Batik Kabupaten Sukabumi Jawa Barat

Beragam Motif Batik Pakidulan Kabupaten Sukabumi (http://ciletuhpalabuhanratugeopark.org)

Batik khas Kabupaten Sukabumi yang terkenal dengan motif panorama pantai Pelabuhan Ratu, bermacam-macam corak bunga, penyu yang merupakan lambang Pemda Kabupaten Sukabumi, harus berani tampil percaya diri untuk bersaing sehat dengan pelaku usaha batik yang telah terlebih dahulu mempunyai nama, dibuat oleh pelaku-pelaku usaha asli putra daerah Kabupaten Sukabumi yang dibina Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Kabupaten Sukabumi dan Kementerian Koperasi.

Batik Purwasedar atau Batik Pakidulan

Aliyudin Firdaus (http://ciletuhpalabuhanratugeopark.org)

Terletak di Desa Purwasedar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, merupakan Binaan CSR PT Bio Farma. Aliyudin Firdaus, Seniman dan pencipta Batik Pakidulan mendapat inspirasi dari eksotisme pesona alam, filosofi kehidupan masyarakat pakidulan, serta keanekaragaman budaya dan hayati di kawasan Geopark Ciletuh.

Saat ini sebanyak lebih dari 20 pengrajin batik pakidulan terlibat dalam pembuatan batik, sehingga tercipta lapangan kerja baru untuk keberlanjutan kehidupan masyarakat pakidulan.

Warna Alami

Pembuatan batik pakidulan menggunakan green process, dengan bahan dan pewarna batik alami menggunakan Nano Teknologi yaitu pewarnaan batik ramah lingkungan. Pewarnaan Batik merupakan formulasi dari akar dan pohon‐pohon alami seperti daun pandan,daun jati, daun ubi, kulit pohon mahoni, kunyit, pohon lainnya.

Motif

Batik Pakidulan memiliki 3 motif khas dan andalan:

1. Motif Curug atau air terjun,

2. Motif Panenjoan yaitu ekspresi artistik pemandangan dataran tinggi di Panenjoan Sukabumi, yang terdiri dari awan putih, rimbunan pepohonan yang hijau, rumah penduduk dan hamparan sawah,

3. MotJampang purba yang berusia lebih dari 65 juta tahun di kawasan Geopark Ciletuhif Hujungan ekspresi pemandangan batuan geologi.

13 Produk Motif Batik Pakidulan yang Terdaftar Hak Cipta

Batik Pakidulan motif Beulah Kopi (http://ciletuhpalabuhanratugeopark.org)

Nama Motif : Beulah Kopi
Tahun Pembuatan : 22 Agustus 2014
Pencipta : Aliyudin Firdaus
Daerah Pembuatan : Sukabumi, Jawa Barat, indonesia
No.HKI : Beulah Kopi #Ali 01_0714

Kopi menjadi elemen penting di masyarakat Pakidulan, Segelas kopi hangat selalu menjadi sajian utama dikala masyarakat Pakidulan berkumpul. Lebih dari sekedar menikmati masyarakat pakidulan menjalin kedekatan melalui kopi sejak dari proses membelah, menjemur biji kopi untuk kemudian dihidangkan dan dinikmati bersama dalam suasana kekeluargaan.

Batik Pakidulan motif Centreng (http://ciletuhpalabuhanratugeopark.org)

Nama Motif : Centreng
Tahun Pembuatan : 22 Agustus 2014
Pencipta : Aliyudin Firdaus
Daerah Pembuatan : Sukabumi, Jawa Barat, indonesia
No.HKI : Centreng #Ali 01_0714

Centreng menggambarkan suatu daerah dataran tinggi di Panenjoan Sukabumi Jawa Barat yang mana jika berdiri di daerah tersebut kebawah akan terlihat awan putih, rimbunan pepohonan yang hijau, rumah penduduk dan hamparan sawah.

Batik Pakidulan motif Manuk Ngupuk (http://ciletuhpalabuhanratugeopark.org)

Nama Motif : Manuk Ngupuk
Tahun Pembuatan : 22 Agustus 2014
Pencipta : Aliyudin Firdaus
Daerah Pembuatan : Sukabumi, Jawa Barat, indonesia
No.HKI : Manuk Ngupuk #Ali 01_0714

Manuk Ngupuk atau disebut juga Manuk Sapu motifnya menggambarkan seekor burung jantan yang pada saat musim kawin untuk menarik perhatian burung betina ekornya digibas‐gibaskan ke tanah.

Batik Pakidulan motif Mutiara Laut Kidul (http://ciletuhpalabuhanratugeopark.org)

Nama Motif : Mutiara Laut Kidul
Tahun Pembuatan : 2014
Pencipta : Aliyudin Firdaus
Daerah Pembuatan : Sukabumi, Jawa Barat, indonesia
No.HKI : Mutiara Laut Kidul #Ali 01_0714

Mutiara Laut Kidul menggambarkan sebuah kerang atau disebut juga oleh penduduk setempat kima merupakan kerang yang didalamnya dapat menghasilkan mutiara, yang berasal dari pantai selatan Sukabumi, Jawa Barat.

