Geopark Gunung Rinjani Lombok Nusa Tenggara Barat

Geopark Gunung Rinjani Lombok NTB (http://gemparbumi.blogspot.com)

Geopark Gunung Rinjani Lombok ditetapkan sebagai Unesco Global Geopark sejak 17 April 2018 bersama dengan Geopark Ciletuh Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sedangkan status Rinjani sebagai geopark nasional diakui sejak 2013 lalu. Terletak tiga wilayah kabupaten: Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat.

Gunung Rinjani adalah gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl serta terletak pada lintang 8┬║25′ LS dan 116┬║28′ BT ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha dan ini akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000 ha ke arah barat dan timur.

Lombok dengan keindahan alamnya terbentang mulai dari dasar laut, pantai sampai gunung yang membawa magnet tersendiri bagi arus wisatawan asing maupun dalam negeri untuk datang menikmatinya.

Tentunya keberadaan alam yang indah saja tidak cukup untuk beberapa tipe wisatawan yang juga senang mempelajari nilai dari keunikan tersebut. Keunikan proses dan bentukan yang bersifat alamiah itu menciptakan suatu bentuk wisata yang lebih edukatif bernama geowisata.

Sejarah

Geopark Gunung Rinjani (https://www.kompasiana.com)

Gunung berapi kalium-alkali kuarter, batuan vulkanik Oligo-Miosen, dan batuan beku intrusi Neogen mendominasi geologi pulau. Kompleks vulkanik berkembang karena subduksi Lempeng Samudra Hindia di bawah Lempeng Asia Tenggara. Gunung api Kuarter dapat dikategorikan lebih lanjut menjadi kompleks tua dan muda. Kompleks gunung berapi tua terdiri dari gunung api  Punikan dan gunung api Nangi di barat dan gunung api Sembalun di timur. Dengan ketinggian 3.726 m gunung api Rinjani saat ini memegang puncak tertinggi di kompleks vulkanik. Kaldera Gunung Api Samalas, diisi dengan kombinasi air meteorik dan hidrotermal, telah membentuk sebuah danau bernama Segara Anak.

Segara Anakan Geopark Gunung Rinjani (https://www.kompasiana.com)

Di tengah kaldera muncul kerucut gunung api muda, gunung api Rombongan dan gunung api Barujari. Kompleks gunung api termuda, gunung api Rinjani, dibentuk sekitar 12.000 hingga 6.000 tahun yang lalu. Dua kerucut gunung berapi ada sebelum letusan Samalas atau gunung berapi Rinjani Tua di abad ke-13, Gunung api Samalas dan Gunung api. Rinjani. Letusan Samalas pada tahun 1257 menghasilkan pembentukan kaldera besar dan aliran piroklastik di Kokok Putik dan menyebabkan runtuhnya bagian Rinjani Lama. Letusan ini mengubah seluruh lanskap, mengubur peradaban lama dan menciptakan panggung untuk awal era budaya baru.

Situs Geologi

Situs geologi yang dijumpai berupa pantai gunung api, pulau, air terjun, kaldera, kerucut gunung api, danau kaldera, aliran lava, gua, mata air panas, ignimbrit, dan lahan bekas tambang.

Geopark Lombok meliputi Geoarea Rinjani yang meliputi Geoarea Senggigi di Kabupaten Lombok Barat, Geoarea Tanjung Ringgit di Kabupaten Lombok Timur dan Geoarea Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah.

Geoarea Senggigi

Sekitar pantai barat pulau Lombok terdapat kawasan geowisata yang menarik, yaitu : Kawasan Gili (Trawangan, Meno, Air). Kawasan Pantai Senggigi, Kawasan Batu Bolong dan Museum Daerah NTB. Kawasan Gili (Pulau Kecil) Trawangan, Meno dan Air terletak di ujung barat Pulau Lombok dibentuk oleh satuan lava dan breksi hasil erupsi kegiatan vulkanin kwarter. Pulau-pulau ini terletak di lepas pantai barat laut yang berjejer pada arah barat-timur.

Sebagian besar dari Gili Trawangan berupa endapan pasir pantai berwarna putih terdiri atas pecahan koral, cangkang kerang dan fosil foraminifera, berbutir halus sampai kasar. Pada ujung selatan pulau terdapat batuan berstruktur lava, yang berkomposisi basalan dan membentuk bukit landai dengan ketinggian maksimu 100 m diatas permukaan laut.

Gili Meno terletak di timur Gili Trawangan, berupa pedataran setinggi kurang dari 5 m diatas permukaan laut. Gili ini hanya dikelilingi oleh pertumbuhan terumbu koral. Bagian utara terdapat danau berair asin.

Kawasan Pantai Senggigi telah berkembang sebagai destinasi wisata, terletak sekitar 10 km dari Ibukota Mataram. Di selatan Senggigi terdapat Pura Batu Bolong yang sedikit menjorok ke laut. Pura ini dibangun pada saluran aliran lava dengan rekahan berlapis (sheeting joint), bersusunan andesit-basalan.

