Sanggul Lampung

Sanggul Bellatung Gelang

Kedudukan seseorang di dalam masyarakat, ciri-ciri dari suatu suku dan daerah tampak pada bentuk Belattung Gelang, yaitu sanggul yang berasal dari daerah Lampung. Masyarakat Lampung sejak dahulu telah mengenal cara merias diri, salah satunya adalah menata rambut yang dijadikan suatu bentuk yang disebut dengan Belattung Gelang. Sanggul dalam bahasa Lampung berarti Belattung. Bila diartikan secara harafiah belattung gelang adalah sanggul yang menyerupai gelang. Belattung Gelang dipakai oleh pengantin wanita di daerah Lampung Pepadun saat ia menunggu untuk dinikahkan sampai acara dinikahkan.

Belattung Gelang bila dilihat dari bentuk dan pemasangannya, maka sanggul ini memiliki persamaan dengan sanggul malang dari daerah Palembang.

Sanggul Bellatung Gelang

Persamaan kedua sanggul tersebut disebabkan karena pengaruh dari daerah Palembang dimana pada saat itu Kerajaan Sriwijaya sering datang ke Kerajaan Tulang Bawang melalui pelabuhan Tulang Bawang di daerah Menggala untuk berdagang. Tujuan utama berdagang turut membawa dampak lainnya, yaitu kebudayaan daerah asal. Seringnya masyarakat Palembang mengunjungi Lampung, maka gaya rambut keseharian masyarakay Palembang pun nampak dan menjadi perhatian masyarakat Lampung pada masa itu. Hal tersebut lambat laun membawa sebuah perubahan budaya.

Nilai-nilai budaya masyarakat Palembang yang dipengaruhi budaya Cina yang tampak pada penataan rambut para kaum wanita secara perlahan mempengaruhi sudut pandang wanita Lampung akan bentuk rambutnya.

Pada zaman dahulu umumnya wanita berambut panjang. Untuk menciptakan penampilan rambut yang rapi biasanya rambut hanya digulung sedemikian rupa. Kehadiran para pedagang dan istrinya dengan penataan rambut yang berbeda kemungkinan menginspirasi bentuk penataan sanggul gelang.

Sanggul Belattung Gelang Tampak Belakang

Jenis Sanggul

Selain belatung gelang, daerah Lampung juga memiliki beberapa jenis sanggul lainnya:

  • Belattung Tebak (sanggul yang bentuknya malang).
  • Belattung Miring (sanggul yang bentuknya seperti sanggul gelang hanya asimetris).
  • Belattung Kipas (sanggul yang bentuknya mirip kipas)
  • Belattung Ucung (sanggul yang letaknya dipusaran rambut dan bentuknya seperti disumpel).
  • Belattung Sisir (sanggul yang bentuknya digelung dengan menggunakan sisir).

Contoh Letak Mahkota pada Sanggul Bellatung Gelang

Keunikan Sanggul

Masing-masing sanggul tersebut memiliki keunikan tersendiri. Bila ditinjau menurut keperluannya maka Belattung Tebak digunakan oleh Pengantin, dengan Gelang yang letaknya di bawah.

Remaja Putri (Muli) menggunakan sanggul gelang yang letaknya di mahkota kepala. Orang tua dalam acara resmi menggunakan belatung tebak, dan sehari-hari menggunakan belattung kipas atau sanggul miring. Sedangkan wanita yang akan pergi ke air (ke kali) menggunakan belattung ucung (sanggul sumpel). Wanita yang akan pergi ke kebun menggunakan sanggul sisir, karena sanggul ini sifatnya praktis tidak perlu menggunakan jepit.

Ornamen/perhiasan yang digunakan

  1. Satu pasang cunduk bulan sabit lunik (kecil) terbuat dari emas atau perak atau imitasi yang berbentuk seperti bulan yang timbul, hanya bentuknya lebih kecil dari Cunduk Bulan Besar dan dipasang di kanan kiri berhadapan pada tali pengikat sanggul atau Buwok Lusei.
  2. Satu buah cunduk bulan sabit balak (besar) terbuat dari emas atau perak atau imitasi yang berbentuk seperti bulan yang baru timbul, Cunduk ini dipasang di atas sanggul tepat ditengah- tengahnya.
  3. Pandan rajangan sebagai pewangi rambut.

Summer: Ebook, Keterkaitan Karaktek Sanggul Berbagai Daerah dengan Nilai-Nilai Budaya Oleh Asi Tritanti dan Eni Juniastuti, Program studi Tata Rias dan Kecantikan, Jurusan PTBB Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta

Follow me!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.