Taman Nasional Aketajawe Lolobata Maluku Utara

Air Terjun di Taman Nasional Aketajawe-Lolobata

Taman Nasional Aketajawe-Lolobata (TNAL) adalah taman nasional yang terletak di di Halmahera Tengah, Kota Tidore Kepulauan dan Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara.

Taman Nasional Aketajawe-Lolobata merupakan kawasan lindung yang mengkombinasikan dua kawasan inti yang terpisah (Kelompok Hutan Lindung Aketajawe dan Kelompok Hutan Lolobata ) yang memiliki berbagai rangkaian habitat dan spesies dari unit biogeografi kelompok Halmahera dalam satu unit pengelolaan.

Perlindungan yang diharapkan dari kombinasi dua kawasan ini, yaitu:

  • Perlindungan terhadap perwakilan keanekaragaman ekosistem dan rangkaian habitat yang lengkap dari dataran rendah sampai pegunungan, yang mencakup perwakilan asli dari seluruh jenis habitat darat yang penting di Pulau Halmahera .
  • Perlindungan daerah resapan air yang penting bagi kawasan sekitarnya atau dibawahnya untuk kebutuhan air masyarakat, pertanian, industri dan lainnya, dan kawasan ini merupakan pilihan bagi masyarakat hutan Tugutil untuk dapat terus menjalankan cara hidup tradisionalnya.

Dalam kegiatan ekspedisi goa kali ini, TNAL menggandeng kelompok pemerhati goa, yaitu Acintyacunyata Speleological Club (ASC) dari Yogyakarta untuk bersama-sama mencari sinkhole yang masih menjadi misteri di dalam kawasan TNAL. Sebut saja sinkhole Kobe. Berhasil menemukan sebanyak 22 goa baru (4 diantaranya sudah dipetakan), natural bridge dan beberapa air terjun di sepanjang perjalanan menuju sinkhole Kobe.

Sejarah

Goa di Taman Nasional Aketajawe Lolobata (http://ksdae.menlhk.go.id)

Tahun 1981, Rencana Konservasi Nasional Indonesia mengusulkan penetapan empat kawasan lindung di Halmahera, yaitu Aketajawe, Lolobata, Saketa dan Gunung Gamkonora.

Tahun 1993, Rencana Tindak Keanekaragaman Hayati Indonesia merekomendasikan penetapan suatu sistem kawasan lindung terpadu yang mencakup seluruh habitat darat Salah satu kawasan yang ditekankan adalah Lolobata yang luas seluruhnya mencapai 89.000 ha.

Tahun 1995, kawasan Aketajawe dan Lolobata serta hampir seluruh hutan-hutan yang ada di dalamnya diusulkan menjadi taman nasional.

Tahun 1999 areal hutan di Provinsi Maluku seluas ± 7.264.707 hektar ditunjuk sebagai kawasan hutan, diantaranya kawasan hutan lindung, hutan produksi terbatas dan hutan produksi tetap di Kelompok Hutan Aketajawe dan Lolobata, Kabupaten Halmahera Tengah, Kota Tidore Kepulauan dan Halmahera Timur.

Tahun 2004, sebagian kawasan hutan lindung, hutan produksi terbatas dan hutan produksi tetap pada Kelompok Hutan Lindung Aketajawe, seluas ± 77.100 hektar di Kabupaten Halmahera Tengah dan Kota Tidore Kepulauan dan Kelompok Hutan Lolobata seluas ± 90.200 hektar terdiri dari hutan lindung seluas ± 76.475 hektar, hutan produksi terbatas seluas ± 7.650 hektar dan hutan produksi tetap seluas ± 6.075 hektar di Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara (total luas 167.300 ha) dirubah fungsinya menjadi Taman Nasional Aketajawe Lolobata.

Flora

Taman Nasional Aketajawe-Lolobata memiliki tipe hutan hujan dataran rendah dan hutan hujan pegunungan. Kawasan hutan tersebut memiliki potensi keanekaragaman hayati yang tinggi antara lain berbagai jenis flora seperti Damar (Agathis  sp.), Bintangur ( Calophyllum inophyllum ), Benuang ( Octomeles sumatrana ), Kayu bugis (Koordersiodendron pinnatum), Matoa (Pometia pinnata), Merbau (Intsia bijuga), Kenari ( Canarium mehenbethene gaerta) dan Nyatoh (Palaquium obtusifolium).

