Kampung Wisata Purbayan Kota Yogyakarta DI Yogyakarta

Salah satu rumah penduduk di Kota Gede, Yogyakarta (http://blog.gogonesia.com)

Kampung wisata Purbayan secara kewilayahan berada di Kelurahan Purbayan, Kecamatan Kota Gede dan berada di Kawasan Cagar Budaya Kota Gede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kota Gede adalah sebuah daerah yang dahulu merupakan cikal bakal Kerajaan Mataram Islam pertama. Lokasi tersebut saat ini merupakan kawasan wisata budaya berbasis heritage. Melalui Kampung Wisata Purbayan inilah Anda bisa mengetahui awal mula sejarah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Sejarah

Nama Purbayan konon berasal dari nama seorang pangeran yang bernama Pangeran Purboyo putra dari Panembahan Senopati.

Kluster

Kampung wisata Purbayan banyak memiliki Kluster yang tersebar dikawasan Kota Gede antara lain :

Ndalem

Awalnya bernama Ndalem Kedaton kemudian hanya diucapkan Ndalem atau Dalem saja. Adalah bekas kraton atau istana raja Mataram mulai Panembahan Senopati, Sultan Hanyokrowati, dan Sultan Agung.

Alun-alun

Dahulu adalah kraton Mataram. Sekarang menjado kampong atau pemukiman dengan nama kampung alun-alun.

Cokroyudan

Dahulu tempat bermukim pangeran dari kraton Mataram yang bernama pangeran Cokroyuda.

Mbumen

Awalnya bernama Mangkubumen, masyarakat menyingkat menjadi Mbumen. Dahulu tempat bermukimnya pangeran Mangkubumen.

Kemasan

Dahulu tempat bermukimnya para pandai emas.

Mboharen

Dahulu tempat bermukim ulama yang bernama Kyai Bhukhori.

Dan masih banyak lagi nama-nama kampung yang terkait dengan kesejarahan dan riwayat dari kampung tersebut.

Potensi Cagar Budaya

Diantara Dua Gerbang, Kota Gede, Yogyakarta (https://www.jogjaland.net)

Dengan banyaknya potensi situs cagar budaya dan bangunan bersejarah Kampung Wisata Purbayan dalam pengembangan produk daya tarik wisata berbasis pada edukasi sejarah dan didukung atraksi Kerajinan khususnya kerajinan perak serta kuliner tradisional yang memang banyak dijumpai di wilayah Kota Gede.

Produk atraksi daya tarik wisata tersebut dikemas menjadi Paket Out bond Sejarah dengan blusukan menyusuri lorong lorong dipemukiman penduduk serta mengunjungi berbagai situs peninggalan Kerajaan Mataram kuno antara lain, Kawasan Dondongan, Situs Jebolan Raden ronggo, Makam Astono Hastorenggo, Situs Batu (Gilang, Gatheng, Getong), Situs Beteng Cepuri Kedaton Selatan, Makam Nyi Melati, Situs Beteng Bokong Semar, Situs Beteng Cepuri Kedaton Timur, Diantara Dua Gerbang (Between Two Gate), Pasar Kota Gede, Monumen Pacak Suji, Babon Eniem, Masjid Besar Mataram, Sendang Selirang dan Makam Raja-raja Mataram.

Makam Raja-Raja Mataram

Makam Raja-Raja Mataram, Kota Gede, Yogyakarta (https://pariwisata.jogjakota.go.id)

Khusus bagi yang ingin berziarah, bagi laki-laki dan perempuan harus mengenakan baju adat jawa Peranakan (pria) dan kemben (wanita).

Orang Kalang

Di Kota Gede konon juga terdapat situs kedatangan orang Bali yang berdagang dan akhirnya menetap di Kota Gede yaitu rumah Kalang. Konon rumah Kalang memiliki bentuk yang berbeda dengan rumah warga yang lain karena gaya arsitektur rumah Kalang juga mengadopsi arsitektur gaya Bali bahkan gaya Hindie maupun Portugis.

Orang Kalang konon rata rata memiliki sosial ekonomi yang mapan karena keberhasilannya dalam berdagang. Sebagai ungkapan penghormatan budaya leluhurnya konon masyarakat Kalang di Kota Gede dahulu juga sering menyelenggarakan Upacara adat dan tradisi seperti halnya masyarakat di Bali yang menggunakan prosesi mengarak Ogoh-ogoh. Kini peninggalan Rumah Kalang masih dapat disaksikan kemegahan dan keindahannya yang banyak terdapat dikawasan Tegal Gendu.

Disamping atraksi out bond sejarah atraksi daya tarik yang dikembangkan di kmapung wisata Purbayan adalah atraksi seni tradisional Srandul serta seni musik Keroncong yang di Kota Gede memang banyak terdapat group Keroncong yang tersebar di kampung-kampung. Selain atraksi seni pertunjukan juga dikembangkan atraksi kerajinan utamanya kerajinan perak melalui program workshop singkat. Adapun dalam atraksi kuliner kampung wisata Purbayan banyak memiliki produk kuliner tradisional antara lain, kipo, kueh kembang waru, ledre idep dan yang ko yang dikemas dalam bentuk workshop (cooking class) pembuatan makanan tradisional.

Seni Arsitektur

Langgar Dhuwur, Kota Gede, Yogyakarta (https://travelingyuk.com)

Kampung wisata Purbayan juga memiliki paket minat khusus bagi para peneliti maupun pemerhati bidang keilmuan arsitektur. Dalam paket tersebut ditangani oleh seorang pemandu khusus yang sangat berpengalaman dan memiliki keilmuan yang memadai terkait sejarah dan arsitektur rumah dan bangunan kuno yang ada di kawasan Kota Gede.

Pangsa pasar paket tersebut sangat diminati khususnya para mahasiswa jurusan arsitektur dan jurusan Antropologi serta para pemerhati bangunan kuno. Dalam pemberdayaan masyarakat keberadaan bangunan kuno yang unik dan langka dalam perkembangannya kini banyak kawasan dan rumah penduduk yang diminati dan digunakan untuk kegiatan shooting pembuatan film sehingga akhirnya memberi nilai ekonomis bagi warga masyarakat setempat.

Dalam sisi yang lain kampung wisata Purbayan juga terdukung dengan adanya wisata minat khusus yang lain yaitu kampung wisata spiritualitas yang sudah sejak lama berlangsung dan dikelola oleh paguyuban abdi dalem kraton baik Kraton Kasultanan Yogyakarta maupun Kraton Kasunanan Surakarta. Pengunjung yang datang banyak dari luar kota dan luar daerah serta masyarakat Yogyakarta sendiri.

Di kampung wisata Purbayan kini juga memiliki atraksi kuliner yang mulai populer yaitu produksi coklat yang dikenal dengan nama Coklat Monggo yang memproduksi aneka cita rasa coklat dengan kemasan dan kualitas export.

Informasi lebih lanjut

Kampung Wisata Purbayan
Dalem Purbayan RT 42 RW 10, Kelurahan Purbayan, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta 55173
CP: (62) 274 384 507, +62 888 0271 2788 (Budiharto)

One thought on “Kampung Wisata Purbayan Kota Yogyakarta DI Yogyakarta

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.