Tradisi ‘Kembul Bujana’ di Kulon Progo DI Yogyakarta

Festival Penjor juga jadi salah satu rangkaian acara dalam peringatan HUT ke-71 Desa Banjararum di Kalibawang, Kulon Progo, DI Yogyakarta

Ribuan orang yang tersebar dalam kelompok-kelompok kecil memadati tengah Lapangan Deksa di Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang, Kulon Progo, DI Yogyakarta.

Semua dusun, terdiri 26 pedukuhan, terlibat dalam Kembul Bujana ini. Antusiasme mereka ditunjukkan lewat persembahan nasi tumpeng yang nantinya dimakan secara beramai-ramai.

Warga sedang menikmati menu yang ada

Warga menamai makan bersama ini sebagai Kembul Bujana sebagai bagian dari tradisi peringatan hadeging atau hari ulang tahun desa Banjararum.

Semua berawal dari sebuah Maklumat Pemerintah Provinsi Yogyakarta di masa silam agar 5 kelurahan, yakni Dekso, Ngipikrejo, Kedondong, Semaken, dan Degan menjadi satu desa dan menyelenggarakan pemerintahan sendiri secara otonom untuk mewujudkan kemajuan desa. Banjararum pun terbentuk pada 17 April 1947.

Mengarak semua tumpeng (https://www.solopos.com)

Sebelum tradisi makan bersama ini digelar, mereka mengarak semua tumpeng dalam sebuah kirab atau barisan bregada (pasukan kraton bersenjata tombak). Semua orang yang terlibat di dalamnya mengenakan pakaian tradisional Jawa.

“Setelah didongani (didoakan) oleh Rois Desa makan bersama. Banyak tumpengnya. Tidak hanya orang yang ikut upacara, tetapi masyarakat yang hadir juga boleh ikut makan bersama. Banyaknya tumpeng cukup untuk warga masyarakat yang hadir untuk makan bersama,” kata Sunaryo, Sekretaris Desa Banjararum, di HUT ke-71 Banjararum yang digelar di Lapangan Deksa, Selasa (17/4/2018).

Ibu-ibu sedang makan bersama

Mereka masing-masing berkerumun untuk menyantap nasi tumpang, sayur mayur, dan ingkung ayam utuh. Tidak sedikit di antara mereka juga sambil membawa sendiri nasi, sayur, dan lauk, yang juga disantap bersama.

Mereka menggunakan tatakan seadanya, seperti daun pisang ataulah kertas sebagai alas untuk makanan santap. Tampak beberapa warga juga membawa piring plastik hingga sendok plastik.

Sumber: kompas

Follow me!

One thought on “Tradisi ‘Kembul Bujana’ di Kulon Progo DI Yogyakarta

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.