjadi tidak berlaku lagi, ada spesies-spesies yang tidak lagi dilindungi peraturan perundangan.

Untuk mengunduh Panduan Identifikasi Jenis Satwa Liar Dilindungi, Mamalia, disini.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Rujak Soto, Fusion Dua Rasa

Mon Jan 13 , 2020
Rujak Soto khas Banyuwangi (https://www.masakapahariini.com) Fusion atau gabungan dua jenis masakan yang berbeda rasa dan budayanya adalah tren kekinian di jagat kuliner. Dalam fusion, makanan yang disandingkan tak melulu harus dari dua dunia yang berbeda. Di Banyuwangi, fusion terjadi antara dua sajian yang memiliki penggemar berat dari kedua kubu, yakni […]