Masjid Al Mubarok Kuningan Jakarta Selatan

Masjid Al Mubarok

Masjid Al Mubarok berlokasi di Jalan Gatot Subroto kav. 14, Kecamatan Kuningan Barat, Jakarta Selatan, di dalam Kompleks Museum TNI Satria Mandala, Jakarta Selatan. Lokasinya berjarak kurang lebih 1,5 km dari Semanggi.

Keberadaan Majid Al Mubarok Kuningan tidak terlepas dari perjuangan Pangeran Adipati Awangga yang bergelar Pangeran Kuningan. Dia ikut bersama pasukan gabungan Demak-Cirebon pimpinan Falatehan dalam merebut Sunda Kelapa dari Kerajaan Padjajaran dan menggantinya dengan nama Jayakarta dan ikut menghancurkan Portugis di Sunda Kelapa pada tahun 1527.

Masjid AlMubarok atau lebih dikenal Masjid Tua Al Mubarok pernah rubuh pada 1920-an dan dibangun kembali dengan sisa pondasi yang ada dan sesuai dengan 65 persen bentuk awalnya.

Masjid Al Mubarok dilindungi oleh Pemerintah Daerah sebagai Monumen Ordonansi no 238 tahun 1931, dan kemudian ditetapkan sebagai masjid tua melalui Lembaran Daerah no 60 tahun 1972.

Arsitektur

Masjid Al Mubarok (https://kompas.id)

Secara keseluruhan, bentuk bangunan Masjid Al Mubarok terdiri atas bentuk arsitektur tradisional Jawa dan bentuk arsitektur Timur Tengah. Bentuk arsitektur tradisional Jawa direpresentasikan oleh bentuk atap tajuk tumpang dua dan bentuk hiasan kerawang di atas pintu masuk ruang utama lantai dasar yang berupa hiasan sulur-suluran tanaman. Bentuk arsitektur Timur Tengah direpresentasikan oleh bentuk kecil kubah bawang aluminium di puncak atap, bentuk lengkung di atas mihrab, dan di atas pintu dan jendela.

Atap

Masjid Al Mubarok beratap tajuk tumpang dua yang pada puncaknya ditambahkan bentuk kecil kubah bawang aluminium. Diatasnya terdapat symbol bintang dan bulan sabit.

Menara

Atap dan Menara Masjid Al Mubarok

Seperti menara di pojok ruangan, sisi barat daya, terdapat bangunan berukuran 2m x 2m, yang ditinggikan melebihi bangunan lantai dua, dan ditutupi dengan atap bentuk tajuk (seolah semacam Menara pendek). Pada puncak atap terdapat bentuk kecil kubah bawang aluminium. Diatasnya terdapat simbol bintang dan bulan sabit.

Bangunan

Masjid Al Mubarok dengan luas Tanah 2.790 m², luas bangunan 450 m², ditanah wakaf serta mempunyai daya tampung Jamaah 400 orang. Bangunan Masjid Al Mubarok terdiri atas dua lantai.

Lantai Dasar

Bentuk pintu

Ruang utama shalat Jama’ah pria berada di lantai dasar berukuran 14 m x 14 m. Di keempat sisinya terdapat dinding pelingkup. Pada dinding sisi timur terdapat di tengahnya pintu masuk utama, berdaun pintu dua. Daun pintunya berkaca warna warni dengan rangka kayu dicat warna kayu. Pada bagian atas pintu berbentuk lengkung setengah lingkaran yang terisi hiasan ukiran kayu kerawang berupa hiasan sulur-suluran tanaman dicat warna keemasan. Pintu ini diapit kanan dan kiri oleh bingkai segi empat kayu berkerawang bentuk ukiran kaligrafi tulisan huruf Arab dicat warna kayu, yang bentuknya kecil-kecil. Di sebelah kanan dan kiri pintu terdapat jendela-jendela, berdaunpintu dua. Daun jendelanya berkaca warna warni dengan rangka kayu dicat warna kayu. Pada bagian atas jendela berbentuk lengkung setengah lingkaran yang terisi hiasan ukiran kayu kerawang berupa hiasan sulur-suluran tanaman dicat warna keemasan. Jendela ini diapit kanan dan kiri oleh bingkai segi empat kayu berkerawang bentuk ukiran kaligrafi.

Dinding pelingkup ruang utama sisi selatan dan utara memiliki pintu, jendela, dan bingkai segi empat, yang bentuk dan konstruksinya sama dengan yang ada pada dinding sisi timur.

Mihrab dan Mimbar

Mihrab dan Mimbar

Dinding pelingkup ruang utama sisi barat memiliki mihrab yang menjorok keluar. Pada sisi kanan dan kiri mihrab terdapat pilar segi empat berukuran 40 cm x 40 cm, berlapis keramik warna hitam, yang menyatu dengan dinding. Pada bagian atas mihrab terdapat bentuk lengkung setengah lingkaran yang padanya ada kaligrafi tulisan Arab. Di dalam mihrab,di sisi kanan ditempatkan mimbar kayu bercat warna kayu. Seluruh bidang bagian dalam dinding yang melingkupi ruang utama lantai bawah dilapis keramik warna putih.

Ruang utama dengan empat soko guru beton

Di sebelah timur dinding pelingkup ini adalah serambi yang sifatnya terbuka. Pada sisi timur, serambi ditopang oleh empat kolom beton yang masing-masing berukuran 40cm x 40 cm, tingginya 3 meter, yang dilapis keramik warna hitam. Di sebelah utara serambi terdapat tempat wudlu dan toilet dan lorong tangga menuju lantai dua.

Lantai Atas

Bangunan Lantai dua (atas) merupakan ruang shalat jama’ah kaum wanita. Luas ruang ini adalah 17 m x 17 m Pada bagian depan, lantainya dibuat berlubang berukuran 4m x 4m yang di sekelilingnya diberi pagar besi setinggi 1 meter. Ruang atas dilingkupi oleh keempat dinding di sekelilingnya.

Makam Pangeran Kuningan. Berada di dalam Kompleks PT. Telkom

Sumber: E-book Akulturasi Arsitektur Masjid-Masjid Tua di Jakarta oleh Ashadi, Arsitektur UMJ Press, Penerbit Arsitektur UMJ Press 2018.

One thought on “Masjid Al Mubarok Kuningan Jakarta Selatan

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.