Batik Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah

Sedang membatik memerlukan kesabaran yang tinggi (https://www.cintapekalongan.com)

Kebudayaan Batik telah melekat di masyarakat Pekalongan tanpa dipisah oleh pembagian administrasi antara Kota Madya dan Kabupaten. Terlepas dari itu rupanya istilah Legenda Batik Nusantara yang dicanangkan oleh Bupati Pekalongan tidak sekedar wacana belaka. Segala bentuk promosi dan berbagai kegiatan lainnya kerap dilaksanakan guna menunjang “Branding” Bumi Legenda Batik Nusantara kepada Kabupaten Pekalongan.

Mayoritas masyarakat Kabupaten Pekalongan bermata pencaharian sebagai perajin batik sejak awal abad ke-18 M hingga saat ini terus menekuni batik dan mewariskan keahlian mereka secara turun temurun kepada generasi penerusnya. Dari beragam teknik dan jenis batik, lahir beberapa seniman-seniman Batik yang handal mampu berprestasi hingga tingkat internasional. Ada seperti Daei Sapuan, Sunyoto Seno, Romi Octabirawa, hingga Bapak Failasuf.

Sejarah

Sedang melakukan pengecekan (https://www.cintapekalongan.com)

Meski belum ada catatan resmi yang dikeluarkan Pemda kapan batik mulai dikenal di Pekalongan, tetapi menurut perkiraan para ahli, batik sudah ada di Pekalongan sekitar tahun 1800. Hal ini diperkuat oleh data yang tercatat di Deperindag yang menyatakan bahwa pada tahun 1802 telah ada batik Pekalongan untuk bahan baju yang bermotif pohon kecil.

Namun perkembangan yang signifikan diperkirakan baru terjadi pada tahun 1925-1839 setelah adanya perang besar di Kerajaan Mataram yang sering disebut dengan perang Diponegoro atau perang Jawa. Dalam perang tersebut banyak dari para bangsawan keraton pergi meninggalkan kerajaan. Mereka menyebar ke daerah-daerah lain di timur Pulau Jawa seperti Mojokerto, Tulungagung, Gresik, Surabaya dan Madura. Dan, ada pula yang menyebar ke arah barat dari Kerajaan Mataram seperti Banyumas, Kebumen, Tegal, Cirebon, dan Pekalongan. Di tempat-tempat tersebut mereka tidak hanya menghindar dari serangan Belanda, melainkan juga mengembangkan kesenian yang dahulu hanya ada di lingkungan keraton, yaitu membatik.

Batik Kabupaten Pekalongan karya Sapuan (https://tehsusu.com)

Motif

Motif Dewa Ruci

Batik Kabupaten Pekalongan motif Dewa Ruci karya Sapuan

Cerita Dewaruci mengandung nilai falsafi yang sangat dalam, karena menggambarkan seorang kesatria (Bima) yang dengan kemauan keras mencari jalan sebaik-baiknya yang dapat membawa manusia pada kebahagiaan yang kekal di surga, yang diangkat dalam Motif Batik Kabupaten Pekalongan Dewa Ruci oleh Sapuan.

Motif Petungkriyono

Batik Kabupaten Pekalongan motif Petungkriyono produk Padepokan Batik Pesisir (https://www.pritahw.com)

Petungkriyono didesain dengan 3 desain yang bercerita tentang keindahan hutan Petungkriyono, ada pendopo, sawah, dan habitat serta kehidupan yang ada disana, merupakan produk Padepokan Batik Pesisir.

Pengrajin

Bahkan hingga saat ini di daerah Kedungwuni Kabupaten Pekalongan masih ada tempat pembuatan Batik motif peranakan Tionghoa yang turun-temurun masih memproduksi Batik Tulis Aseli.

Drs. Sapuan
Tunjungsari RT 005/RW. 001, Desa Tunjungsari, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, telp. +62815 4211 8333

Padepokan Batik Pesisir milik Bapak H. Failasuf yang berada di Kampung Batik Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, berdiri pada tahun 1999.

One thought on “Batik Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.