Batik Lebak Banten

Batik Lebak motif Rangkasbitung

Batik Lebak memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri dan berbeda dengan batik-batik lain di Tanah Air. Desain batik Lebak terdapat 12 motif dan mengandung makna juga filosofi sesuai budaya masyarakat Badui, budaya masyarakat Kaolotan, kekayaan alam baik tambang maupun wisata, serta industri rumahan.

Ke 12 motif batik Lebak itu telah didaftarkan pada Direktorat Jenderal HKI Melalui Direktur Cipta, Desain Industri, Desain Tata Letak, Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI.

12 Motif

Batik Lebak mempunyai 12 motif antara lain Motif Seren Taun, Motif Sawarna, Motif Gula Sakojor, Motif Pare Sapocong, Motif Kahirupan Baduy, Motif Leuit Sijimat, Motif Rangkasbitung, Motif Caruluk Saruntuy, Motif Lebak Bertauhid, Motif Angklung Buhun, Motif Kalimaya dan Motif Sadulur.

Motif Pare Sapocong

Pare Sapocong dalam ikatan padi yang dikumpulkan dari enam genggam padi diikat menjadi satu. Tradisi ini masih dipertahankan di Kasepuhan Lebak Selatan dan Baduy, dengan tujuan untuk mempermudah pengeringan, pengangkutan dan penyimpanan. Bibit padi yang digunakan jenis padi besar seperti padi cere, gantang, kui, seksek, sirikuning, dan ketan yang memiliki umur panen enam bulan. Adapun alat panen yang digunakan dengan etem (ani-ani) untuk memotong tangkai padinya.

Filosofi: Melambangkan sumber kemakmuran hidup dengan ikatan persaudaraan dan kerendahan hati.

Motif Gula Sakojor

Gula aren merupakan komoditas unggulan kabupaten lebak. Budaya pengolahan serta pengemasan masih mempertahankan serta tradisional, dengan pembungkus daun salak yang diikat dengan tali bambu dan digabungkan menjadi satu ikatan (kojor) yang terdiri dari lima hulu (lima bungkus).

Filosofi: Melambangkan sifat kegotongroyongan dalam ikatan kekeluargaan.

Motif Rangkasbitung

Motif ini merupakan gambaran sumber daya alam yang melimpah yang dimiliki kabupaten lebak. Ornamen gabungan seluruh sumber kekayaan alam yang dimiliki, pada bagian tengahnya ikatan gula, mayang aren, dan bambu, dan juga dihiasi dengan batu kalimaya.

Filosofi: Melambangkan ketertiban, keteraturan dan keharmonisan.

Motif Kalimaya

Kalimaya merupakan sumber daya alam Kabupaten Lebak yang banyak ditemui di Kecamatan Maja, Curugbitung, Sarija, dan cimarga sebagai bahan baku cincin. Batu kalimaya adalah icon Kabupaten Lebak yang diproses mulai dari menambang batu, diproses gurinda dan penggosokan. Ornamen utama dari motif ini yaitu batu kalimaya, pada sisi-sisinya ditambah motif angklung, dan motif tenun baduy.

Filosofi : Melambangkan kehidupan yang kuat dengan harmonisasi warna kebajikan.

Motif Leuit Sijimat

Kahirupan Baduy adalah aktivitas keseharian masyarakat suku baduy. Ornamen utama batik ini terdiri dari : rumah panggung sebagai tempat tinggal suku baduy, dengan mata pencaharian utamanya berladang (huma) yang dilambangkan dengan adanya ornamen lantaian (tempat jemuran padi), dan leuit (tempat penyimpanan padi) serta aktivitasnya.

Filosfi : Melambangkan kehidupan bersahaja dengan kelestarian alam yang kental dengan budaya.

Motif Angklung Buhun

Angklung buhun dan dogdoglojor adalah kesenian tradisional pada masyarakat suku baduy maupun dikesepuhan lebak selatan. Ornamen motif ini terdiri dari angklung, bedug dogdoglojor, leuit, dan rumah panggung, serta dihiasi dengan motif tenun baduy.

Filosofi : Melambangkan kedinamisan dan kegembiraan.

Motif Lebak Bertauhid

Bertauhid merupakan moto Kabupaten Lebak yang berarti bersih, taqwa, hijau dan damai. Ornamen utama batik ini terdiri dari surau dan bedug. Surau dan bedug masih tetap dipertahankan dan masih dapat ditemui di lingkungan masyarakat, sebagai sarana siar islam, kegiatan social (musyawaroh), dan pendidikan agama. Sedangkan bedug digunakan sebagai pengingat kita sebagai umat islam juga sebagai media social.

Filosofi : melambangkan citra kehidupan yang religious dengan penuh keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Motif Seren Taun

Serentaun adalah budaya adat Kesepuhan Lebak Selatan dan Baduy. Serentaun menggambarkan kegiatan ritual yang merupakan ucapan syukur atas hasil bumi/panen yang telah diperoleh kepada yang Maha Kuasa Allah SWT.

Filosofi : Melambangkan rasa sikap syukur atas anugerah kenikmatan dari yang maha kuasa.

Motif Lebak Sadulur

Motif batik lebak sadulur dilambangkan oleh dua jenis leuit (lumbung padi) yang berada dikesepuhan lebak selatan dan jenis leuit suku baduy. Dari dua jenis leuit yang berbeda tapi mempunyai fungsi dan manfaat sama yaitu sebagai tempat penyimpanan padi. Ornamen batik sadulur terdiri dari dua buah leuit (lumbung padi), leuit kesepuhan lebak selatan, dan leuit suku baduy dengan ornament tambahan motif tenun baduy dan angklung.

Filosofi : Melambangkan kekeluargaan, kesejahteraan dan kebersamaan.

Pengrajin

Chanting Pradana
Kampung Pancur, RT/RW 02/05, Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten; Telp. +62877 7269 8778.

Imah Batik Sahate
Jl. Abdi Negara No.5, Rangkasbitung Bar., Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Telp. +62856 9342 8750

Sumber: batiklebakchantingpradana

One thought on “Batik Lebak Banten

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.