Wisata Sejarah di Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat

Pendapa Kabupaten Tasikmalaya tahun 1920-an

Terletak di tenggara daerah Priangan, Kabupaten Tasikmalaya sejauh ini dinilai sebagai kabupaten paling besar dan berperan penting di wilayah Priangan Timur. Sebagian besar wilayah Kabupaten ini merupakan daerah hijau, terutama pertanian dan kehutanan, sementara petani menetap sebagai mayoritas penduduk.

Nama Kabupaten Sukapura pada tahun 1913 diganti namanya menjadi Kabupaten Tasikmalaya dengan R.A.A Wiratanuningrat (1908-1937) sebagai Bupatinya. Tanggal 21 Agustus 1111 Masehi dijadikan Hari Jadi Tasikmalaya berdasarkan Prasasti Geger Hanjuang yang dibuat sebagai tanda upacara pentasbihan atau penobatan Batari Hyang sebagai Penguasa di Galunggung.

Stasiun Kereta Api

Stasiun Kereta Api Tasikmalaya (https://www.skyscrapercity.com)

Terletak di jalan Stasiun No. 8, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Tawang, Kabupaten Tasikmalaya. Stasiun Tasikmalaya terletak pada ketinggian +349 mdpl dan berada di bawah lingkup kerja PT KAI DAOP II Bandung. Stasiun Tasikmalaya melayani rute KA Ekonomi, Bisnis dan Eksekutif untuk perjalanan jalur selatan. Stasiun ini mulai dibangun sejak jaman penjajahan Belanda sekitar tahun 1890. Bangunan Stasiun Tasikmalaya kental dengan arsitektur Belanda dan saat ini setelah renovasi, di tengah-tengah atap stasiun dibuat undak seperti gedung sate.

Stasiun Kereta Api Tasikmalaya (https://id.wikipedia.org)

Jembatan Cirahong Manonjaya

Jembatan Cirahong Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya (https://www.viva.co.id)

Jembatan Cirahong letaknya di Desa Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Di perbatasan Kabupaten Tasikmalaya dengan Ciamis, Jawa Barat. Jembatan sepanjang lebih dari 200 meter tersebut melintang di atas Sungai Citanduy. Bagian atas jembatan diperuntukkan untuk rel kereta api, sedangkan bagian bawahnya untuk kendaraan bermotor dan pejalan kaki. Jembatan ini sudah ada sejak tahun 1893, merupakan salah satu peninggalan penjajahan Belanda.

Kompleks Pendapa Kabupaten Tasikmalaya

Pendapa Kabupaten Tasikmalaya tahun 1920-an (koleksi Tropen Museum)

Berlokasi di Jalan Otto Iskandar Dinata, berupa kompleks yang terdiri dari enam bangunan. Pendapa Kabupaten Tasikmalaya didirikan pada tahun 1901 di masa kepemimpinan Bupati R.T.A. Prawira Adiningrat, saat ibukota Kabupaten dipindahkan dari Manonjaya ke Tasikmalaya. Pada saat itu kabupaten masih bernama Kabupaten Sukapura. Hingga saat ini, meskipun berada dalam wilayah administratif Kota Tasikmalaya, Kompleks Pendapa dan Rumah Dinas Bupati Tasikmalaya masih menjadi aset Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya.

Pendopo Kabupaten Tasikmalaya (https://mapio.net)

Bangunan pendapa berdenah bujur sangkar, berukuran 23 m x 23 m. Berdiri di atas batur setinggi 78 cm. Lantai bangunan telah mengalami penggantian. Penambahan dinding dilakukan pada seluruh tampak bangunan. Atapnya yang berbentuk limasan, disangga oleh tiang-tiang kayu berbentuk segi empat berjumlah 12 tiang.

(https://kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Rumah Dinas Bupati

Rumah Dinas Bupati Tasikmalaya (https://kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Bangunan rumah dinas bupati disebut Gedung Negara, berdenah empat persegi panjang, memanjang utara-selatan, berukuran ± 30 m x 20 m. Bangunan menghadap selatan. Bangunan dipisahkan dengan pendapa oleh jalan. Namun, saat ini kedua bangunan dihubungkan oleh atap baru yang datar dan terbuat dari beton. Tampak muka memperlihatkan bangunan berdiri di atas batur. Satu pintu besar dan tinggi berdaun dua terletak di tengah dinding muka. Pintu diapit di sisi kiri dan kanan oleh satu jendela besar berdaun dua dengan panel kaca. Jendela lain tampak di sisi muka pada dinding yang menjorok ke dalam di sisi kanan dan kiri bangunan. Masing-masing berjumlah dua jendela, bentuknya serupa dengan jendela yang mengapit pintu utama.

Kantor Dharma Wanita di Kompleks Pendapa Kabupaten Tasikmalaya (https://kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Bangunan lain yang digunakan untuk kantor Dharma Wanita, terletak di sisi barat bangunan rumah dinas. Bangunan menghadap selatan dengan denah empat persegi panjang, memanjang utara-selatan berukuran ± 9 m x 20 m. Bangunan berdiri di atas batur setinggi 60 cm. Lantainya menggunakan ubin ukuran 20 cm x 20 cm berwarna merah marun. Tampak muka bangunan terlihat dinding dengan hiasan minimalis menggunakaan garis-garis perbingkaian vertikal dan horisontal. Di bagian tengah dinding mukanya terdapat satu pintu kayu berdaun dua dengan tiga jendela berpanel kaca pada masing-masing dinding kanan dan kirinya.

Gedung lain yang disebut dengan Gedung Putih, saat ini difungsikan sebagai bangunan untuk pertemuan atau rapat-rapat. Melihat pada fisik bangunannya, bangunan Gedung Putih merupakan bangunan penambahan baru pada masa lebih kemudian di dalam kompleks.

One thought on “Wisata Sejarah di Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.