Melestarikan Keberagam Bahasa Daerah di NTT

Peta Bahasa Daerah di Indonesia (http://petabahasa.kemdikbud.go.id)

Nusa Tenggara Timur, Provinsi yang memiliki penduduk sebanyak 5,4 Juta jiwa (Data BPS NTT 2019) dan terdapat 16 suku yang mendiami beberapa pulau besar dan kecil antara lain, antara lain Suku Helong; Dawan; Tetun; Kemak; Marae; Rote; Sabu; Sumba; Riung; Ngada; Ende Lio; Sikka-Kroweng Muhang; Lamaholot; Kedang; Labala; dan Alor Pantar. Provinsi yang biasa disebut dengan Flobamorata ini memiliki 68 Bahasa Daerah (Data Kantor Bahasa NTT).

Baca juga: Peta Tenun Nusa Tenggara Timur

Provinsi yang diberi predikat sebagai Nusa Terindah Toleransi dan memperoleh penghargaan sebagai Provinsi dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia ini kaya akan ragam suku dan budaya termasuk bahasa daerah.

Baca juga: 10 Persen Bahasa Dunia Ada di Indonesia

Kepala Kantor Bahasa NTT, Valentina Lovina Tanate, S.Pd., kepada media ini, Senin/4/2/2019 mengatakan terdapat 68 (enam puluh delapan) bahasa daerah di Nusa Tenggara Timur dengan perincian sebagai berikut:

01. Bahasa Abui
02. Bahasa Adang
03. Bahasa Alor
04. Bahasa Anakalang
05. Bahasa Bajo
06. Bahasa Bajo Delang
07. Bahasa Batu
08. Bahasa Blagar
09. Bahasa Buna (Bunak)
10. Bahasa Dawan
11. Bahasa Deing
12. Bahasa Dulolong
13. Bahasa Gaura
14. Bahasa Hamap
15. Bahasa Helong
16. Bahasa Hewa
17. Bahasa Kabola
18. Bahasa Kaera
19. Bahasa Kalela (Kawela)
20. Bahasa Kamang
21. Bahasa Kambera
22. Bahasa Kambera Pandawai
23. Bahasa Kedang
24. Bahasa Kemak
25. Bahasa Kiraman
26. Bahasa Klamu
27. Bahasa Klon
28. Bahasa Kolama
29. Bahasa Komodo
30. Bahasa Kui
31. Bahasa Kulatera
32. Bahasa Lababa
33. Bahasa Lamaholot
34. Bahasa Lamatuka
35. Bahasa Lamboya
36. Bahasa Lewuka
37. Bahasa Lio
38. Bahasa Lura
39. Bahasa Mambora
40. Bahasa Manggarai
41. Bahasa Manulea
42. Bahasa Melayu
43. Bahasa Nage
44. Bahasa Namut
45. Bahasa Ndao
46. Bahasa Ndora
47. Bahasa Nedebeng
48. Bahasa Ngada
49. Bahasa Omesuri
50. Bahasa Palu’e
51. Bahasa Pura
52. Bahasa Raijua
53. Bahasa Retta
54. Bahasa Riung
55. Bahasa Rongga
56. Bahasa Rote
57. Bahasa Sabu
58. Bahasa Sawila
59. Bahasa Sikka
60. Bahasa So’a
61. Bahasa Sumba Barat
62. Bahasa Tabundung
63. Bahasa Teiwa
64. Bahasa Tetun
65. Bahasa Tewa
66. Bahasa Wanukaka (Wanokaka)
67. Bahasa Wersing (Wirasina)
68. Bahasa Wewewa (Wejewa)

Sumber: gardaindonesia

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.