Tradisi ‘Babacakan’ Makan Bersama di Banten

1

Babacakan Munggahan Bareng di Serang (https://jatengpos.co.id)

Bancakan atau babacakan ialah nama hidangan maka yang diwadahi nyiru (niru), dengan tilam dan tutup daun pisang, disajikan nuntuk dimakan bersama pada selamatan atau syukuran. Macam makanan yang dihidangkan lazimnya nasi Congcor atau Tumpeng beserta lauk-pauknya antara lain urab sebagai sesuatu yang khas dalam hidangan selamatan. Tidak disediakan piring, para hadirin makan dengan memakai daun pisang sebagai alasnya. Makan bancakan dimulai setelah pembacaan doa selesai, setiap orang langsung mengambil dari nyiru nasi beserta lauk-pauknya (Kamus Bahasa Sunda R. A. Danadibrata).

    Menu Babacakan (http://kokirimba.blogspot.com)

Babacakan di Banten kerap menghadirkan menu nasi yang ditaruh di atas daun pisang. Namun, sangat jarang sajian Babacakan dalam bentuk congcor atau tumpeng. Babacakan diikuti oleh minimal dua atau tiga orang. Semakin banyak peserta yang ikut maka akan semakin meriah tradisi makan bersama tersebut. Pola makan Babacakan dilakukan biasanya dengan cara memanjang. Artinya, peserta dapat makan secara berhadap-hadapan. Pola ini terutama diikuti oleh peserta yang lebih sedikit dan lebih bersifat tradisional karena menggunakan daun pisang sebagai media alas makannya. Berlainan halnya dengan Babacakan dengan peserta yang lebih banyak. Saat menyantap hidangan mereka kerap menggunakan pola ngariung (berkumpul membentuk lingkaran) secara berkelompok.

Menu Babacakan (http://kokirimba.blogspot.com)

Menu yang dihadirkan dalam Babacakan biasanya kerap ditemukan ayam bakar atau ikan bakar. Kedua menu tersebut merupakan menu yang dapat dikatakan “wajib”. Selain itu, terdapat variasi lalapan lengkap dengan sambalnya. Terdapat juga menu urab yang juga menjadi menu yang kerap disajikan dalam Babacakan. Saat ini, menu yang dihadirkan lebih bervariasi. Bahkan, ada menu Babacakan berupa sate (kambing/sapi), dan berbagai olahan yang terbuat dari daging.

Tradisi Bebancakan di Banten (https://www.bantenekspose.com)

Dalam skala besar yang melibatkan banyak anggota masyarakat, Babacakan juga diisi menu buah-buahan dan kue-kue sebagai hidangan penutup. Selain itu, menu yang disediakan tidak ditaruh di atas daun pisang, tetapi sudah mirip dengan sajian yang biasa diadakan pada acara perkawinan atau khitanan.

Sumber: kebudayaan

One thought on “Tradisi ‘Babacakan’ Makan Bersama di Banten

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Tradisi 'Ngambeng', Selamatan Makan Bersama di Temanggung Jawa Tengah

Fri Dec 13 , 2019
Ilustrasi tradisi Ngambeng Salah satu tradisi Islami yang sampai saat ini masih bertahan di Desa Wonoboyo, Kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, adalah tradisi ngambeng. Ngambeng ialah istilah di Wonoboyo untuk menyebut suatu kegiatan berupa selamatan makan bersama-sama di masjid pada waktu-waktu tertentu seperti saat peringatan hari Asyura di bulan […]