Geopark Gunung Pongkor Kabupaten Bogor Jawa Barat

Air terjun di kawasan wisata Cikaret area Geopark Pongkor (https://www.wisatatempatku.com)

Geopark Pongkor yang berada di Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor, provinsi Jawa Barat mencakup 15 Kecamatan yaitu Kecamatan Nanggung, Kecamatan Cigudeg, Kecamatan Tenjo, Kecamatan Tenjolaya, Kecamatan Leuwiliang, Kecamatan Leuwisadeng, Kecamatan Ciampea, Kecamatan Ciseeng, Kecamatan Jasinga, Kecamatan Pamijahan, Kecamatan Parung, Kecamatan Rumpin, Kecamatan Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kecamatan Cibungbulang. Di 15 kecamatan terdiri dari  172 desa di Kabupaten Bogor tersebut terdapat keanekaragaman geologi, keanekaragaman hayati dan keanekaragaman budaya yang sangat luar biasa.

Sejarah

Curug Jatake di Geoarea Leuwiliang (https://deskgram.net)

Penamaan Geopark, kenapa dipilih nama “PONGKOR“, karena nama “Pongkor” memiliki nilai Geologi yang sangat tinggi dan memiliki makna secara Internasional. Geopark Pongkor memiliki tema, yaitu “Evolusi Busur Magma kuarter, Berasosiasi dengan Mineralisasi Logam Mulia Tipe Pongkor”, yang memiliki makna yaitu :

Keberlangsungan dinamika tekntonik sejak awal Miosen hingga Kuarter yang menghasilkan, pengangkatan cekungan busur belakang menjadi daratan dan diikuti oleh proses evolusi gunung api Pliosen hingga Holosen yang menghasilkan mineralisasi emas tipe pongkor.

Endapan emas-perak Pongkor merupakan ebdapan Epitermal Sulfida rendah tipe Urat (Kuarsa-Karbonat-Adularia), yang berasosiasi dengan Mn.

Situs Geologi

Persawahan terasering di Desa Wisata Malasari (https://www.goodnewsfromindonesia.id)

Geopark Pongkor mempunyai 4 Geoarea yaitu Geoarea Leuwiliang, Geoarea Tenjolaya, Geoarea Pongkor dan Geoarea Parung.

1. Geoarea Pongkor

Gunung Pongkor yang memiliki karakteristik geologi alam unik dan bernilai keilmuan tinggi. Di wilayah ini, tambang emas bawah tanah Perusahaan berada dan masih aktif beroperasi. Tambang emas Pongkor dikelola oleh Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE).

Pengembangan Museum Tambang Bawah Tanah dalam tahap persiapan untuk rencana pasca tambang Perusahaan dimana merepresentasikan aspek edukasi melalui sharing knowledge tentang aktivitas operasional penambangan dan pengolahan bijih emas serta berbagai kegiatan penunjang lainnya. Hal ini strategis karena seluruh rangkaian aktivitas pertambangan di ANTAM UBPE  mulai dari eksplorasi hingga pengolahan bijih emas dilakukan oleh putra-putri terbaik Indonesia.

Di Geoarea Pongkor terdapat beragam pilihan destinasi wisata meliputi; Kawasan Wisata Cikaret, Kebun Teh Nirmala, Curug Berundak, Curug Cikawung, Curug Sawer, Curug Cipiit, Curug Rahong, Curug Cihanjawar, Curug Walet, Curug Cikudapaeh, Curug Tujuh, Curug Batu Tujuh, Alterasi.

Panorama lainnya, Terasering Malasari, Wisata Kiarasari, Bukit Patahan Gunung Manapa, Bukit Intrusi, Gunung Nyuncung, Panorama Dataran Aluvial Kalong Liud, Panorama Perbukitan Patahan Harkajaya, Danau Quary Jayamix, Endokarst Goa Gudawang, dan Setu Kedongdong.

2. Geoarea Leuwiliang

Karts Gunung Cibodas

Geoarea Leuwiliang meliputi: Curug Lontar, Curug Puraseda Hulu, Curug Jatake, Dataran Aluvial Puraseda, Tubuh Intruksi Dike Pabangbon, Karts Gunung Cibodas, Curug Pangeran, Panorama Alam Pabangbon, Panorama Antiklinorium Leuwiliang, Wisata Alam Situ Udik dan Arung Jeram.

