Kain Tenun Gaya Kabupaten Sukabumi Jawa Barat

Produk Tenun Gaya

Perkenalan Wignyo dengan dunia tenun sutra berawal ketika ia bekerja di perusahaan yang bergerak di industri benang sutra pada 1990-an. Sebagai Manajer Pemasaran, ia wajib mempelajari seluk-beluk pembuatan benang sutra dan desain tenun yang baik. Ia juga harus melakukan sosialisasi tentang cara menggunakan benang sutra dengan baik dan benar kepada para pembatik dan penenun. Sejak itulah, ia akrab dengan jagat batik dan tenun, juga bersinggungan langsung dengan pembatik dan penenun.

Jabatannya saat itu memang mengharuskannya mempelajari semua proses secara detail. Mulai dari menanam pohon murbei, memelihara ulat sutra, memanen, hingga memintalnya menjadi benang. “Ketika diminta belajar ini, saya merasa senang sekali, mengalir saja,” ujarnya. Padahal, saat itu ia juga sedang merancang kantor akuntan publik bersama teman-temannya. “Tetapi tidak jadi, karena saya merasa menemukan pekerjaan yang lebih asyik dan menyenangkan. Sejak mendapati lingkungan seperti ini, kok saya enjoy sekali. Saya merasa menemukan diri saya di sini, lingkungan saya seharusnya begini.”

Produk Tenun Gaya

Sembari menjadi profesional, sejak 1997 sebetulnya ia sudah merintis bisnis pribadi. Bersama tujuh temannya, ia melakukan uji coba alat tenun. Ternyata, teman-teman pembatik, penenun, dan desainer kenalannya rata-rata berkomentar positif dan berminat terhadap hasil tenun yang dibuatnya. Terpikirlah ia untuk menyeriusi bisnis ini. “Saya memang senang pada hasil kerajinan saya sendiri, tetapi tidak senang jualannya, masih ada rasa malu,” katanya mengenang. Termasuk, kalau ada yang mau mengikutkan dia di pameran, Wignyo tidak pernah datang karena masih malu-malu.

Mengibarkan brand Tenun Gaya, ia mendirikan pabrik di atas lahan seluas 2.500 m2 di kampung Cicohag, desa Padaasih, Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Dipilihnya Sukabumi lantaran daerah ini dekat dengan pusat bahan baku.

Produk Tenun Gaya

Motif

Motif-motif Tenun Gaya terinspirasi dari wastra tradisional Nusantara. Seperti motif pada songket dan ulos. Fungsinya pun sama, sebagai kain panjang, atau selendang. Namun tampilannya dibuat lebih kekinian dengan warna-warni dan material yang lebih ringan agar lebih nyaman saat dipakai. Motif-motif baru pun dibuat, namun tetap kental dengan rasa tradisional. Teknik pembuatannya pun diperkaya agar tampil lebih menarik.

Butik Tenun Gaya by Wignyo
Jl. Cipete Raya No.18-C
Jakarta Selatan 12410
P.+621 769 0544 / +62896 6909 6867
F.+6221 769 0544 E.tenungaya@gmail.com
Jl. Purworejo No.14, Menteng, Jakarta Pusat
Telepon: 0858 8533 8163

Sumber: swanegerisendiri

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.