Wisata Sejarah di Depok Jawa Barat

Rumah Tua Pondok Cina

Awalnya Depok merupakan sebuah dusun terpencil ditengah hutan belantara dan semak belukar. Pada tanggal 18 Mei 1696 seorang pejabat tinggi VOC, Cornelis Chastelein, membeli tanah yang meliputi daerah Depok serta sedikit wilayah Jakarta Selatan, Ratujaya dan Bojong gede. Chastelein mempekerjakan sekitar seratusan pekerja. Mereka didatangkan dari Bali, Makassar, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Jawa, Pulau Rote serta Filipina.

Jembatan Panus

Jembatan Panus (https://www.hipwee.com)

Jembatan Panus terletak di Jalan Thole Iskandar RT.004 RW.07 Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat. Kini, karena kondisinya yang kian rapuh, pada tahun 1990 didirikan jembatan baru yang berada di sampingnya untuk menggantikan fungsi jembatan lama.

Jembatan Panus merupakan salah satu situs sejarah yang ada di Kota Depok. Jembatan ini dibangun pada tahun 1917 oleh Belanda, dan konstruksinya dirancang oleh Andre Laurens, seorang arsitek dari marga Laurens. Laurens merupakan salah satu dari dua belas nama keluarga para budak yang dimerdekakan oleh Cornelis Chastelein.

Nama jembatan ini pun bukan dari nama si pembuat jembatan, namun diangkat dari nama orang Belanda yang lama tinggal di dekat jembatan tersebut, yang bernama Stevanus Leander. Tetapi, karena warga sekitar merupakan mayoritas orang Sunda, maka warga sering memanggilnya Panus.

Rumah Tua Pondok Cina

Rumah Tua Pondok Cina (https://sportourism.id)

Rumah Tua Pondok Cina terletak di Jalan Margonda, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Lokasi rumah tua ini tepat berada di samping kanan sebelah depan dari Mall Margo City. Rumah tua ini tidak tampak dari Jalan Margonda, sehingga pengunjung yang ingin menyaksikan rumah tua ini harus memarkir kendaraannya ke areal parkir milik Mall Margo City.

Rumah Tua Pondok Cina (https://id.wikipedia.org)

Pada tanggal 18 Mei 1696, Chastelein membeli wilayah Depok dari pemerintah Belanda. Kemudian, untuk memperluas tanahnya, ia juga membeli tanah di Depok dari seorang Tionghoa bernama Tio Tong Ko berdasarkan surat pembelian 5 September 1712, dan sebagian dibeli dari seseorang bernama van den Barlisen, seorang kapten Oessien, berdasarkan surat pembelian di bawah tangah tertanggal 5 Agustus 1713.

Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC)

Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC)

YLCC terletak di Jalan Pemuda No. 72 RT.02 RW.08 Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, atau tepatnya berada satu areal dengan SMP Kasih. Lokasi ini berdekatan dengan GPIB Jemaat Immanuel Depok.

Dulu, gedung YLCC ini merupakan bangunan yang diperuntukkan bagi pastor dan pembantunya (pastorij) yang melayani di Gereja Jemaat Masehi Depok (kini GPIB Jemaat Immanuel Depok). Gedung tersebut dibangun oleh Cornelis Chastelein hampir beriringan dengan pembangunan gereja tersebut, sekitar abad 18.

Bangunan gedung YLCC ini berarsitektur kolonial Belanda dengan konstruksi kayunya terbuat dari jenis kayu nangka (artocarpus integra) dan atapnya semula menggunakan genteng buatan pabrik genteng asli depok, yaitu Aakdewerkfabriek.

SDN 2 Pancoran Mas

SDN 2 Pancoran Mas (https://okezone.com)

Bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Pancoran Mas di Jalan Pemuda, Depok, Jawa Barat mengalami kerusakan cukup berat. Padahal bangunan tersebut merupakan bangunan bersejarah peninggalan zaman Belanda yang berdiri sejak 1890 silam, di lahan seluas 1.300 meter, didirikan oleh Chastelein untuk mendidik para pekerjanya.

Tiang Telepon

Tiang Telepon (https://x.detik.com)

Tiang setinggi sekitar 7 meter di Jalan Kartini, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, diperkirakan dibangun pada tahun 1900. Dilihat dari konstruksi tiang yang berbahan baja ini, tampak bahwa tiang tersebut masih memperlihatkan kekokohannya.

Tiang telepon satu-satunya kala itu merupakan monumen peninggalan masa awal pertelekomunikasian di Depok. Sebagai salah satu situs sejarah yang ada di Depok, tiang telepon tersebut harus dijaga keberadaannya. Kesan tidak terawat seharusnya tidak muncul, serta eksistensinya yang harus tetap dipertahankan. Terlebih lokasi tiang tersebut yang berada di salah satu jalan utama di Kota Depok, maka tidak menutup kemungkinan keberadaan tiang telepon kuno tersebut akan tergusur akibat pelebaran jalan kelak.

One thought on “Wisata Sejarah di Depok Jawa Barat

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.