Kain Tenun Adonara Flores Timur NTT

Dari arah kanan, Kewatek, Nowing dan Senai

Pulau Adonara merupakan salah satu wilayah penghasil kerajinan tenun ikat atau kain ikat yang berada di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur. Adonara merupakan satu di antara dua pulau utama pada kepulauan di wilayah Kabupaten Flores Timur.

Bagi masyarakat Flotim khususnya Adonara kain ikat atau tenun ikat bukan sekadar busana yang dikenakan sehari-hari, ataupun souvenir saja, namun juga digunakan untuk upacara adat, seperti pernikahan, pemakaman dan hari raya agama, serta hari-hari besar nasional seperti acara tujuh belas agustus.

Motif

Busana Kain Tenun Ikat Adonara

Kain tenun ikat Adonara memiliki tiga motif yaitu, pertama motif dengan warna-warni bergaris lurus lebar merupakan kain Kewatek, yang kedua motif dengan warna yang monoton serta bergaris lurus kecil-kecil adalah Nowing dan yang ketiga motif berwarna dan bergaris lurus adalah Senai (selendang).

Berdasarkan pemakaiannya yaitu, untuk Kain Kewatek digunakan para Wanita sedangkan Nowing digunakan untuk Laki-laki sedangkan Senai (selendang) digunakan laki-laki dan perempuan.

Bahan dan Pewarna

Bahan perlengkapan pembuatan Kain Tenun Ikat Adonara

Kain tenun ini dibuat dengan menggunakan 90% bahan dari alam yaitu, kapas yang dipintal dan ditenun menggunakan tangan manusia dan dengan pertalatan tradisional. Bahan benang sutera sebanyak 10% digunakan untuk mempercantik kain. Pewarnanya menggunakan dua jenis yaitu dari tumbuh-tumbuhan yang ada disekitar tempat tinggal mereka dan dari toko.

Proses Pembuatan

Untuk Kewatek Kiwane (asli) proses pembuatannya bisa memakan waktu selama sebulan serta tergantung musim berbunga dari pewarnanya (keroke) dan tentunya musim berbuah kapas. Untuk Kewatek biasa, pembuatannya memakan waktu kisaran satu minggu.

Berikut tahapan membuat kewatek

1. Balok Kapek : proses memisahkan kapas dengan biji kapas dengan menggunakan alat yang di sebut Menalok

2. Buhu Kapek: proses penghalusan kapas yang dapat dijadikan benang dengan menggunakan menuhuk

3. Ture Lelu: proses pembuatan benang dengan menarik dan memelintir kapas dengan menggunakan Tenure

4. Lawa Bena: proses pengaturan benang agar tidak kusut dengan menggunakan Blawa

5. Ta Warna: proses pewarnaan benang dengan menggunakan pewarna alami dan di rendam di dalam kendi

6. Pai Bena: proses penjemuran benang yang sudah di warnai

7. Pudu Bena: proses pemintalan benang

8. Neket : proses awal penyusunan benang berdasarkan warna dan motif helai demi helai

9. Tane : proses penenunan. Setelah selesai dengan Tane proses berikutnya adalah menjahit seperti biasa sesuai bentuk dan kwatek pun siap digunakan

Pengrajin

Sentra tenun ikat terbesar di Adonara terletak di Desa Redontena, Kecamatan Kelubagoli, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sumber: visitadonara

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.