Tarian Tradisional Kabupaten Kediri Jawa Timur

Tari Barong (https://travel.kompas.com)

Ragam kesenian di Kabupaten Kediri tentunya tidak lepas dari sejarah kerajaan Kediri. Dengan Raja Jayabaya sebagai Raja pada masanya, Kerajaan Kediri telah mengibarkan bendera kekuasaannya sampai ke Ternate, dengan bukti ditemukannya situs Tondowongsi pada tahun 2007.

Tari Jaranan (Kuda Kepang)

Tari jaranan atau dengan nama lain Kuda Lumping dan Kuda Kepang merupakan kesenian khas Kediri, kesenian ini berakar kuat dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Kediri, seni jaranan merupakan bentuk kesenian yang menggambarkan tentang kegagahan pasukan berkuda masa kerajaan yang bertugas membasmi keangkaramurkaan.
Seni jaranan ini menggunakan peralatan tari berupa, kuda kepang (kuda yang terbuat dari anyaman bambu), bentuk celeng (babi hutan), dan topeng Caplokan.

Dalam frame penampilannya, penari jaranan akan tampil pertama kali dan menari menggunakan kuda kepang dengan diiringi instrument gamelan.

Gerak tari yang ditampilkan merupakan gerak dinamis yang sesuai dengan irama gamelan pengiringnya. Penampilan selanjutnya muncul sosok penari Caplokan dari penari babi hutan sehingga terjadi pertarungan diantara ketiganya.

Pada puncak tariannya, para pemain jaranan akan mengalami trance sehinggan melakukan atraksi menakjubkan dan tidak bias dilakukan oleh manusia biasa, atraksi-atraksi tersebut antara lain : memakan pecahan kaca, berjalan diatas api, dan seterusnya.

Penari-penari biasanya akan didampingi oleh seorang Gambuh yaitu pawang seni ajaran yang bertugas mengobati penari agar sembuh dari trance-nya dan dapat normal kembali. Di Kabupaten Kediri terdapat beberapa jenis jaranan antara lain:

Tari Jaran Senterewe

Jaranan senterewe dalam penampilannya seninya lebih mengutamakan kreatifitas gerak, kekayaan serta kepadatan gerak. Iringan gamelan yang ditampilkannya juga lebih riang dan dinamis, jaranan senterewe ini merupakan jaranan yang banyak digemari oleh masyarakat karena pada masa penampilannya biasanya akan diikuti dengan penampilan hiburan modern berupa lagu-lagu yang bernada diatogis yang dibingkai dalam musik-musik campursari, dangdut, dan lain-lainnya.

Tari Jaranan Pegon

Jaranan Pegon (https://jawatimuran.wordpress.com)

Jaranan pegon sedikit memiliki persamaan dengan jaranan senterewe yaitu memiliki kreatifitas gerak serta iringan yang dinamis. Yang menjadi pembeda dari jaranan pegon dalah pemakaian asesoris dan busananya yang lebih meriah dan cenderung seperti busana yang digunakan dalam pentas seni wayang orang.

Tari Jaranan Dor

Jaranan Dor (https://jawatimuran.wordpress.com)

Jaranan Dor merupakan jenis jaranan yang ditarikan dengan unsur humor, pada penampilannya tidak jarang pemain jarana dor akan melakukan aksi-aksi lucu yang akan mengundang tawa penontonnya. Gerak tari dan musik pengiringnya tidak jauh berbeda dengan jenis jaranan lainnya. Yang menjadi pembeda seni jaranan dor dengan jaranan jenis lainnya adalah alat musik Gong dalam instrument gamelannya diganti dengan alat musik Bedug.

Tari Jaranan Jowo

Jaranan Jowo (https://jawatimuran.wordpress.com)

Jaranan Jowo pada dasarnya merupakan jenis/memiliki klasifikasi SEBAGAI jaranan klasik, gerak tari Jaranan Jowo terlihat lebih mantap dan berbot sehingga terlihat kurang dinamis. Dalam penampilannya kesan pertama yang muncul terhadap Jaranan Jowo adalah adanya unsur magis, ini akan lebih kental terlihat dalam gerak tari serta kesederhanaan busana serta peralatan yang digunakannya. Pada puncaknya penari Jaranan Jowo ini akan mengalami trance dan beratraksi yang menakjubkan.

Tari Barong

Tari barong (https://jawatimuran.wordpress.com)

Tari barong sendiri merupakan bagian dari tarian khas Kediri, yakni jaranan. Kesenian jaranan sudah lama menjadi kekayaan seni masyarakat Kediri. Tak mengherankan jika kesenian Jaranan ini menjadi tontotan wajib di setiap perayaan kegiatan masyarakat Kediri.

Tari Langen Putri Gandasari

Tari Langen Putri Gandasari (http://www.timurjawa.com)

Tarian yang menggambarkan upacara sesaji sebagai rasa syukur kepada Tuhan. Putri Raja pewaris takhta Kahuripan, Kerajaan Airlangga, Dewi Kilisuci, dalam cerita ini, sekaligus menggambarkan Raja dan Keraton adalah simbol puncak peradaban pada masa itu.

Sang Dewi digambarkan melakukan ritual dengan mengadakan sesaji agar masyarakat di sekitar lereng gunung Kelud , terhindar dari malapetaka alam. Bersama rakyat beliau mengadakan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Tari Topeng Panji Gagahan Alus

Tari Topeng Panji Gagahan Alus (https://suarapubliknews.net)

Sebagai filosofi tentang kegagahan seorang Panji kesatrian yang diidolakan oleh masyarakat pada masa itu, dimana kesatria Panji mempunyai prinsip sederhana dan arif serta bijaksana dalam menghadapi tempaan lelakon urip nerimo dan sabar. Ketangkasan para prajurit Panji dalam bela Negara. Terampil, sigap, cakap, tegas, dan berwibawa, merupakan karakter dari prajurit Panji.

Tari Suran Pamenang

Merupakan ritual arak-arakan yang kerap diadakan pada 1 Suro (bulan Muharram), simbol kemasyhuran Sri Aji Jayabaya dengan anugerah Jangka Jayabaya. Ritual tersebut sebagai upaya reresik diri (menyucikan diri), ngalab berkah (mencari keberkahan), serta sejahtera dalam hidup.

One thought on “Tarian Tradisional Kabupaten Kediri Jawa Timur

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.