Geoarea Tanjung Ringgit

Tanjung ringgit Geopark Gunung Rinjani NTB

Pantai wilayah timur Pulau Lombok bagian utaranya umumnya berdinding terjal dengan dataran pantai sempit, terdiri dari kawasan Gili Lawang dan Gili Sulat. Gili Lawang dan Gili Sulat terletak di lepas pantai timur laut Pulau Lombok, dikelilingi oleh terumbu karang yang masih tumbuh, 1-2,5 m dibawah muka air laut. Pasir pantai disekeliling pulau umumnya berwarna putih, berbutir halus, terdiri dari pecahan koral dan cangkang kerang.

Pasir pantai di bagian utaranya berwarna coklat kehitaman terdiri atas rombakan batuan gunungapi dan batuapung seperti felspar, kuarsa dan batuapung dan magnetit serta sedikit pecahan koral. Di bagian tengah pantai timur Pulau Lombok mulai dari Labuhan Haji di Selatan terdapat endapan pasir pantai yang cukup luas.

Selain obyek-obyek diatas, terdapat juga obyek Geowisata pendukung seperti Pemandian Otak Kokoq, Lembah Sembalun, Korleko dan Tanjung Ringgit.

Geoarea Mandalika

Berdasarkan kenampakan morfologi atau fenomena alamnya dan penyebaran batuan serta proses geologi yang berlangsung, kawasan pantai selatan dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu : Teluk Mekaki, Pengantap-Blongas, Mawun-Kuta-Tanjung Aan-Teluk Gerupuk dan Bumbang. Sekitar kawasan Pengantap terdapat Teluk Sepi yang pantainya berpasir putih agak kecoklatan, berbutir halus akibat campuran material pasir vulkanik dan material pasir hasil rombakan terumbu karang.

Tanjung sebelah barat dan timurnya berdinding landai, terdapat singkapan batuan diorit yang menerobos batuan sedimen dan lava yang telah mengalami silifikasi, terbresikan dan termineralkan, juga terdapat urat-urat kecil kuarsa dan kalsit. Retas diorit dengan ketebalan 8-10 m, terkekarkan meniang (columnar joint).

Teluk Kuta yang terdapat pada Kawasan Mawun-Kuta-Gerupuk dan Bumbang, pariwisatanya telah berkembang. Pada kawasan ini terdapat gua pada bukit batugamping, dengan beberapa stalaktit. Lebar gua sekitar 5 m, tinggi 5 m dan tidak diketahui dengan pasti kedalamannya dan gua lain yang berukuran lebih kecil dengan stalaktit tidak berkembang dengan baik. Tanjung bagian barat dan timur berdinding terjal yang terdiri atas lava.

Sekitar Teluk Gerupuk, sebelah timur dari Tanjung Aan, tersingkap breksi hyaloklastit dan peperit, yang merupakan hasil kegiatan gunungapi bawah laut. Diatasnya berlapis horizontal breksi polemik bersisipan tipis tuf pasiran yang tebalnya lebih kurang 20-30 m dan tertindih oleh batugamping kalkarenit.

Keragaman Hayati (Biodiversity)

Terdapat kawasan hutan seluas 125.000 hektare lebih di Gunung Rinjani, diantaranya berstatus hutan konservasi, hutan lindung, dan hutan produksi terbatas.

Sebagian besar sungai di Pulau Lombok berhulu di kawasan hutan Gunung Rinjani, yakni sekitar 125 alur sungai (80 persen dari total alur sungai). Sedangkan habitat di kawasan Rinjani, terdata sebanyak 757 jenis flora, dan 206 spesies fauna, diantaranya berstatus dilindungi dan mempunyai sebaran terbatas.

Flora

Bahkan, terdapat potensi flora khas yang berbeda dengan daerah lain seperti anggrek, klicung (ajan), gaharu, rajumas, ipil, pohon raksasa, cemara lima, bunga abadi/andari nyawa (anapolis sp), teh gunung (rododen dron), merica javanica, dan hutan cemara serta padang rumput yang luas. Beberapa diantara flora itu berguna sebagai sumber plasma nutfah, bahan pangan alternatif dan berkhasiat obat.

Fauna

Potensi fauna seperti biawak, rusa, burung, musang, penyu hijau, lutung (tracypetec us auratus), itik gunung (annas supercelosan), dan ujat (paradoxor us hemaproditus ridjancius).

Informasi lebih lanjut hubungi

Geopark Rinjani
Bappeda Provinsi Nusa Tenggara Barat
Jl. Flamboyan No.2, Mataram Bar., Kec. Selaparang, Kota Mataram 83126, Nusa Tenggara Barat
E-mail: geoparkrinjani.dph@gmail.com
website: https://rinjanigeopark.com

Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR)
Jl. Arya Banjar Getas, Lingkar Selatan – Ampenan, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat
Hotline: +62 819 1722 2228
Email :info@rinjaninationalpark.com
Trekking Operator: newtropictravel@gmail.comW
website:
www.rinjaninationalpark.com
www.tnrinjani.net
www.menlhk.go.id

Sumber: Berbagai sumber

Follow me!

One thought on “Geopark Gunung Rinjani Lombok Nusa Tenggara Barat

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.