Batik Pakidulan motif Rereng Cimarinjung (http://ciletuhpalabuhanratugeopark.org)

Nama Motif : Rereng Cimarinjung
Tahun Pembuatan : 2014
Pencipta : Aliyudin Firdaus
Daerah Pembuatan : Sukabumi, Jawa Barat, indonesia
No.HKI : Rereng Cimarinjung #Ali 01_0714

Rereng atau disebut juga tebing merupakan daerah tebing yang berada di daerah air terjun Cimarinjung yang terletak di Kampung Cimarinjung, Sukabumi, Jawa Barat yang motifnya menggambarkan tebing, air terjun dan keindahan alam yang berada disekitarnya.

Batik Pakidulan motif Engkang-engkang (http://ciletuhpalabuhanratugeopark.org)

Nama Motif : Engkang‐engkang
Tahun Pembuatan : 2014
Pencipta : Aliyudin Firdaus
Daerah Pembuatan : Sukabumi, Jawa Barat, indonesia
No.HKI : Engkang‐engkang #Ali 01_0714

Motif batik engkang‐engkang menggambarkan suatu binatang yang bisa berjalan di atas air sungai.

Batik Pakidulan motif Penyu Midang (http://ciletuhpalabuhanratugeopark.org)

Nama Motif : Penyu Midang
Tahun Pembuatan : 22 Agustus 2014
Pencipta : Aliyudin Firdaus
Daerah Pembuatan : Sukabumi, Jawa Barat, indonesia
No.HKI : Penyu Midang #Ali 01_0714

Penyu atau masyarakat di sekitar Pantai Pengumbahan Sukabumi, Jawa Barat, menyebutnya Midang merupakan sebuah motif batik yang menggambarkan induk penyu yang datang kedaratan bibir pantai untuk bertelur.

Batik Pakidulan motif Rereng Bintang Laut (http://ciletuhpalabuhanratugeopark.org)

Nama Motif : Rereng Bintang Laut
Tahun Pembuatan : 2014
Pencipta : Aliyudin Firdaus
Daerah Pembuatan : Sukabumi, Jawa Barat, indonesia
No.HKI : Rereng Bintang Laut #Ali 01_0714

Motif Rereng Bintang Laut menggambarkan daerah laut dipantai selatan Sukabumi, Jawa Barat yang karangnya sangat dalam dan kondisi karangnya sangat curam dan dibawah karang tersebut banyak terdapat bintang laut

Batik Pakidulan motif Tapak Liman (http://ciletuhpalabuhanratugeopark.org)

Nama Motif : Tapak Liman
Tahun Pembuatan : 2014
Pencipta : Aliyudin Firdaus
Daerah Pembuatan : Sukabumi, Jawa Barat, indonesia
No.HKI : Tapak Liman #Ali 01_0714

Tapak Liman merupakan kepiting yang mana diatas punggung kepiting tersebut berdasarkan cerita zaman dahulu terdapat tanda bekas pijakan kerbau. Ceritanya kepiting menuntun kerbau karena kepiting sewaktu menyebrang sungai jalannya telat, maka kepiting tersebut punggungnya terinjak oleh kerbau.

Batik Pakidulan motif Tegal Sabuk (http://ciletuhpalabuhanratugeopark.org)

Nama Motif : Tegal Sabuk
Tahun Pembuatan : 2014
Pencipta : Aliyudin Firdaus
Daerah Pembuatan : Sukabumi, Jawa Barat, indonesia
No.HKI : Tegal Sabuk #Ali 01_0714

Tegal Sabuk merupakan tempat bersejarah di daerah Sukabumi, Jawa Barat yang dahulunya banyak ditinggali hewan banteng dan motif batik dari Tegal Sabuk ini menggambarkan kepala dan tanduk banteng

Batik Pakidulan motif Waffle (http://ciletuhpalabuhanratugeopark.org)

Nama Motif : Waffle
Tahun Pembuatan : 22 Agustus 2014
Pencipta : Aliyudin Firdaus
Daerah Pembuatan : Sukabumi, Jawa Barat, indonesia
No.HKI : Waffle #Ali 01_0714

Waffle menggambarkan kue waffle yang dibuat oleh masyarakat Surade Sukabumi, Jawa Barat untuk acara arak‐arakan pesta.

Batik Pakidulan motif Karang Bolong (http://ciletuhpalabuhanratugeopark.org)

Nama Motif : Karang Bolong
Tahun Pembuatan : 22 Agustus 2014
Pencipta : Aliyudin Firdaus
Daerah Pembuatan : Sukabumi, Jawa Barat, indonesia
No.HKI : Karang Bolong #Ali 01_0714

Karang Bolong merupakan daerah bersejarah yangberada di pantai cicaladi Sukabumi, Jawa Barat, yang motifnya menggambarkan karang besar yang berbentuk bolong yang berada pada pantai tersebut.