Fauna

Miniatur Dinosaurus merupakan julukan disematkan untuk reptil unik bernama Soa-soa Halmahera

Mamalia;  dari 51 jenis mamalia di Maluku Utara (11 jenis endemik), 28 jenis terdapat di Halmahera (7 jenis endemik) dan 1 jenis adalah endemik Halmahera, yaitu Kuskus ( Phalanger sp). Jenis lainnya antara lain babi hutan (Sus scrofa), dan rusa (Cervus timorensis).

Burung;  dari 243 jenis burung di Maluku utara (26 jenis endemik), 211 terdapat di Halmahera (24 jenis endemik) dan 4 jenis adalah jenis endemik Halmahera.

Burung Bidadari Halmahera (Semioptera wallacei)

Keempat jenis endemik tersebut di atas adalah Mandar Gendang ( Habroptila walacii), Cekakak Murung (Todiramphus diops), Kepudang Sungu Halmahera (Coracina parvula), Kepudang Halmahera (Oriolus phaeochromus).

Reptil;  dari 42 jenis reptil di Maluku utara (7 jenis endemik), 38 terdapat di Halmahera (7 jenis endemik), antara lain katak mulut sempit ( Callulops dubia, Caphixalus montanus),  biawak air (Hydrosaurus warneri), dan biawak darat (Varanus  sp.),

Amfibi;  dari 6 jenis di Maluku utara (2 jenis endemik), 6 terdapat di Halmahera (2 jenis endemik) dan 2 jenis adalah jenis endemik Halmahera.

Jenis endemik halmahera, lainnya meliputi belalang (2 jenis), capung (3 jenis), kupu-kupu raja (1 jenis), dan moluska darat (20 jenis. Jenis-jenis tersebut, diantaranya Belalang (Cranaekukenthali spp) , Kupu-kupu raja (Papilio heringi) , Capung (Selysioneura thalia, Synthemis spp ) dan Keong darat (Palaeohelicina zoae).

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:

Susur Gua di TNAL

  • Wisata Alam : Keindahan lansekap, air terjun dan sungai.
  • Wisata Budaya : Budaya tradisional masyarakat Togutil.
  • Aktivitas Wisata : Pengamatan burung dan kupu – kupu, susur gua Gua (Gua Melisa, Gua Paniki, Gua Semut, Gua Angin, Gua Kulintang, dan Gua toto), berkemah, wisata pendidikan di Sanctuary burung.

Salah satu fasilitas SPB untuk mendukung proses konservasi dan fungsi lain, seperti pariwisata dan pendidikan (https://www.mongabay.co.id)

Musim Kunjungan Terbaik: Sepanjang Tahun.

Cara pencapaian lokasi

Lokasi Lolobata

Dari Ternate menuju Sidangoli menggunakan speed boat (± 3/4; jam), kemudian dilanjutkan dengan kendaraan roda empat (darat) menuju Daru (± 2 jam). Dari Daru dilanjutkan dengan kapal laut menuju Poli/Subaim (±1.5 jam).

Lokasi Aketajawe

Dari Ternate menuju Bastiong menggunakan speed boat (±1/2 jam), kemudian dilanjutkan dengan kendaraan roda empat menuju Gita (±3 jam). Dari Gita dilanjutkan dengan kendaraan roda empat menuju Sungai Akejira/Hijrah (±3 jam).

Informasi lebih lanjut hubungi

Kantor Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Jl. Empat Puluh Sofifi Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara
Telp : +62 813-5644-4202
Email : aketajawe@gmail.com
FB: https://www.facebook.com/aketajawe.lolobata/
Twit: https://twitter.com/@btn_aketajawe
IG: https://www.instagram.com/aketajawelolobata_nationalpark/?hl=id
Youtube: https://www.youtube.com/channel/UC3vddE3kyAO5sYMpVXQKzLw

Follow me!

One thought on “Taman Nasional Aketajawe Lolobata Maluku Utara

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.