Tarian Tradisional Kabupaten Bogor Jawa Barat

Tari Maung Lugay

Banyak jenis tarian tradisional di Kabupaten Bogor, Jawa Barat menjadi daya tarik sendiri baik masyarakat setempat maupun pendatang, perlu dilestarikan supaya kebudayaan ini terus ada dan sanggup menjadi warisan anak cucu nanti.

Tari Kandagan

Tari Kandagan (https://www.indonesiakaya.com)

Kandagan sendiri berarti wadah untuk menyimpan perhiasan dan barang berharga. Nama Kandagan dimaksudkan bahwa tari ini merupakan kumpulan berbagai gerakan tari yang indah. Tarian yang memerlukan keterampilan dan latihan keras ini, ditampilkan baik secara tunggal maupun berkelompok. Dalam mempersiapkan diri, para penari Kandagan pemula perlu melakukan rangkaian olah badan dan persiapan tari.

Sejarah

Tari Kandagan (http://dunia-kesenian.blogspot.com)

Tari Kandagan tergolong tari kreasi baru dalam ranah seni tari Sunda. Tari ini merupakan pengembangan dari tari Renggarini, kreasi salah satu maestro tari Sunda, Raden Tjetje Somantri pada tahun 1957. Tari Renggarini sendiri awalnya diberi nama tari topeng Wadon. Akan tetapi karena dianggap nama ini kurang representatif, namanya diganti menjadi ‘Renggarini’, yang kurang lebih berarti wanita yang enerjik.

Tari Kandagan memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan tarian seperti Jaipong dan tari merak yang tergolong tari putri atau tari yang dibawakan oleh penari wanita. Seperti juga tari Renggarini, tari Kandagan tergolong tari putri yang gagah. Karena itulah unsur maskulinitas lebih ditonjolkan dalam gestur para penarinya. Maskulinitas tersebut terlihat dalam sikap gerak, kepala, badan, kaki dan tangan yang digunakan dalam tari ini.

Tari Maung Lugay

Tari Maung Lugay (https://www.youtube.com)

Merupakan tari dari sunda yang menampilkan kelincahan dan keperkasaan Harimau, Macan atau Maung dalam bahasa sunda. Maung Lugay merupakan turunan dari tari Jaipongan yang telah terkenal sebagai tarian khas tanah Padjajaran. Tari ini mulai populer di Bandung dan merambah di daerah Jawa Barat lain. Di beberapa sanggar di Bandung, tarian ini menjadi tari unggulan.

Tarian Maung Lugay memiliki keunikan tersendiri, bila jaipongan biasanya berunsur gerakan yang lembut, indah dan sedikit sensual tapi tidak untuk tari Maung Lugay, unsur gagah perkasa begitu kental dengan beberapa gerakan pencak silat meskipun si penari adalah wanita. Gerakan gagah tersebut berasal dari gerakan macan yang menerkam, mengaum dan mengintai mangsanya. Kostum yang dipakai pun menambah karakter Maung karena dihiasi oleh loreng-loreng. Lagu pengiring yang dipakai dalam tarian ini diciptakan oleh Mang Koko, seniman terkenal sunda.

Tari Mojang Priangan

Tari Mojang Priangan (https://www.indonesiakaya.com)

Merupakan salah satu tari pergaulan yang berasal dari daerah jawa barat (sunda). Biasanya, tarian ini diperankan oleh 6 – 8 orang. tarian ini termasuk tarian gemulai. Tarian ini biasa ditampilkan di acara seren taun, acara pernikahan, dan acara-acara lainnya.

Berbeda dengan tari Jaipong yang biasa ditarikan secara berpasangan, tari mojang Jaipong hanya ditarikan oleh perempuan beranjak remaja dengan mengenakan pakaian tradisional Sunda. Bagian atasnya mengenakan kebaya berwarna cerah, dilengkapi oleh kain batik Sunda pada bagian bawahnya. Hiasan rambut dibuat menarik, dan riasan wajah dibuat minimalis namun tetap mengeluarkan aura cantik mojang sunda.

Tari Katumbiri

Tari Katumbiri (https://gramho.com)

Katumbiri berarti pelangi dalam bahasa Indonesia. Dalam tarian itu tujuh orang penari putri mengenakan kostum, masing-masing mewakili satu warna pelangi. Karakteristik tarian ini terletak pada gerakan dinamisnya yang diiringi gending melodius ritmik. Selain itu, penari membuat hentakan-hentakan pada momen tertentu.

Pelangi juga menjadi objek pengamatan Profesor Iyus Rusliana S.st. untuk dijadikan sebuah inspirasi dalam menciptakan sebuah gerak tari. Tercetuslah “Tari Katumbiri”.

Tari Cangkurileung

Tari Cangkurileung (https://www.republika.co.id)

Tari Cangkurileung (Tari Burung Kutilang) diciptakan pada tahun 2003 oleh Irawati Durban Ardjo, diciptakan untuk mengenalkan kepada anak-anak tentang rasa kebersamaan dan persatuan. Makna yang terkandung dari burung Cangkurileung ini adalah bahwa burung tersebut senang berkelompok dan tidak suka terbang sendiri-sendiri, ini menjadikan pelajaran bagi anak-anak bahwa sejak dini mereka harus ditanamkan rasa kebersamaan

Irawati yang merupakan Maestro Tari Sunda ini melanjutkan penjelasannya, struktur gerak dalam Tari Cangkurileung memperlihatkan bagaimana burung-burung itu tampil bermain-main, bisa ditarikan berkelompok yang tujuannya untuk memberikan gambaran kehidupan burung Cangkurileung (burung Kulilang) yang bebas dan berkelompok dan gerakannya sederhana, kepolosan dan kelincahan gerak dari para penari mejadi daya tarik tersendiri dari Tari Cangkurileung ini. Tarian Cangkurileung terinspirasi dari iringan tarinya, lagu ciptaan Koko Koswara yang berjudul Cangkurileung rupanya menginspirasi Irawati untuk menciptakan tarian anak.

Follow me!

One thought on “Tarian Tradisional Kabupaten Bogor Jawa Barat

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.