Intruksi Dike Pabangbon

3. Geoarea Tenjolaya

Air Panas Cikuluwung

Geoarea Tenjolaya terdiri dari; Curug Ciampea, Curug Seribu, Curug Cipeteuy, Curug Cigamea, Curug Ngumpet, Curug Ciputri, Curug Nangka, Air Panas Cikuluwung, Curug Cikuluwung, Kawah Ratu,  Wisata Tapos, Setu Tamansari.

Curug Ngumpet

4. Geoarea Parung

Endapan Traverting di Gunung Panjang

Geoarea Parung meliputi; Curug Dendeng, Endapan Traverting, Batuan Bukit Nyuncung, Bentang Alam Bukit Nyuncung, Pemandian Air Panas Ciseeng, Mata Air Panas Gunung Peyek, Gunung Eusing, Gunung Munara, Gunung Batu, dan Minapolitan Ciseeng.

Keragaman Hayati (Biodiversity)

Suatu kawasan merupakan suatu indikator keberhasilan suatu kawasan dalam keseimbangan dan keberlanjutan suatu ekosistem. Upaya pertahanan keanekaragaman terus dilakukan baik dari sisi peraturan perundangan kawasan maupun pemantauan secara intensif.

Hutan Gunung Pongkor termasuk hutan primer yang sudah tua dan terdapat vegetasi tegakan atau pohon berkayu yang tumbuh pada ketinggian tertentu. Semakin tinggi wilayahnya atau elevasinya tegakan semakin jarang dengan pohon-pohon berdiameter kecil. Sedangkan vegetasi bawahnya akan tampak kaya atau rapat karena pertumbuhannya subur.

Keanekaragaman Jenis Flora (*)

Fauna

Gunung Pongkor merupakan ekosistem hutan lindung. Ekosistem tersebut merupakan habitat dari satwa liar (mamalia, reptil, amphibia dan burung). Beberapa jenis fauna yang ada di Pongkor yaitu Lutung (Presbytis perthus), Surili (Presbytis ayqula), Owa (Hylobates moloch), Macan Tutul (Panthera pardus), Macan Kumbang (Panthera tigris), Monyet (Macaca fascicularis), Burung Kepodang (Ariolus chimensis), Elang Ruyuk (Spilornis cola palidus), Bondol (Hirunda tahitica javanica) dan Gunting (Frogata androwai).

Warisan Budaya

Situs budaya di Geopark Pongkor dapat dilihat berdasarka budayan masa lalu dan budaya masa kini. Budaya masa lalu dicirikan oleh adanya situs-situs keagamaan seperti menhir, dolmen yang tidak digunakan untuk penguburan, kursi batu, teras batu, punden berundak, tangga batu, arca megalitik sederhana, batu prasasti, dsb.

Budaya masa lalu dapat juga dicirikan oleh budaya masyarakat yang sudah berlangsung turun temurun, seperti bertani, peninggalan sejarah kerajaan atau masa penjajahan,

Budaya masa kini, yang lebih modern sering memanfaatkan lokasi-lokasi situs geologi untuk dijadikan sebagai wilayah pertambangan, pertanian, perekonomian dan juga kegiatan wisata.

1. Geoarea Pongkor

Terdapatnya Kampung Citalahab, Rumah Jepang, Pendopo Bupati, situs Prasasti Jambu, Konsep Wisata Religi Pasir Gocap, Situs Prasasti Batu Tapak, Situs Makam Para Raja Garisul, Makam Syekh Muhidin, Kampung Adat Urug dan Highland Park Resort Mongolian.

2. Geoarea Leuwiliang

Kompleks Prasasti Ciaruteun, Bukit Rangon, Kampung Wisata Tegal Waru, PLTA Karacak, Situs Banteng, Situs Pasir Angin, dan Situs Mosoleum Van Hotman.

3. Geoarea Tenjolaya

Komplek Situs Cibalay, Kampoeng Salaka, Buper Sukamantri, Peternakan Kuda, Pura Parahyangan Jagakarta, dan Kampung Budaya Sindang Barang.

Sumber: (*) Biodiversitas area Konsesi Tambang Emas Pongkor oleh Luluk Setyaningsih, Hanjar Mulya, dan Syaiful Habib, Penerbit Universitas Nusa Bangsa

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.