Kain Tenun Kubang Lima Puluh Koto Sumatera Barat

Produk Pertenunan H Ridwan By

Usaha pertenunan di Kubang sudah merupakan suatu usaha yang turun-temurun dari nenek moyang mereka dahulu sejak abad ke-19. Semula usaha tenun dilakukan dengan alat yang sangat sederhana sekali, yaitu dengan memakai alat yang diberi nama gedongan.

Pekerjaan ini pada umumnya dilakukan oleh kaum wanita di rumahnya masing-masing yang juga merupakan pekerjaan sambilan, sehingga untuk menyiapkan selembar kain memerlukan waktu yang lama. Untuk menyelesaikan selembar kain sarung yang panjang 4 meter, diperlukan waktu 4 atau 5 hari.

Motif dan Warna

Produk Pertenunan H Ridwan By (http://songketkubang.blogspot.com)

Motifnya mula-mula hanya kotak-kotak saja atau disebut Bugis Kubang. Bahan warna pencelup benang mula-mula mereka pakai bahan tumbuh-tumbuhan yait’u daun senam untuk warna hijau, kemudian getah-getah gambir, kacang miang dan pinang untuk wama merah dan kuning, kulit bodi untuk warna hitam.

Benangnya dari jenis katun dan kwalitasnya cukup memuaskan, banyak peminat kain tenun ini, sampai-sampai ke luar daerah Sumatera Barat, seperti Sumatera Utara dan Sumatera Selatan. Motif sarung hasil tenun penduduk serupa dengan kain Makasar (Bugis) makanya disebut Bugis Kubang ada yang diberi nama Lubang Tubo, atau Mulukuk hanyuk.

Dikabupaten Limapuluh Kota khususnya di Nagari Kubang sudah lama terkenal dengan Tenunan Kubang. Masyarakat didaerah ini menjadikan tenunan sebagai pekerjaan utama, berbagai bentuk hasil kerajian seperti kain songket, sarung, bahan pakain dengan berbagai motif mencirikan adat Minangkabau di produksi disini.

Bahan tenun sudah banyak dimodifikasi tidak hanya dalam bentuk songket tetapi untuk bahan pakaian, sarung, tas, dompet dan sandal menjadi primadona sehingga sudah menjadi bagian dalam kebutuhan kehidupan oleh semua lapisan masyarakat. Kondisi ini menjadikan kerajinan tenun sebagai salah satu industri rumah tangga dan memunculkan kelompok usaha kecil dan menengah (UKM) dikalangan masyarakat khususnya Kabupaten Limapuluh Kota.

Pengrajin

Kelompok UKM Marni Geneng berdomisili di Jalan Guci, Nagari Kubang dengan jalan darat dari kampus Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh ke UKM ini adalah 17 km. Pimpinan dan sekaligus pemilik UKMĀ  adalah Hj.Marni.

Kelompok UKM Rangkiang berdomisili di jalan Bukit Panjang di Nagari Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota. Jarak tempuh dengan jalan darat dari kampus Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh ke UKM ini adalah 20 km. Pimpinan dan sekaligus pemilik UKMĀ  adalah Dewi Reni.

Pertenunan H Ridwan By Chaniago Ambacang
Nagari Kubang, Kecamatan Guguk, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat
+62 85274363047 (Hj Risna Ridwan), +62 8116606866 (Budi), +62 85274363047 (Yulia Rahmi)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.