Batik Pakidulan motif Lauk Pari (http://ciletuhpalabuhanratugeopark.org)

Nama Motif : Lauk Pari
Tahun Pembuatan : 22 Agustus 2014
Pencipta : Aliyudin Firdaus
Daerah Pembuatan : Sukabumi, Jawa Barat, indonesia
No.HKI : Lauk Pari #Ali 01_0714

Lauk Pari atau disebut juga ikan pari menggambarkan kulit ikan pari yang mana pada bagian ekornya dahulu di masyarakat Surade Sukabumi Jawa Barat dijadikan sebagai alat untuk menghaluskan kayu.

Showroom Dapur Batik (*)
Terletak di Jl. Raya Cibatu No. 306, Cisaat, Kabupaten Sukabumi

Tenny Hasyantie, salah satu Designer Batik Sukabumi yang bernaung dibawah KOPASMARA (Koperasi Aspirasi Masyarakat) selain sebagai Supervisor unit Produksi beliau juga salah satu Anggota Aktif di KOPASMARA dan juga pemilik Dapur Batik di Kabupaten Sukabumi.

Motif dari Dapur Batik

Motif Gurilaps

Gurilaps adalah kepanjangan dari gunung, rimba, laut, pantai dan sungai. Batik gurilaps ini dibuat sebagai cerminan dari kondisi alam Kabupaten Sukabumi yang berada pada dataran tinggi dengan bukit-bukit dan memiliki banyak aliran sungai.

Motif Gelombang Penyu

Ide penciptaan motif ini muncul ketika bunga gelombang cinta (wave of love) tengah digandrungi berbagai kalangan. Maka dari itu motif ini dinamakan gelombang penyu yang harapannya motif ini pun dapat diminati oleh semua orang dari berbagai kalangan.

Motif Penyu Patali

Penyu Patali diambil dari bahasa Sunda yang artinya penyu yang saling berkaitan. Dinamakan penyu patali karena dalam motif ini penyu digambarkan seolah-olah saling berkaitan (berpegangan tangan) antara penyu yang satu dengan penyu yang lain.

Motif Penyu Sisian

Penyu Sisian digambarkan dengan hanya menggunakan garis tepi sebagai pembentuk motif penyu itu sendiri. Perpaduan garis yang mempunyai arti keras dengan garis yang mempunyai arti luwes, dapat menghasilkan makna yang baru misalnya keras untuk mencapai suatu tujuan membentuk pencapaian cita-cita yang sangat luwes terbentuklah satu hasil keselarasan.

Motif Penyu Jajar

Jajar di sini bukan dalam arti penyu yang berjajar (berbaris) melainkan pertemuan antara garis dan titik yang berjajar (berderet). Pertemuan ini kemudian membentuk tubuh penyu secara utuh.

Motif Batok Penyu

Batok Penyu berarti tempurung penyu. Dinamakan demikian karena dalam motif ini lebih menonjolkan tempurung daripada penyu tersebut. Batok Penyu bermakna bahwa kita harus memaksimalkan potensi yang kita miliki. Disimbolkan batok karena batok dalam penyu adalah ciri khas utama penyu.

Motif Pelabuhan Ratu

Batik Pelabuhan Ratu menerapkan bentuk ikan dan rumput laut dalam motifnya. Hal ini sesuai dengan kondisi alam palabuhan ratu yang merupakan daerah pesisir. Di wilayah ini sebagian besar penduduknya memanfaatkan kekayaan laut sebagai mata pencaharian mereka.

Motif Nayor

Nayor banyak terdapat di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, dahulu nayor digunakan sebagai transportasi utama di wilayah tersebut, namun kini sudah cukup sulit ditemukan. Oleh karena itu, nayor dilestarikan dalam bentuk motif kain batik.

Motif Pedesaan

Batik Pedesaan yaitu salah satu batik Kabupaten Sukabumi dengan motif yang menggambarkan aktivitas masyarakat Kabupaten Sukabumi di pedesaan yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani atau berladang.

Motif Selabintanaan

Batik Selabintanaan yaitu batik yang menerapkan bunga-bungaan sebagai motif utamanya. Dahulu banyak warga Belanda yang menetap di wilayah Selabintana. Mereka menggunakan lahan-lahan yang ada di wilayah tersebut untuk dijadikan sebagai taman bunga. Sebagian besar taman bunga tersebut terdapat dalam kawasan wisata selabintana sekarang.

Motif Manggis

Batik Manggis yaitu batik yang menerapkan bentuk dari buah manggis sebagai motif batik. Banyaknya perkebunan manggis di Kabupaten Sukabumi menginspirasi pembatik untuk diaplikasikan dalam kain batik.

Sumber:

  • Penciptaan Batik Penyu Ngapung karya Tenny Hasyanti Kabupaten Sukabumi Jawa Barat oleh Cornita Suhartanti, Universitas Negeri Yogyakarta 2014
  • ciletuhpalabuhanratugeopark

 

One thought on “Batik Kabupaten Sukabumi Jawa Barat

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.