TWA Lembah Harau Lima Puluh Kota Sumatera Barat

TWA Lembah Harau. Sumatera Barat (https://www.triptrus.com)

Taman Wisata Alam (TWA) Lembah Harau merupakan lembah yang subur terletak di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Berada sekitar 138 km dari Padang dan sekitar 47 km dari Bukittinggi atau sekitar 18 km dari Kota Payakumbuh dan 2 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Lima Puluh Kota. Tempat ini dikelilingi batu granit terjal berwarna-warni dengan ketinggian 100 sampai 500 meter.

Harau diyakini berasal dari kata ‘parau’, istilah lokal yang artinya suara serak. Dulu, penduduk yang tinggal di atas Bukit Jambu sering menghadapi banjir dan longsor sehingga menimbulkan kegaduhan dan kepanikan. Penduduknya sering berteriak histeris dan akhirnya menimbulkan suara parau. Dengan ciri suara penduduknya banyak yang parau didengar maka daerah tersebut dinamakan ‘orau’ dan kemudian berubah nama menjadi ‘Arau’ hingga akhirnya penyebutan lebih sering menjadi ‘harau’.

Sejarah

Rumah Gadang di TWA Lembah Harau (https://cakrawala82.blogspot.com)

Taman Wisata Alam Lembah Harau (TWLH) merupakan salah satu wilayah elok dan menarik di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Berdasarkan kese- pakatan bersama kepala daerah tingkat provinsi dengan kabupaten dan kota di Su- matera Barat, kawasan ini ditetapkan sebagai Wilayah Pengembangan Pariwisata (WPP). Konsekuensi dari kesepakatan ini adalah pemerintah daerah diminta lebih berkomitmen dalam membangun dan mengembangkan kawasan wisata terse- but. Sebagai salah satu upaya meningkatkan perekonomian daerah sekaligus kese- jahteraan masyarakat sekitar.

Baca juga: Lembah Harau, Surga Pencinta Panjat Tebing

Informasi Umum

Persawahan di TWA Lembah Harau (https://travel.kompas.com)

Wisata Lembah Harau Nama Kawasan Lembah harau Letak Kawasan Terbentang di dua wilayah yaitu Nagari Tarantang (Jorong Lubuak Limpato dan Jorong Tarantang) dan Nagari harau (Jorong Harau.

Luas Kawasan

Cagar Alam = 270,5 ha dan Taman Wisata Alam 27,5 ha.

Iklim

Type A atau basah dengan curah hujan rata-rata 2.393 mm/tahun serta jumlah hari hujan sebanyak 131 hari. Maksimal bulan basa 11 bulan. Temperatur rata-rata berkisar antara 29-32ºC.

Geografi

Berbukit batu terjal dengan ketinggian 100-150 m, sebahagian lainnya bergelombang dan berupa dataran bagian dasarnya. Dinding batu terjal terdiri dari berbagai jenis batuan pembentuk dengan beraneka warna, yang diduga pembentukannya zaman miosen.

Topografi

Memiliki banyak aliran air permukaan berupa sungai sungai kecil yang airnya berasal dari air terjun yang ada disekitar kawasan ini. Terdapat tidak kurang dari sembilan buah air terjun.

Flora

Flora yang mendominasi di kawasan tersebut adalah jenis Meranti, Pulai, Gadang (Alstonia scolaris), Paning-paning (Castonopsis argentea), Medang Jaring-jaring (Flacocarpus sp.), Kalek Beringin (Sycopsis dunmi), Medang Bunga, Bintangur (Callophylum sp.), Balik Angin (Mallotus panniculata) dan Cemara Gunung yang populasinya relatif banyak.

Fauna

Berdasarkan hasil pengamatan dan informasi dari penduduk tercatat ada 22 jenis mamalia yang termasuk kedalam 57 famili dari keseluruhan jenis yang ditemukan terdapat beberapa diantaranya masuk kategori sattwa yang dilindungi berdasarkan UU No.4 tahun1990.

Jenis burung yang dijumpai dalam kawasan sebanyak 55 jenis umumnya jenis pemakan serangga hanya sebagian kecil yang tergolong jenis burung pemakan buah, biji-bijian dan nectar.

Jenis reptilia yang dijumpai dalam kawasan terdapat 53 jenis. Jenis Amphibi yang dijumpai dalam kawasan terdapat 24 jenis. Jenis ikan yang ditemui di Batang Harau sebanyak 5+ jenis dan dari jenis tersebut tidak dijumpai jenis dengan status dilindungi.

Jenis insecta yang dijumpai dalam kawasan terdapat 2 jenis kupu-kupu yang statusnya dilindungi yaitu kupu-kupu Trogon (Trogonoptera Brookiana) dan kupu-kupu Raja (Troides amphrysus). Menurut masyarakat yang melakukan penangkaran kupu-kupu (Bujang R) terdapat 150 jenis kupu-kupu dan 100 jenis serangga.

Daya Tarik Wisata

1. Panorama Alam

  • Tebing Goa
  • Echo
  • Liang Limbek
  • Panorama
  • Ngalau Amu

2. Air Terjun (Sarasah)

Sarasah Murai Gantiang, Air terjun tujuh tingkat yang memiliki kesulitan untuk mencapainya (https://travel.detik.com)

  • Sarasah Aka Berayun
  • Sarasah Bunta
  • Sarasah Air Luluh
  • Sarasah Murai Gantiang
  • Sarasah Tanggo
  • Sarasah Gadang
  • Sarasah Air Putih
  • Sarasah Asap
  • Sarasah Rupih
  • Aie Angek
Aksesibilitas

Untuk mencapai destinasi wisata ini tidaklah sulit, karena akses baik transportasi dan infrastruktur jalan cukup memadai. Berdasarkan klasifikasi jalannya, kawasan ini dilalui jalan provinsi, jalan kabupaten, jalan desa dan jalan setapak.

Dari pulau jawa, kita dapat melalui jalur darat maupun udara ke Kota Padang. Selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Bukit Tinggi sekitar 1,5-2 jam memakai shuttle menuju terminal aur kuning Bukit Tinggi. Di terminal Aur lanjutkan perjalanan dengan menggunakan bus pekanbaru yang melewati Harau (Payakumbuh) dengan perjalanan kurang lebih 1,5 jam.

Informasi lebih lanjut hubungi

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat
Jl. Khatib Sulaiman No. 46, Kota Padang, Sumatera Barat
Telp.: (62) 751 705 3343

admin

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

TWA Bukit Kaba Rejang Lebong-Kepahiang Bengkulu

Tue Oct 22 , 2019
Taman Wisata Alam Bukit Kaba (http://ksdae.menlhk.go.id) Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba terletak di dua kabupaten yaitu Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Kawasan ini berada di delapan kecamatan dan dikelilingi oleh 35 desa. Taman Wisata Alam Bukit Kaba memiliki luas 14.650,51 hektar. Meskipun dikelola sebagai taman wisata alam, […]

Terjemahan

Disewakan Kamar H-1216, Apartemen Mares 2, Depok, Jawa Barat

Wisma “Putranto” Kos dekat Sekip UGM Yogyakarta

Hipertensi “The Silent Killer”

Kalung Etnik Kalimantan Selatan

Imunitas anak & Essenzo Cinnamon Bark Essential Oil