Tradisi Berahoi Melayu Langkat Sumatera Utara

Tradisi Berahoi (https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id)

Berahoi merupakan tradisi berpantun ketika panen pada Suku Melayu Langkat di Sumatra Utara yang merupakan masyarakat agraris. Tradisi ini dilakukan pada saat mengirik padi atau melepaskan padi dari tangkainya. Sambil mengirik peserta ada yang membawakan pantun, lalu yang lainnya menyahuti pantun tersebut dengan berkata ahoi-ahoi.

Peserta yang terlibat adalah pemuda-pemudi (biasanya diikuti 40 orang) yang tinggal satu kampung atau bertetangga dengan si pemilik sawah. Pekerjaan ini dilakukan dengan gembira ria, secara sukarela, tanpa meminta bayaran sepeser pun. Si pemilik sawah cukup menyediakan minuman dan makanan saja, biasanya berupa nasi dan lemang. Yang disajikan itu hanyalah untuk pengganti rasa lelah bagi yang terlibat dalam prosesi tersebut.

Mengirik padi (https://sportourism.id)

Selain agar melepas padi dari tangkai cepat selesai, tradisi berahoi dilaksanakan dengan tujuan untuk mempererat pergaulan antar muda-mudi. Bahkan bukan tidak mungkin diharapkan diantara mereka nantinya ada yang saling jatuh cinta, sampai berlanjut ke pelaminian. Tradisi Berahoi dilakukan pada malam hari. Ada pembagian tugasnya: Laki-laki mengangkat padi dari tumpukan ke anjaian lalu mengiriknya sambil berpantun, sedangkan yang wanita bertugas mengangkat padi dari bawah anjaian ke tempat lainnya. Anjaian sendiri adalah sebuah wadah yang ditinggikan menggunakan tiang, dimana dasarnya terbuat dari bambu yang dianyam rotan.

Sumber: wikipedia

Tradisi Berahoi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Kemendikbud RI No. 201400087 tahun 2014.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.