Kontes Sapi Sonok Madura

Kontes Sapi Sonok di Pantai Slopeng Sumenep, Madura, Jatim (https://suaraindonesia-news.com)

Kontes “Sapi Sonok” atau lomba kecantikan sapi betina di Pamekasan, Madura merupakan salah satu khazanah kekayaan budaya di Pulau Garam Madura, selain karapan sapi.

Berbeda dengan karapan sapi merupakan sapi jantan yang dinilai kecepatan larinya mencapai garis finis, dalam kontes sapi sonok adalah sapi betina yang dinilai adalah kecantikan sapi, dan kekompakan langkah kaki menuju garis finis.

Kontes sapi sonok di tingkat Madura, selalu digelar bersamaan dengan pelaksanaan lomba karapan sapi. Biasanya sehari sebelum pelaksanaan karapan. Hanya saja, sapi sonok belum mendapatkan pengakuan dari pemerintah pusat, sehingga piala yang diberikan kepada peserta hanya piala lokal, sedangkan karapan sapi, merupakan Piala Bergilir Presiden RI.

Sejarah

Peserta Kontes Sapi Sonok

Di mulai dari kebiasaan para patani di perdesaan di wilayah kabupaten Pamekasan yang punya kebiasaan memandikan ternak sapi mereka di sungai setiap sore, setelah sapi-sapi itu dimandikan dan terlihat segar, kemudian di ikatkan pada tonggak-tonggak kayu yang diatur berbanjar.

Secara iseng, para petani itu kemudian melakukan pemilihan sapi-sapi ter”montok”, termulus kulitnya, tersehat dan pemenangnya diberikan hadiah, hadiahnya pun berasal dari uang yang dikumpulkan dari para petani itu sendiri.
Lambat laun, kontes – kontes kecil inipun berkembang menjadi kontes tingkat desa, kecamatan dan kabupaten dan sejak saat itu sapi – sapi peserta kontes itu dinamai sapi sonok.

Persiapan kontes

Sebelum bisa tampil di kontes Sapi Sonok, sapi-sapi tersebut telah dilatih sejak usia 3 tahun dengan perlakuan khusus dan nutrisi makanan yang terbaik. Setiap seminggu sekali sapi-sapi tersebut rutin diberi jamu yang telah dicampur dengan sekitar 15 butir telur. Bisa dibayangkan saja selain cantik mempesona sepasang Sapi Sonok juga kuat.

Selain itu ada perlakuan khusus lainnya yang didapat para sapi-sapi ini mereka dimandikan dengan shampo dan sabun. Tidak tanggung – tanggung para pemilik sapi juga kerap mendatangkan dokter hewan setiap 3 bulan sekali guna memeriksa kesehatan sapi mereka. Tidak hanya itu saja, ternyata aksesoris yang digunakan dalam kontes Sapi Sonok bisa mencapai harga ratusan ribu.

Penilaian

Tak semua sapi betina bisa ikut kontes ini, ada aneka syarat yang harus dipenuhi. Antara lain, bobot sepasang sapi nyaris sama satu sama lain, termasuk bentuk wajah harus semirip mungkin.

Saat lomba, penilaian utama adalah kekompakan sepasang sapi, seperti langkah kaki harus sama, layaknya orang baris berbaris dan pemenangnya adalah sapi yang paling cepat dan mempijakkan kakinya pada sebatang kayu melintas di garis finish. Panjang arena lomba sapi sonok dari garis start ke finish sepanjang 200 meter, sapi-sapi itu akan melenggak lenggok.

Masyarakat Madura rela merogoh kantongnya hanya demi membeli sepasang ekor sapi betina untuk diikutkan Kontes Sapi Sonok. Kisaran harga Rp100 – 200 juta untuk sepasang ekor Sapi Sonok. Sedangkan Sapi Sonok yang sudah menjadi juara dalam Kontes Sapi Sonok maka harganya akan menjadi kisaran Rp400 juta untuk sepasang Sapi Sonok.

Tradisi Kontes Sapi Sonok ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Kemendikbud RI No. 201300030 tahun 2013.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.