Wisata Sejarah di Jakarta Selatan

Tampak depan Stasiun Manggarai (https://heritage.kai.id)

Salah satu wilayah administratif Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta yang dipimpin oleh seorang walikota. Terdiri dari 10 kecamatan, yaitu Setia Budi, Tebet, Mampang Prapatan, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Cilandak, Pasar Minggu, Pesanggrahan, Pancoran, Jagakarsa. Jakarta Selatan dibentuk berdasarkan SK Gubernur DKI Jakarta No. Id.3/I/I/66 tanggal 12 Agustus 1966. Keputusan tersebut mulai berlaku sejak tanggal 1 September 1966.

SD Negeri 1 Manggarai

SD Negeri 1 Manggarai (https://megapolitan.kompas.com)

Terletak di Jl. Manggarai Utara I No. 6, Kelurahan Manggarai Utara, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Dahulu sekolah yang bernama Marschalk Land ini dibangun pada 1916 dengan gaya arsitektur new indies. Sekolah ini dulu tempat anak-anak pegawai Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA yang kini jadi PT KAI) bersekolah.

Stasiun KA Manggarai

Tampak Depan Stasiun Manggarai 1922-1925 (https://heritage.kai.id)

Stasiun Manggarai merupakan salah satu stasiun kereta api terbesar di Jakarta, Indonesia. Stasiun yang terletak di Manggarai, Jakarta Selatan, memiliki jalur hampir sebanyak stasiun Jakarta Kota. Stasiun ini hanya melayani KRL Commuter Line tujuan Jakarta Kota, Bogor, Tanah Abang dan Bekasi.

Stasiun Manggarai (https://heritage.kai.id)

Wilayah Manggarai di Jakarta sudah dikenal warga Batavia sejak abad ke-17. Awalnya merupakan tempat tinggal dan pasar budak asal Manggarai, Flores. Dalam kurun waktu selanjutnya, wilayah yang masuk dalam Gementee (setingkat Kotamadya) Meester Cornelis ini berkembang menjadi sebuah kampung. Meskipun jalur kereta api Jakarta-Bogor sudah dibangun oleh perusahaan kereta api swasta Nederlansch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) sejak 1873, di Kampung Manggarai baru dibangun stasiun kereta api pada 1914 dan diresmikian pada 1 Mei 1918. Sebelumnya stasiun kereta api terdekat adalah Stasiun Boekitdoeri yang terletak sekitar 400 meter dari selatan Stasiun Manggarai.

Pembangunan Stasiun Manggarai Januari 1918 (https://heritage.kai.id)

Sejak 1913 perusahaan kereta api negara Staatsspoor en Tramwegen (SS) menguasai seluruh jaringan rel kereta api di Batavia dan Meester Cornelis. SS menata ulang jalur kereta api di dua kotapraja tersebut. Salah satunya adalah pembongkaran Stasiun Boekitdoeri eks-NISM dan pembangunan stasiun baru di Manggarai. Pembangunannya dipimpin oleh arsitek Belanda bernama Ir. J. Van Gendt. Selain stasiun, Van Gendt juga membangun sekolah pendidikan perkeretaapian dan rumah-rumah dinas untuk para pegawai SS di sekitar stasiun baru.

Stasiun Manggarai di tetapkan sebagai Bangunan Stasiun Cagar Budaya Berdasarkan SK Gubernur No. 475 Th. 1993, 29 Maret 1993; Minister of Tourism No. 011/M/1999, 12 Januari 1999; SK Menbudpar No: PM.13/PW.007/MKP/05, 25 April 2005.

Menara Air Manggarai

Menara Air Manggarai (https://candrianattahiyyat.wordpress.com)

Letaknya berada di Jalan Menara Air, Kelurahan Manggarai Utara, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Bangunan itu menjulang tinggi di tengah pemukiman padat penduduk daerah Kelurahan Manggarai Utara, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Tingginya 30 meter.

Menara Air Manggarai dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1918. Teknologi yang digunakan yaitu dengan ‘Bejana Berhubungan’. Dahulu selain untuk distribusi air untuk kawasan Manggarai dan Matraman, juga dipergunakan sebagai pemadam kebakaran.

Ex Rumah Dinas Peruri

Rumah Dinas Peruri (https://tirto.id)

Rumah Dinas Peruri terletak di Jl. Brawijaya IV, Kebayoran Baru, Jakarta. Gaya arsitektur ‘Jengki’ berasal dari kata ‘Yankee’ yang kemudian menjadi gaya pertama arsitek Indonesia dan menjadi ‘Identitas arsitektur Indonesia’.
Konsep arsitektur ini juga bagian dari bentuk perlawanan terhadap rumah kolonial Belanda atau Indis. Perumahan ini dibangun tahun 1957 oleh Mohammad Soesilo, seorang pelopor profesi arsitek dan perencana kota di Indonesia.

Rumah Dinas Peruri (https://tirto.id)

Dahulu ada 32 unit Rumah Dinas Peruri yang telah menjadi bagian dari cagar budaya pada tahun 1975 di era Gubernur Ali Sadikin. Namun sungguh disayangkan, setengah unit dari komplek rumah ‘Jengki’ telah lenyap.

 

One thought on “Wisata Sejarah di Jakarta Selatan

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.