Tahura Bunder Gunung Kidul DI Yogyakarta

Tahura Bunder (@gpswisata)

Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bunder terletak di Desa Gading, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), di tepi jalan raya Yogya-Wonosari.Kawasan Tahura Bunder yang berada di Kabupaten Gunung Kidul merupakan bagian dari ekosistem Karst Gunung Sewu. Kawasan karst merupakan salah satu ekosistem essensial yang memiliki karakteristik biofisik maupun keanekaragaman hayati yang khas. Tidak semua jenis tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada kawasan tersebut.

Kawasan Tahura Bunder memiliki luas sekitar 634 hektar dengan berbagai macam jenis flora dan fauna. Keragaman hayati disini membuat Tahura Bunder masih digunakan sebagai tempat konservasi para peneliti dari Yogyakarta maupun luar Yogyakarta.

Provinsi DIY sendiri memiliki hutan negara seluas 18.000 hektar atau 5,36% dari luas wilayahnya. Dalam pengelolaannya, 628,05 hektar berada di bawah naungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta, 1.728,28 hektar berada dibawah Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), 634,10 hektar sebagai Tahura, dan 15.724,5 hektar dibawah naungan Dinas Kehutanan dan Perkebunan DIY.

Sejarah

Tahura Bunder (@gpswisata)

Sekitar tahun 1960-an kawasan Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi DI Yogyakarta mengalami kerusakan ekosistem dan geografis yang cukup parah. Eksploitasi hutan yang berkepanjangan pada era penjajahan Jepang, menyisakan daerah berbatu yang tandus dan gersang.

Usaha penghijauan kembali kawasan Gunung Kidul dicetuskan oleh Prof Oemi Hani’in Suseno, bermodalkan tabungan sendiri dosen Fakultas Kehutanan UGM itu menjadi pelopor usaha penghijauan di tahun 1964.

Jejak langkah wanita tangguh peraih penghargaan Kalpataru sebagai ‘Pengabdi Lingkungan Penghijauan’ tahun 1989 ini kemudian dilanjutkan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan DIY bersama UGM, berawal dari program reboisasi Hutan Wanagama I, Wilayah Hutan Bunder tak luput dari usaha peremajaan tersebut.

Flora

Hasil kegiatan penelitian melalui Study Paleoekosistem oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan DIY, menunjukkan terdapat beberapa tanaman yang merupakan spesies native (asli) kawasan karst Gunungsewu. Tanaman-tanaman tersebut saat ini tergolong tanaman langka. Selaras dengan keberadaan Tahura Bunder di Gunungkidul, untuk melestarikan tanaman-tanaman langka tersebut serta memperkaya koleksi tumbuhan, dilakukan penanaman berbagai jenis tanaman native karst tersebut di kawasan Tahura Bunder untuk tujuan koleksi. Tanaman tersebut ditanam dalam bentuk demplot Arboretum di kawasan Tahura Bunder, yang diantaranya adalah :

1.      Kepuh (Sterculia foetida)

2.      Laban (Vitex pubescens)

3.      Lo (Ficus glumerata roxb.)

4.      Mojo (Feroniella lucida)

5.      Preh (Ficus ribes)

6.      Pulai (Alstonia scholaris)

7.      Asam Jawa (Tamarindus indica)

8.      Bintaos (Wrightia javanica)

9.     Bendo (Artocarpus elasticus)

10.  Bulu (Ficus elasticus)

11.  Ilat-ilat (Ficus callosa)

12.  Ipik (Ficus superba)

13.  Serut (Streblus asper)

14.  Talok (Grewia paniculata)

15.  Tebelo Pusuh (Cinchona spec)

Fauna

Untuk jenis satwa yang terdapat dalam kawasan Tahura Bunder antara lain adalah Rusa Jawa (penangkaran), Burung Madu Srigati (Neclarinia jugularis), Elang Ular Bido (Spezaetus cheela), Alap-alap Sapi (Falco sylvatica), Elang alpacina (Accipter soloensis), Raja Udang (Alcade meninting), Burung Madu Kelapa (Anthreptes malaccensis), jenis burung-burung kecil, beberapa serangga, Ular, Tupai/Bajing dan lain sebagainya.

Potensi Wisata Alam

Tahura Bunder memiliki topografi landai dan berbukit, di dalam kawasan ini sebanyak 40 jenis tanaman yang telah teridentifikasi, dan beberapa jenis satwa jenis burung yang dilindungi oleh Undang-undang. Terdapat juga bukit gunung tua, dari sini kita dapat melihat dan menikmati pemandangan yang indah, berupa lembah ngarai yang terhampar di bawah, dan alam pedesaan yang alami hingga kaki bukit. Di sini kita juga dapat melihat secara baik keindahan sunrise (matahari terbit di pagi hari) dan sunset (saat matahari terbenam di waktu senja).

Persemaian Bibit

Sekitar 1,5 km dari jalur masuk yang terletak di sisi selatan Sungai Oya, pengunjung akan langsung disuguhi unit persemaian bibit tanaman seluas lima hektar. Bibit yang dikembangkan antara lain tanaman jati, mahoni, kayu putih, sukun, dan jambu mete, untuk program reboisasi dengan produksi sedikitnya dua juta bibit per tahun.

Penangkaran Rusa Timor

Rusa Timor (https://www.kaskus.co.id)

Di sebelah timur area persemaian terdapat penangkaran rusa timor (Cervus timorensis) seluas enam hektar. Rusa timor ini secara fisik berbeda dengan kijang, karena pada kepala rusa jantan bila sudah dewasa akan tumbuh tanduk.

Pabrik Penyulingan Minyak Kayu Putih

Sendang Mole (@gpswisata)

Terdapat Sendang Mole merupakan pabrik penyulingan Minyak Kayu Putih yang mengolah dari daun dan ranting Pohon Kayu Putih di Tahura Bunder, berdiri sejak tahun 1980-an.

Tahura dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan wisata minat khusus, seperti pengamatan burung, bersepeda lintas alam, camping, outbond di hutan, trekking, dan kegiatan luar ruang lainnya.

Follow me!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.