TWAL Pulau Sangalaki Berau Kalimantan Timur

TWAL Pulau Sangalaki (https://www.tripadvisor.com.au)

Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Pulau Sangalaki termasuk dalam Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Propinsi Kalimantan Timur. Pulau Sangalaki ditunjuk sebagai kawasan Taman Wisata Alam melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 604/Kpts/Um/8/1982 tanggal 19 Agustus 1982 dengan luas +/- 280 ha yang terdiri dari daratan (+ 15,9 ha) dan perairan.

Kondisi Umum

TWAL Pulau Sangalaki (https://ksmtour.com)

Keadaan topografi TWA Laut Pulau Sangalaki pada umumnya datar dan landai, dengan ketinggian antara 0-8 m dpl. Kawasan TWA Laut Pulau Sangalaki adalah merupakan kawasan lautan dengan 1 buah pulau yang luasnya 15 Ha. Berdasarkan klasifikasi Schmidt dan Ferguson TWA Laut Pulau Sangalaki termasuk ke dalam klasifikasi type B dengan curah hujan berkisar antara 3.000 mm sampai 4.000 mm/tahun. Kondisi suhu berkisar antara 20’C-30’C.

Flora

Cocos nucifera, Calophyllum inophyllum, Canavalia maritima, Derris trifoliata, Desmodium sp., Dillenia sp., Ficus anulata, Waru Laut (Hibiscus tiliaceus), Ipomoe pescaprae, Pandan-Pandanan (Pandanus sp.), Pongamia pinnata, Ketapang (Terminalia catappa), Scaevolia taccada.

Fauna

Sejumlah fauna terlihat di sana-sini, seperti kadal ekor biru (Emoia similis) yang banyak disaksikan sedang berjemur di bebatuan dan batang-batang pohon, biawak air (Varanus salvator), kepiting kelapa (Birgus latro), burung gosong filipina (Megapodius cuminggi). Burung elang (Haliatus leucogaster), umang-umang (Coenobita sp) dan lain sebagainya.

Daya Tarik Wisata

Tukik atau bayi penyu (http://lionmag.net)

TWA Laut Pulau Sangalaki merupakan rumah penyu hijau (Chelonia mydas) bagi penyu-penyu betina mendarat di pantai Pulau Sangalaki, menggali pasir, kemudian bertelur. Peristiwa ini berlangsung sepanjang tahun. Puncak masa mendarat dan bertelur penyu di Sangalaki pada Juli hingga Agustus setiap tahunnya. Pada bulan-bulan tersebut, rata-rata jumlah penyu yang mendarat dan bertelur bisa mencapai 20-30 ekor. Sebuah angka rerata terbesar di Indonesia dan, konon, juga terbesar di Asia Tenggara. Fakta ini menjadikan pulau ini mempunyai posisi penting bagi keberlangsungan dan kelestarian penyu hijau.

Penyu hijau sedang bertelur (http://lionmag.net)

Aktivitas Wisata

  • Menikmati panorama alam pantai, menikmati alam bawah laut dengan menyelam dan snorkeling, berenang, memancing, fotografi bawah air dan pengamatan satwa perairan, juga anda dapat pula berjemur di hamparan pasir putih menikmati sengatan matahari, keindahan dan kesunyian alam.
  • Beberapa jenis kegiatan wisata yang dapat dilakukan meliputi tracking mengelilingi pulau ini hanya memerlukan 30 menit dan pengamatan satwa.

Fasilitas

Fasilitas di resort ini berupa sembilan cottages, restoran, bar, serta ruang persiapan dan perlengkapan penyelaman. Tamu dan pengunjung disarankan melakukan registrasi dulu secara online saat berencana menginap di sini.

Aksesibilitas

  • Bandara Sultan AM Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, ke Bandara Kalimarau, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, lebih kurang 45 menit
  • Tanjung Redeb ke Tanjung Batu menggunakan kendaraan bermotor lebih kurang 2,5 jam
  • Selanjutnya menggunakan speedboat dari Tanjung Batu ke TWA Pulau Sangalaki dengan waktu tempuh lebih kurang 1 – 2 jam
  • Tanjung Redeb ke TWA Pulau Sangalaki dapat juga ditempuh dari Pelabuhan Speedboat Tanjung Redeb yang akan memakan waktu lebih kurang 3-4 jam (dengan motor kapal berkekuatan 200 PK).

Informasi lebih lanjut hubungi

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur
Jl. Teuku Umar No.17, Karang Anyar, Sungai Kunjang, Kota Samarinda 75243
Telp. (62541) 743556
Email: admin@bksdakaltim.menlhk.go.id

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.