Tahura Ngurah Rai Denpasar-Bandung Bali

Tahura Ngurah Rai (https://humaeraumay.wordpress.com)

Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai terletak di dua daerah yaitu Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Di wilayah Denpasar di sisi utara, terutama Suwung dan Serangan, seluas 746,5 hektar. Sedangkan di wilayah Badung berada di bagian selatan teluk, seperti Nusa Dua dan Tuban, luasnya 627 hektare.

Sejak 2010, Tahura Ngurah Rai mulai terbuka juga untuk kunjungan turis. JICA sendiri berhenti mengelola kawasan ini sejak 2013 untuk kemudian diserahkan kembali pada UPT Tahura Ngurah Rai.

Tahura Ngurah Rai

Sebagai hutan raya, Tahura Ngurah Rai pun terbuka bagi aneka kegiatan, termasuk ekowisata. Saat ini tahura yang juga dikenal dengan nama Prapat Benoa Suwung itu menjadi salah satu lokasi jalan-jalan bagi warga Denpasar dan sekitarnya.

Ada beberapa pintu masuk kawasan Tahura Ngurah Rai ini. Namun, pintu resmi berada di Suwung, Denpasar Selatan. Masuknya dari Jalan By Pass Ngurah Rai Denpasar, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Di sini pula terdapat kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tahura Ngurah Rai yang mengelola kawasan hutan ini.

Sejarah

Kawasan Taman Hutan Raya Ngurah Rai ditetapkan sebagai hutan tutupan oleh Belanda pada tahun 1927, Kawasan Taman Hutan Raya Ngurah Rai telah mengalami beberapa kali perubahan status, sebelum menjadi Taman Hutan Raya (TAHURA) Ngurah Rai, berawal dari Kawasan Hutan Prapat Benoa (RTK. 10) seluas 1373,50 Ha dirubah fungsinya menjadi “Taman Wisata Alam Prapat Benoa suwung” (Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 885/Kpts-II/92, tanggal 8 September 1992.

Flora

Pohon-pohon bakau tetap terjaga di Tahura Ngurah Rai meski dilewati jalur jalan kaki (https://www.mongabay.co.id)

Hutan mangrove ini memiliki koleksi sebanyak 19 jenis tumbuhan bakau, yang terdiri dari 12 jenis mangrove sejati dan 7 jenis asosiasi mangrove. Yang dominan merupakan jenis Rhizophora mucronata, Avicennia marina, Rhizophora apiculata dan Sonneratia alba.

Fauna

Menyusuri tengah hutan di Teluk Benoa ini bisa menjadi pelarian dari keriuhan Denpasar dan Kuta. Meski berjarak hanya sekitar 500 meter dari jalan raya, bising kendaraan nyaris tak terdengar. Rimbun pohon bakau menjadi semacam peredam.

Sebagai gantinya, suara-suara satwa pesisir yang lebih terdengar. Menurut Suartana di Tahura Ngurah Rai ini terdapat setidaknya 90 spesies burung. Mereka tidak hanya mencari makan, tetapi juga berkembang biak di sini.

Menurut penelitian I Ketut Sundra dari Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Udayana, terdapat 13 jenis burung di dalam kawasan Tahura Ngurah Rai. Lima jenis di antaranya termasuk burung endemik, seperti burung udang biru (Alcedo caerulescens), bondol jawa (Lonchura leucogastroides), dan cinenen jawa (Orthotomus sepium).

Potensi Wisata

Pos Pemantauan di Tahura Ngurah Rai (https://www.mongabay.co.id)

Lingkungan alam kawasan Tahura Ngurah Rai memiliki potensi keindahan alam dan keanekaragaman hayati berupa hutan Mangrove, hewan darat (jenis-jenis burung, binatang merayap, dll) dan hewan air (jenis-jenis ikan, moluska dan udang) sehingga kawasan ini akan menjadi sangat penting untuk dipertahankan secara ekologis dan dapat dimanfaatan sebagai wisata alam rekreasi, wisata pendidikan dan penelitian yang sangat berarti dalam pembangunan ekonomi.

 

 

Follow me!

One thought on “Tahura Ngurah Rai Denpasar-Bandung Bali

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.