Museum Timah Indonesia Pangkal Pinang Bangka Belitung

Museum Timah Indonesia (https://sportourism.id)

Museum Timah Indonesia terletak di Jl. Ahmad Yani No. 179, Batin Tikal, Kecamatan Taman Sari, Kota Pangkal Pinang 33684, Kepulauan Bangka Belitung.

Sebelum menjadi museum, rumah ini merupakan rumah tempat tinggal karyawan perusahaan BTW (Banka Tin Winning atau BTW). Museum ini menjadi tempat perundingan pemimpin-pemimpin Republik dengan Belanda dan UNCI (United Nations Commission for Indonesia) sebelum perundingan Roem-Royen. Sekarang rumah ini menjadi Museum Timah  Indonesia Indonesia (2 Agustus 1997) dan disini akan diketahui bagaimana perkembangan sejarah pertimahan di Indonesia.

Sejarah

Museum Timah Indonesia (https://www.djkn.kemenkeu.go.id)

Museum Timah Indonesia didirikan pada tahun 1958 dengan tujuan mencatat sejarah pertimahan di Bangka Belitung dan memperkenalkannya pada masyarakat luas. Pendirian museum ini berawal tahun 50-an ketika saat itu dalam kegiatan penambangan banyak ditemukan benda-benda tradisional yang digunakan oleh penambang zaman Belanda. Museum Timah baru resmi dibuka sekaligus diresmikan pada 2 Agustus 1997.

Dalam perkembangannya, museum ini sangat berguna bagi masyarakat luas karena di dalamnya pengunjung bisa mengetahui sejarah pertimahan di Bangka Belitung, perkembangan teknologi pertambangan sejak zaman Belanda hingga masa kini. Pada tahun 2010 silam, melihat besarnya jumlah kunjungan wisatawan ke museum Timah, dilakukanlah renovasi tata letak sehingga lebih fokus pada pertambangan. Beragam koleksi materi yang ada didalam museum juga ditambah sehingga alur sejarah pertambangan menjadi semakin tampak.

Koleksi

Koleksi Museum Timah meliputi, antara lain (diambil dari bangkapos):

1. Prasasti Kota Kapur

Prasasti Kota Kapur berupa batu dengan tinggi satu meter lebih ini bertuliskan aksara kuno, dengan terjemahan disampingnya, prasasti ini pertama kali ditemukan oleh seorang pegawai pamong praja tahun 1892, J.K. Van Der Muelen. Berkat penemuan inilah ditemukan kerajaan Sriwijaya di Kota Kapur.

2. Geologi Timah

Geologi timah menjelaskan tentang timah yang terbagi dalam dua jenis yakni sekunder dan primer. Timah sekunder identik dengan berpasir sedangkan primer melekat di batu-batuan

3. Peralatan Penggalian Timah

Peralatan Penggalian Timah hingga keperluan rumah tangga (https://kumparan.com)

Pada masa awal peralatan menggali timah hingga keperluan rumah tangga yang digunakan warga masih tradisional, hampir semuanya berasal dari kayu, seperti gayung air, rantai kayu, peralatan untuk menggali tanah, linggis hingga rantai terbuat dari kayu

4. Sarana dari Masa ke Masa Transportasi

Dulu transportasi sebelum ada mobil dan lainnya, transportasi di pulau Bangka sangat tradisional, dan itu digunakan untuk keperluan sehari-hari, seperti kereta sorong, gerobak sapi, lori angkut, tandu, sepeda lori, perahu orang sejak, mesin uap, truk, hingga pesawat.

5. Lintas Sejarah Timah di Indonesia

Lintas Sejarah Timah di Indonesia

Di museum timah ini dijelaskan kapan awal mula timah ditemukan dan dipergunakan untuk apa pada zamannya hingga tahun berapa eksplorasi timah lebih modern.

6. Galeri Geologi – Eksplorasi Timah

Disini bisa dilihat batu-batu yang terdapat kandungan timah seperti, batu granit, ada juga kuarsa, besi dan masih banyak lagi lainnya. Selain itu ada peralatan digunakan pada zamannya seperti mesin ketik.

7. Sejarah Lada Putih Mentok

Sejarah Lada Putih Mentok (https://indonesiatripnews.com)

Lada putih berasal dari India Selatan, disini dijelaskan siapa pembawanya ke pulau Bangka, tahunnya, dan peralatan orang-orang Bangka untuk menanam hingga mengolahnya menjadi lada putih.

8. Timah Dalam Peradaban Manusia dan Artefaknya

Timah sudah mulai diolah dengan beragam kreasi seperti cinderamata hingga gantungan kunci ada juga miniatur, sedangkan artefak ditemukan beragam seperti ditemukan mata uang berbahan timah, aksesoris seperti kalung hingga timah sebagai alat barter.

Museum Timah Indonesia
Jl. Ahmad Yani No. 17, Batin Tikal, Kecamatan Taman Sari, Kota Pangkal Pinang 33684, Kepulauan Bangka Belitung
Jadwal Berkunjung:
Hari: Senin – Kamis, Sabtu-Minggu
Jam: 09.00 – 16.00 (Istirahat: 12.00 – 13.00)
Telp.: +62 717 4258000 Ext. 15631
Tiket: Gratis

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.