Museum Tanjung Pandan Belitung Babel

Museum Tanjung Pandan terletak di Jl. Melati No.41A, Kecamatan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Semula Museum Tanjung Pandan bernama Museum Geologi, didirikan atas perintah Menteri Perindustrian Dasar dan Pertambangan RI, Dr. Chaerul Saleh (10 Juli 1959 – 28 Maret 1966), kepada perusahaan penambangan Timah di Belitung, Bangka dan Singkep. Perintah itu kemudian dilaksanakan oleh Dr. R. Osberger, geolog asal Austria yang menjabat Kepala Dinas Eksplorasi dan Geologi Perusahaan Penambangan Timah Belitung.

Museum Tanjung Pandan, Belitung menempati bangunan tua bekas kantor NV Billiton Maatschappij, yang juga pernah dijadikan tempat tinggal Kepala Penambangan Timah Belitung di jaman Belanda.

Koleksi

Ikan dan Buaya Muara

Ikan Arapaima dan Buaya Muara (https://referensi.data.kemdikbud.go.id)

Memasuki ruang Museum Tanjung Pandan, Sobat Pesona akan langsung disuguhi beragam koleksi ikan Arapaima dan buaya muara berukuran besar yang sudah diawetkan. Ikan endemik dari Sungai Amazon ini sekarang masih bisa dijumpai di Sungai Lenggang, Belitung Timur.

Senjata

Senjata peninggalan Jepang dan Belanda (https://referensi.data.kemdikbud.go.id)

Aneka koleksi senjata peninggalan Jepang dan Belanda, berupa samurai, pedang, dan senjata laras panjang peninggalan kolonial Belanda. Samurai peninggalan Jepang tahun 1514 ini menjadi salah satu koleksi tertua yang dimiliki Museum Tanjung Pandan.

Tidak hanya senjata kolonial, ruang ini juga menyimpan koleksi senjata peninggalan kerajaan yang pernah ada di Belitung. Koleksi tersebut seperti keris, tombak lade, serta golok.

Harta Karun

Harta karun dari kapal-kapal dagang yang tenggelam perairan laut Belitung (https://www.indonesiakaya.com)

Museum Tanjung Pandan menyimpan koleksi berharga, harta karun dari kapal-kapal dagang yang tenggelam perairan laut Belitung. Setidaknya ada 7 kapal karam di perairan Indonesia bagian Barat pada abad XVII – XX, yaitu Diana (Inggris), Tek Sing dan Turiang (China), Nassau dan Geldennalsen (Belanda), Don Duarte de Guerra (Portugis), dan kapal Ashigara (Jepang).

Sebagian harta karun itu ditemukan di perairan Batu Hitam, sekitar 1,6 km dari pantai Barat Pulau Belitung, sehingga disebut Batu Hitam shipwreck atau Belitung shipwreck. Bangkai kapal ini berisi batangan emas serta keramik dari jaman Dinasti Tang sehingga juga disebut Tang shipwreck.

Peralatan Rumah Tangga

Setrika kuno (https://www.indonesiakaya.com)

Aneka peralatan yang digunakan masyarakat Belitung tempo dulu seperti setrika, pahar, serta tempat sirih. Selain itu, ada juga perabotan rumah tangga lainnya seperti ceret, periuk tembaga, dan gantang.

Kebun Binatang Mini

Taman bermain dan Kebun Binatang mini (https://www.indonesiakaya.com)

Di belakang museum ada halaman cukup luas yang bisa dijadikan wisata keluarga. Ada tempat bermain anak-anak dengan koleksi binatang di bagian halaman belakang museum.

Terdapat beberapa koleksi binatang khas Belitung. Antara lain buaya, biaya, ular piton dan beragam jenis burung. Koleksi yang menarik bagi pengunjung adalah buaya yang pernah dijadikan “bintang film” di film Laskar Pelangi.

Museum Tanjung Pandan
Jl. Melati No.41A, Kota Kecamatan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung
Hari: Senin – Minggu
Jam: 08.00 – 16.00 (Istirahat: 12.00 – 13.00)
Tiket: Rp. 2.000,-

Follow me!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.