Wisata Belanja di Kabupaten Kuningan Jawa Barat

Hasil karya Dheni Hediana

Berkunjung ke Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, selalu identik dengan wisata alam di kaki Gunung Ciremai. Meski dikelilingi tiga Kabupaten, yaitu Kuningan, Cirebon dan Majalengka, namun publik lebih mengenal Gunung Ciremai dengan wilayah Kuningan.

Selain wisata alam-nya, Kabupaten Kuningan mempunyai potensi wisata belanja yang perlu dikembangkan lagi, yuk kita simak bersama.

Pasar Baru Kuningan
Jl. Ir. H. Juanda, Purwawinangun, Kec. Kuningan, Kabupaten Kuningan 45511, Jawa Barat

Pasar Baru Kuningan (https://www.radarcirebon.com)

Pasar Baru Kuningan yang dulu kumuh, becek dan tidak teratur kini berubah menjadi pasar yang megah, bersih, teratur dan nyaman untuk berbelanja. Dengan luas 2,7 hektare dijadikan pionir Pasar Tradisional berwawasan lingkungan oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan.

Pasar Baru Kuningan (https://jabar.pojoksatu.id)

Pasar Baru telah dibangun dengan sarana perdangan sebanyak 886 buah meliputi 36 ruko, 394 Kios dan 456 los ditambah dengan fasilitas umum berupa tempat parkir yang luas, ruang terbuka hijau, mesjid, terminal  mini disebelah utara serta sebuah unit pengelolaan sampah yang memadai.

Masuk ke area Pasar Baru dari arah pintu timur, lumayan adem. Sebagian jejeran toko yang berada di barisan depan bagian timur tampak banyak yang buka. Mulai dari toko kosmetik, apotek, toko mainan, sembako, perbankan dan lainnya.

Pasar Kepuh
Terletak di Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan 45511, Jawa Barat

Pasar Kepuh Kuningan

Pasar tradisional ini menjual berbagai produk kebutuhan pokok dan sembako seperti beras, terigu, gula, garam, sayur mayur, bawang, cabe, ikan, ayam, dan lainnya.

Pasar Cilimus
Terletak di Desa Cilimus, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan 45556, Jawa Barat. Pasar Cilimus berada persis di jalan lintas Kuningan-Cirebon yang merupakan salah satu jalan utama yang menghubungkan wilayah utara dan tengah hingga daerah selatan Jawa Barat.

Pasar Cilimus Kuningan

Merupakan pasar tradisional atau pasar rakyat yang dikenal sebagai salah satu ikon dari kabupaten Kuningan, terdiri dari sekitar 800 kios, juga masih banyak ditemui angkutan tradisional yang ditarik dengan kuda yakni delman.

Sentra Kerajinan Golok

Produk golok dari Sentra Kerajinan Golok di Desa Taraju, Kuningan (https://kerajinanindonesia.id)

Sentra ini terletak di Desa Taraju, Kecamatan Sindangagung, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Di sini terdapat 28 pandai besi yang secara rutin memproduksi perkakas pertanian, seperti golok, sabit, cangkul dan kapak.

Dari pusat pemerintahan daerah, sentra ini berada sekitar 15 kilometer ke arah timur. Begitu memasuki desa ini, Anda akan langsung mendengar riuh suara pukulan martil beradu dengan baja.

Berdasarkan cerita yang menyebar di masyarakat, pembuatan golok di sini sudah berlangsung sejak abad ke-18, atau pada zaman penjajahan Belanda. Konon, keahlian pembuatan golok diturunkan dari Ki Samandullah, bangsawan pelarian Cirebon yang melawan Belanda dengan mengajari warga setempat membuat senjata.

Saung Kreatif Kharisma Alam

Beberapa produk dari Saung Kreatif Kharisma Alam (https://travel.kompas.com)

Terletak di Desa babakanmulya, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan memproduksi 30 – 40 hiasan kayu setiap harinya. Pemilik Saung, Saharudin Kibro ini mempunyai produk handicraft dengan memanfaatkan limbah kayu.

Baca juga: Batik Kuningan

Sentra Kerajinan Batik

Sutisna saat menunjukkan batik khas Kuningan bermotif Kuda (https://jabar.tribunnews.com)

Terletak di Desa Cikubangsari, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Pionir pembuat Batik Kuningan adalah May Sutisna. Sudah tujuh tahun May menggeluti usaha batik yang kini produknya sudah menyebar ke berbagai instansi pemerintah dan lingkungan pendidikan.

Karya Seni dari Onderdil Bekas 

Hasil karya Dheni Hediana

Deni Herdiana (42 tahun), warga Desa Cipale, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, yang dulu merupakan seorang montir. Kini, banting setir menjadi seorang seniman dengan kerajinan dari limbah onderdil bekas. Sebelumnya, ia memiliki sebuah bengkel vespa di samping rumahnya dan banyak mengumpulkan onderdil-onderdil bekas yang sudah tidak terpakai.

Hasil karya Dheni Hediana

Ide itu muncul saat ia berniat menjual serta membuang barang barang tersebut. Terbesit di pikirannya, untuk mencoba merangkai barang barang rongsok ini dijadikan sebagai hiasan. Awal mulanya, ia membuat miniatur motor motor kecil dari barang bekas tersebut. Alhasil, hasilnya pun cukup unik dan banyak diminati.

Akhirnya ia pun membuat dengan ukuran yang lebih besar berupa robot kuda berukuran besar, banteng, kambing, dan juga miniatur pesawat dan miniatur motor berbagai jenis.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.